Pengemudi Pemula di Jepang Tak Boleh Asal Nyetir, Wajib Pakai Penanda Ini

6 Desember 2025 15:30 WIB
Β·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pengemudi Pemula di Jepang Tak Boleh Asal Nyetir, Wajib Pakai Penanda Ini
Jepang punya aturan khusus bagi pengendara pemula saat berkendara dialan raya. #kuparanOTO
kumparanOTO
Tanda Shoshinsha untuk pengemudi pemula di Jepang. Foto: Fitra Andrianto/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Tanda Shoshinsha untuk pengemudi pemula di Jepang. Foto: Fitra Andrianto/kumparan
Di Jepang, aturan berkendara dibuat begitu detail hingga pengemudi pemula pun punya identitas khusus di jalan. Mereka wajib menempelkan tanda khusus bernama Shoshinsha di mobilnya sebagai simbol pengemudi baru.
Tanda ini berbentuk daun berwarna hijau dan kuning, biasanya menempel di bagian depan dan belakang kendaraan. Pemerintah Jepang mewajibkan pengemudi yang baru memiliki SIM kurang dari satu tahun untuk memakainya setiap kali berkendara.
Aturan ini bukan sekadar formalitas, melainkan bentuk edukasi bagi pengguna jalan lain agar lebih waspada saat berpapasan dengan pengemudi pemula. Dengan begitu, potensi konflik di jalan bisa diminimalisir, dan keselamatan lebih terjaga.
Sesuai aturan ketika pengemudi pemula kedapatan tidak menempelkan Shoshinsha mark saat berkendara, mereka bisa mendapat teguran hingga sanksi administratif. Sebaliknya, pengemudi lain yang sengaja mengintimidasi mobil bertanda ini juga bisa dikenai hukuman.
Tanda Shoshinsha untuk pengemudi pemula di Jepang. Foto: Fitra Andrianto/kumparan
Menurut Stefani, pemandu lokal di Jepang, tanda ini biasanya hanya dipakai selama satu tahun pertama sejak pengemudi mendapatkan SIM. Setelah lewat masa itu, pengemudi diperbolehkan melepasnya.
β€œStiker ini untuk pengemudi yang baru bisa menyetir di bawah setahun. Itu wajib ditempel bahannya dari magnet buat di bagian bodi mobil," ujar Stefani saat ditemui di Osaka, Jepang belum lama ini.
Setelah melewati masa selama setahun, pengemudi baru tersebut bisa melepas magnet tersebut dari mobil yang dikendarainya. "Kalau sudah setahun itu dilepas, dan itu magnet jadi bisa dicopot kapan saja,” pungkasnya.
Menariknya, penanda Shoshinsha kini bukan hanya simbol resmi, tapi juga jadi ikon budaya populer di Jepang. Banyak pengemudi berpengalaman yang tetap menempelkan versi lucunya sebagai gaya atau bentuk nostalgia masa awal belajar mengemudi.
Dengan sistem seketat ini, Jepang menunjukkan bahwa keselamatan di jalan bukan hanya soal aturan, tapi juga soal kesadaran kolektif untuk saling menghargai sesama pengguna jalan.
Trending Now