Penjualan Motor Nasional 2025 6,4 Juta Unit, Naik 1,3 Persen Dibanding 2024

9 Januari 2026 19:15 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Penjualan Motor Nasional 2025 6,4 Juta Unit, Naik 1,3 Persen Dibanding 2024
Penjualan motor nasional 6,4 juta unit di 2025, naik 1,3 persen dibanding 2024 yang sempat cetak 6,3 juta unit. #kumparanOTO
kumparanOTO
Petugas menyelesaikan produksi motor di pabrik Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) di Jakarta Timur. Foto: Dok. YIMM
zoom-in-whitePerbesar
Petugas menyelesaikan produksi motor di pabrik Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) di Jakarta Timur. Foto: Dok. YIMM
Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) mengungkap realisasi penjualan motor di pasar domestik sepanjang 2025 yang ditutup di angka 6.412.769 unit. Capaian tersebut tumbuh 1,3 persen dibandingkan periode Januariโ€“Desember 2024, sekaligus berada dalam rentang proyeksi yang sebelumnya ditetapkan asosiasi.
Ketua Bidang Komersial AISI, Sigit Kumala, mengatakan kinerja pasar sepeda motor nasional relatif stabil di tengah tekanan daya beli yang sempat terjadi sepanjang tahun lalu. Menurutnya, sepeda motor masih menjadi moda transportasi paling efisien dan efektif bagi masyarakat untuk menunjang aktivitas ekonomi maupun kebutuhan mobilitas harian.
โ€œRata-rata per bulan penjualan sepeda motor domestik berada di angka 535 ribu unit. Ini menggambarkan sepeda motor memang sangat dibutuhkan, baik untuk kegiatan ekonomi produktif maupun untuk kebutuhan leisure dan gaya hidup masyarakat,โ€ ujar Sigit dalam keterangan resmi AISI.
Ragam motor Honda di Astra Auto Fest 2020 Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparan
Ia menambahkan, pada awal 2025 AISI memproyeksikan penjualan sepeda motor domestik berada di kisaran 6,4 juta hingga 6,7 juta unit. Realisasi penjualan yang tercapai dinilai masih sejalan dengan proyeksi tersebut, meski pertumbuhannya tidak terlalu besar.
Dari sisi komposisi pasar, segmen skutik masih menjadi tulang punggung penjualan sepeda motor nasional. Berdasarkan data AISI, skutik berkontribusi sebesar 91,7 persen dari total penjualan sepanjang 2025. Sisanya berasal dari motor underbone sebesar 4,46 persen, motor sport 3,51 persen, sementara kontribusi sepeda motor listrik masih berada di bawah 1 persen.
PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) meresmikan Flagship Shop di Denpasar, Bali, Jumat (9/5/2025). Foto: Sena Pratama/kumparan
Stabilitas pasar sepeda motor nasional juga tidak lepas dari peran industri pembiayaan. Sigit menyebutkan, sekitar 65 persen pembelian sepeda motor dilakukan secara kredit, menjadikan lembaga pembiayaan sebagai salah satu penopang utama permintaan pasar sepanjang tahun lalu.
โ€œTahun lalu diwarnai penurunan daya beli, terutama di masyarakat ekonomi menengah. Mereka memilih membeli sepeda motor untuk menopang kegiatan ekonomi produktif. Hal ini yang membuat pasar tetap tumbuh meski tidak signifikan,โ€ jelasnya.
Produksi sepeda motor bebek Honda. Foto: Dok. Astra Honda Motor (AHM)
Secara wilayah, pertumbuhan permintaan sepeda motor di luar Pulau Jawa menjadi penyeimbang atas penurunan penjualan di Jawa. Kondisi tersebut didorong oleh hasil komoditas di luar Jawa yang relatif positif, di tengah pelemahan sektor industri di Pulau Jawa yang berdampak pada penurunan daya beli dan pemutusan hubungan kerja di sejumlah sektor.
Tak hanya pasar domestik, kinerja ekspor industri sepeda motor nasional juga mencatatkan tren positif. Sepanjang 2025, anggota AISI berhasil mengekspor 544.133 unit sepeda motor dalam bentuk CBU, 8.139.894 set CKD, serta ekspor komponen sebanyak 138.455.487 unit.
Trending Now