Polling kumparan: 30,8% Pembaca Mengaku Tertarik Membeli Mobil Hybrid

6 Januari 2026 6:30 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Polling kumparan: 30,8% Pembaca Mengaku Tertarik Membeli Mobil Hybrid
Sebanyak 42,19 persen atau 548 pembaca kumparan mengaku tak tertarik membeli mobil hybrid. Angka ini merupakan hasil polling kumparan.
kumparanOTO
Ilustrasi mobil hybrid. Foto: Fitra Andrianto/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi mobil hybrid. Foto: Fitra Andrianto/kumparan
Sebanyak 30,87 persen atau 401 responden mengaku memiliki rencana untuk membeli mobil hybrid. Angka ini merupakan hasil polling kumparan yang dilakukan pada 22 Desember 2025 hingga 5 Januari 2026.
Total ada sebanyak 1.299 responden yang menjawab polling ini. Lebih lanjut 26,94 persen atau 350 orang mengaku masih mempertimbangkan untuk memiliki jenis kendaraan listrik tersebut. Sementara sisanya mengaku tak tertarik.
Sebelumnya data menunjukkan penjualan mobil hybrid di Indonesia terus menunjukkan tren positif. Ini terungkap dari data wholesales (distribusi dari pabrik ke diler) Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mencatat, terjadi lonjakan 19,4 persen dari periode Oktober ke November 2025.
Secara total angka wholesales mobil hybrid periode Januari-November 2025 mencapai 57.311 unit. Torehan ini juga melonjak 6 persen secara year to date (YtD) 2024 sebanyak 54.044 unit.
Pengamat otomotif, Yannes Martinus Pasaribu, menilai model kendaraan dengan teknologi ini menjadi pilihan realistis di tengah transisi menuju elektrifikasi.
"Ini dapat dilihat sebagai cerminan peralihan sebagian segmen middle class yang sudah biasa pakai ICE (Internal Combustion Engine) tapi masih ragu pindah ke full EV," katanya kepada kumparan.
Dosen, Peneliti, dan Pengamat Otomotif ITB Yannes Martinus Pasaribu menjadi pembicara pada kumparan New Energy Vehicle Summit 2025 di MGP Space, SCBD Park, Jakarta, Selasa (6/5/2025). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
"Sehingga melihat hybrid sebagai solusi transisi aman dan realistis yang minim risiko terhadap keterbatasan infrastruktur SPKLU (Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum)," lanjutnya.
Lonjakan penjualan hybrid yang didorong dengan munculnya variasi model serta harga beragam, turut menjadi indikasi konsumen yang mulai menginginkan inovasi pada sebuah kendaraan.
Boleh dikatakan mobil hybrid makin banyak dilirik karena dinilai efisien dan minim risiko.
"Teknologi bauran bensin-listrik, hybrid, jadi masuk akal. BBM jauh lebih irit dari mobil bensin biasa, tapi enggak ada range anxiety karena tetap bisa isi bensin di mana saja," tambah Yannes.
Trending Now