Penjualan Mobil Hybrid Meroket November 2025, Innova Zenix Mendominasi
17 Desember 2025 10:00 WIB
ยท
waktu baca 3 menit
Penjualan Mobil Hybrid Meroket November 2025, Innova Zenix Mendominasi
Toyota Kijang Innova Zenix dan sistem mild-hybrid Suzuki masih mendominasi pasar mobil hibrida nasional. #kumparanOTOkumparanOTO

Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mencatat setidaknya sekitar 6.636 unit mobil kategori hibrida terdistribusi dari pabrik ke diler (wholesales) pada periode November 2025, naik 19,4 persen dari bulan sebelumnya sejumlah 5.556 unit.
Tak bergeser, Toyota Kijang Innova Zenix HEV masih bertengger di puncak tertinggi. Terdapat 2.134 unit Innova Zenix HEV terjual pada bulan ke-11 2025. Diikuti compact crossoverSuzuki Fronx Hybrid di angka 1.188 unit serta Suzuki XL7 dengan jumlah 646 unit. Capaian ini menunjukkan teknologi mild-hybrid Suzuki yang ringkas dan lebih sederhana cukup diminati konsumen.
Kemudian, sistem hibrida paralel yang dianut Honda HR-V e:HEV dan Toyota Yaris Cross HEV turut menuai angka positif. Masing-masing membukukan penjualan 548 unit dan 437 unit.
Sementara itu, teknologi PHEV dikuasai oleh merek asal Tiongkok, Geely, melalui produk baru Starray EM-i sebanyak 167 unit. Kemudian dibayangi oleh penguasa sebelumnya, Chery Tiggo 8 CSH yang punya torehan 143 unit dan Tiggo 9 CSH 120 unit.
Adapun di segmen mobil hybrid premium didominasi oleh Toyota Alphard HEV dengan raihan 169 unit, sementara Hyundai Palisade HEV mengantongi 93 unit. Tak berhenti di situ, MPV ultra mewah Lexus LM350h sukses menjual 54 unit secara wholesales di November 2025.
Selaras dengan kenaikan bulanan penjualan mobil hybrid, pasar mobil nasional pada November 2025 juga sedikit menguat. Hal ini ditandai dengan kenaikan penjualan wholesales sebesar 0,32 persen dari 74.014 unit pada Oktober 2025 menjadi 74.252 unit.
Begitu pula dengan ritel turut terdongkrak 6,1 persen dari 74.720 unit pada September menjadi 79.310 unit bulan lalu. Hasil itu sekaligus membuat November jadi periode bulan penjualan tertinggi sepanjang 2025.
Kendati demikian, secara akumulasi total penjualan keduanya masih belum menggeliat dibanding 2024. Rentang Januari hingga November tahun ini penyaluran wholesales jumlahnya 710.084 unit atau lebih rendah 9,6 persen dibanding periode serupa 2024 yang bisa membukukan 785.917 unit.
Penjualan ritel 11 bulan tahun ini mencapai 739.977 unit atau melandai 8,3 persen dibanding 2024 yang perolehannya 807.586 unit. Catatan tersebut masih mengindikasikan lemahnya pasar otomotif nasional.
