Punya Desain Tajam dan Berat, Tesla Cybertruck Tak Bisa Masuk Eropa

21 November 2025 5:30 WIB
Β·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Punya Desain Tajam dan Berat, Tesla Cybertruck Tak Bisa Masuk Eropa
Utamanya karena desain depan Tesla Cybertruck yang punya lekuk tajam, sehingga minim zona peredam benturan sebagai fitur keselamatan pasif pejalan kaki, pesepeda, dan lainnya. #kumparanOTO
kumparanOTO
Pengunjung melihat mobil Tesla Cybertruck yang dipamerkan dalam Paris Motor Show 2024 di Paris Expo Porte de Versailles, Paris, Prancis, Senin (14/10/2024). Foto: Benoit Tessier/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Pengunjung melihat mobil Tesla Cybertruck yang dipamerkan dalam Paris Motor Show 2024 di Paris Expo Porte de Versailles, Paris, Prancis, Senin (14/10/2024). Foto: Benoit Tessier/REUTERS
Angkatan Darat Amerika Serikat (AS) telah memastikan Tesla Cybertruck tidak bisa masuk ke Eropa. Mobil ini juga tidak memperoleh izin khusus untuk digunakan personel militer karena desain serta spesifikasinya dianggap tidak sesuai dengan regulasi yang berlaku di sana.
β€œCybertruck belum mendapatkan persetujuan tipe dari Uni Eropa (UE) karena kekhawatiran keselamatan pasif yang signifikan. Beberapa spesifikasi Cybertruck, terutama bodi baja tahan karat yang kaku dan tepinya tajam dianggap melanggar standar keselamatan UE,” kata Badan Bea Cukai Angkatan Darat AS dalam keterangan resmi.
Sebagai informasi, ketika bertugas di luar negeri pasukan militer AS diizinkan mengimpor kendaraan pribadi mereka lewat logistik Angkatan Darat daripada membeli atau menyewa. Namun, kendaraan itu harus memenuhi aturan setempat.
Tesla Cybertruck dipamerkan di konferensi SAE WCX di Detroit, Michigan. Foto: Rebecca Cook/Reuters
Perlu dicatat, Eropa menetapkan standar keselamatan yang tidak hanya melindungi penumpang kendaraan, tetapi juga pengguna jalan lain seperti pejalan kaki, pesepeda, dan pengendara motor.
Aturan ini mengharuskan adanya fitur keselamatan pasif. Misalnya, zona peredam benturan tanpa sudut tajam pada bodi mobil dan pembatas kecepatan untuk kendaraan dengan bobot di atas 3,5 ton. Semua ketentuan tersebut ternyata tidak dipenuhi oleh Cybertruck.
Organisasi itu sudah mencoba mengusulkan pengecualian untuk personel militer AS lewat Kementerian Transportasi Federal Jerman (FMoT). Meski begitu, permintaan mereka tetap ditolak karena dianggap menyimpang.
β€œSetelah peninjauan hukum, kami menolak permintaan tersebut karena Tesla Cybertruck tidak hanya gagal memenuhi persyaratan hukum UE, tetapi juga menyimpang secara signifikan,” tegas FMoT.
Tesla Cybertruck jadi mobil patroli polisi. Foto: Up.Fit
Kendati dilarang oleh otoritas Eropa, Badan Bea Cukai Angkatan Darat AS mengkonfirmasi tidak akan mengeluarkan sertifikat impor untuk Cybertruck. Organisasi tersebut juga mengultimatum bahwa pasukan militer AS yang tetap ingin mengimpor mobil itu harus menanggung sendiri risikonya.
Menurut Kementerian Perhubungan Jerman, keselamatan di dalam lalu lintas di jalanan umum setempat adalah salah satu kriteria yang harus dipenuhi untuk registrasi mobil pribadi pasukan militer AS.
Adapun, kekhawatiran lain terkait Cybertruck adalah mobil ini menarik terlalu banyak perhatian saat melintas di jalan sehingga mengganggu keamanan yang ditetapkan USAREUR-AF. Selain itu, telah diketahui secara luas bahwa Cybertruck tidak dapat didaftarkan maupun digunakan secara legal di Jerman.
Trending Now