Putar Otak Pedagang Jual Mobil Listrik Bekas

17 September 2025 10:30 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Putar Otak Pedagang Jual Mobil Listrik Bekas
Meski mulai dilirik konsumen, masih banyak pedagang mobil bekas yang mau memasarkan mobil listrik. #kumparanOTO
kumparanOTO
Mobil listrik Hyundai Kona di WTC Manga Dua. Foto: WTCM2
zoom-in-whitePerbesar
Mobil listrik Hyundai Kona di WTC Manga Dua. Foto: WTCM2
Peter, penggawa Lapak Mobil di Bursa Mobil BekasWTC Mangga Dua, Jakarta Utara, mengakui tren jual-beli mobil listrik di pasar mobil bekas mulai menunjukkan potensi.
Namun, dirinya tidak menampik masih ada rekan-rekannya yang belum mau ambil risiko menjual kendaraan roda empat setrum.
โ€œMasih ada yang takut jualan mobil listrik perkiraan saya. Mungkin karena belum tahu dan belum mau tahu. Takut malah mobil listrik yang mau dijual rusak, terutama baterainya,โ€ buka Peter saat ditemui kumparan di showroom-nya di WTC Mangga Dua baru-baru ini.
Menurut Peter, pedagang dengan usia di atas 50 atau 60 tahun cenderung lebih konservatif. Sehingga lebih memilih 'main aman' dengan hanya memasarkan mobil konvensional.
Penggawa Lapak Mobil di WTC Mangga Dua, Peter. Foto: Fitra Andrianto/kumparan
โ€œMereka masih pakai aturan lama. Jadi mikirnya ngapain jual mobil listrik, karena banyak pertimbangannya dan belum bisa cek kondisi baterai, pemikirannya seperti itu pasti masih ada di kalangan pedagang,โ€ tambahnya.

Kolaborasi sesama penjual

Meski begitu, Peter menyebut ada strategi yang bisa dipakai agar pedagang lain berani mencoba. Salah satunya adalah sistem kerja sama antar-showroom. Cara ini dilakukan menyiasati permintaan mobil listrik seken yang belum ramai.
Polanya bagi hasil, dengan konsep konsinyasi atau titip jual. Metode ini sejatinya bisa dibilang telah diterapkan. Namun bisa juga dengan cara patungan modal, hanya saja risiko juga dibagi bersama sementara balik modal terjadi apabila mobil terjual minimal sesuai harga pokok pembelian.
โ€œKadang ada pedagang yang enggak percaya diri jualan mobil listrik. Kami ajak pedagang lain buat join. Begitu jual sekali, ternyata gampang. Lain kali jadi mereka bisa coba lagi sendiri,โ€ jelasnya.
Sistem ini biasanya Peter bilang melibatkan dua hingga tiga showroom untuk memasarkan satu unit mobil listrik. Mereka berbagi modal dan keuntungan sesuai kesepakatan.
Wuling Air ev bekas yang dijual di WTC Mangga Dua. Foto: Fitra Andrianto/kumparan
โ€œNanti setelah mobil listriknya laku, pengeluarannya jelas, harga mobil beli berapa, harga jual berapa, nanti dibagi. Kalau lebih dari tiga showroom biasanya sudah enggak efisien,โ€ terang Peter.
Dengan cara tersebut, pedagang yang awalnya ragu bisa punya pengalaman langsung menjual mobil listrik.
โ€œAwalnya kan pasti mereka enggak berani kalau beli sendirian. Tapi setelah kerja sama, jadi berani. Lama-lama mereka bisa main jual beli mobil listrik sendiri,โ€ pungkasnya.
Trending Now