Piaggio Zip, Skutik Mungil yang Seru Diotak-atik

22 September 2025 7:00 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Piaggio Zip, Skutik Mungil yang Seru Diotak-atik
Piaggio Zip menarik untuk dilirik, sebab punya tampilan unik dan gaya khas motor Eropa. #kumparanOTO
kumparanOTO
Piaggio Zip di acara kumparan On The Road, Sabtu (13/9/2025). Foto: Syahrul Ghiffari/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Piaggio Zip di acara kumparan On The Road, Sabtu (13/9/2025). Foto: Syahrul Ghiffari/kumparan
Ingin memulai hobi motor unik tapi bingung pilih apa? PiaggioZip bisa jadi pilihan menarik, lantaran punya bentuk mungil yang nggak pasaran.
Awak kumparan berjumpa dengan beberapa pemilik Zip dari komunitas Kalcer Skuter pada acara kumparan On The Road akhir pekan lalu. Berdasarkan penuturan mereka, ‘main’ Piaggio Zip terbilang menyenangkan.
“Karena lucu, bodinya kecil jadi untuk harian worth it aja. Apalagi di Jakarta macet jadi enak untuk nyalip-nyalip,” kata Ian, pemilik Piaggio Zip lansiran 2012 sedari 2018 lalu.
Namun, ia mengeluhkan tenaga mesin Piaggio Zip yang kurang memuaskan, sebab kubikasinya tidak sampai 100 cc, sehingga terasa sulit ketika hendak berakselerasi instan.
“Kalau mesin speknya udah naik jadi 130 cc, aslinya sekitar 99 cc. Soalnya untuk kebutuhan harian susah karena terlalu pelan, jadi agak seram buat nyalip-nyalip,” imbuhnya.
Sejumlah peserta mengikuti acara kumparan On The Road dari Pos Bloc Jakarta hingga kantor kumparan, Jakarta, Sabtu (13/9/2025). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
Hal serupa juga dirasakan Adha, pria pemilik Zip kelir kuning tahun 2013 merasa bahwa keluaran dayanya tak maksimal. Padahal ia telah merestorasi mesinnya dan mengubah sistem pengapian CDI menggunakan merek aftermarket.
“Paling mentok di 60 km/h,” ucapnya singkat.
Bicara spesifikasi teknis, Piaggio Zip yang dipasarkan di indonesia mengemas mesin 96 cc 1-silinder 4-tak dengan tenaga maksimal 5,7 dk. Motor ini dibanderol sekitar Rp 18,5 juta pada 2010 silam dan dihentikan penjualannya pada 2013.
Kendati demikian, ketiga pemilik Zip sepakat bahwa menggunakan motor ini untuk mobilitas sehari-hari memberikan penampilan yang unik dibandingkan sepeda motor reguler di jalan.
“Bentuknya gemas aja sih, terus nyentrik kalau dilihat orang,” tutur Adha.
“Minimalis ukurannya dan gak umum di jalan, jadi cocok buat orang-orang yang mau tampil beda,” sambung Niki yang sudah merestorasi Zip berwarna putihnya.
Piaggio Zip milik Niki di acara kumparan On The Road, Sabtu (13/9/2025). Foto: Syahrul Ghiffari/kumparan
Niki juga menjelaskan hal-hal yang harus diperhatikan apabila hendak meminang Piaggio Zip. Mengingat usianya sudah lebih dari 10 tahun, pasti ada komponen-komponen yang sudah berumur dan harus diremajakan.
“Mungkin karena motor tua jadi kekurangan-kekurangannya harus peremajaan lagi. Cuma spare part biasanya pasti dengan harga-harga cukup tinggi,” jelasnya.
Sebagai penutup, diirnya menyampaikan bagi yang hendak meminang Piaggio Zip untuk menikmati prosesnya, serta jangan lupa mencari referensi dan perbanyak teman untuk mengulik seputar motornya.
Ketiga Zip yang terparkir di halaman kantor kumparan itu mengusung gaya berbeda-beda. Adha dengan Zip kuning bertema klasik, Niki bersama Zip putih yang direstorasi menyeluruh dan mengacu ke versi Eropa, dan Ian penunggang Zip bore up untuk mencapai performa maksimal.
Perbedaan ini menandakan bahwa gaya modifikasi Zip sangat fleksibel, bisa menyesuaikan karakter pemilik dan membuatnya terasa lebih personal. Asyik ya punya Piaggio Zip, skutik mungil yang seru diotak-atik.
Trending Now