Shell Lubricants Klaim Tumbuh Positif di Tengah Lesunya Pasar Mobil Nasional
11 November 2025 18:00 WIB
Β·
waktu baca 2 menit
Shell Lubricants Klaim Tumbuh Positif di Tengah Lesunya Pasar Mobil Nasional
Shell Indonesia mencatat tren positif berkat strategi fokus pada segmen dan wilayah yang masih menunjukkan potensi pertumbuhan. #kumparanOTOkumparanOTO

Shell Indonesia justru mencatat tren positif berkat strategi fokus pada segmen dan wilayah yang masih menunjukkan potensi pertumbuhan.
Vice President Marketing Lubricants Shell Indonesia, Kartika Pelapory, mengatakan bahwa berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), pasar kendaraan roda empat mengalami koreksi. Meski begitu, kondisi ini tidak membuat bisnis pelumas ikut surut.
βDari sisi pasar kendaraan bermotor roda empat, data Gaikindo memang ada sedikit penurunan sekitar 11 persen,β buka Kartika saat ditemui di kawasan Senayan belum lama ini.
Ia menambahkan, performa positif Shell Helix tak lepas dari fokus perusahaan dalam membaca arah pasar. Menurutnya, segmentasi viskositas yang beragam menjadi kunci untuk tetap menjaga pertumbuhan di tengah perubahan perilaku konsumen otomotif.
βDi kategori pelumas, satu sisi kami bisa lihat segmentasi di berbagai macam viskositas. Kami selalu fokus di mana pertumbuhan itu punya potensi,β jelas Kartika.
Selain mengandalkan diversifikasi produk, Shell juga melihat peluang pertumbuhan dari sisi geografis. Wilayah luar Pulau Jawa kini menjadi salah satu motor penggerak baru bagi penjualan Shell Helix di Tanah Air.
βCukup positif, selain kategori, juga kami lihat dari sisi geografis. Potensi market di luar Jawa untuk Shell Helix bertumbuh,β tambahnya.
Kartika menegaskan, kinerja positif ini tak hanya terjadi pada lini pelumas mobil. Secara keseluruhan, bisnis Shell di sektor pelumas kendaraan menunjukkan tren pertumbuhan yang menggembirakan.
βKalau bicara seluruh Shell, tidak hanya di roda empat, pertumbuhan positif,β tutup Kartika.
Mengacu data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mencatat, penjualan kendaraan roda empat selama September 2025 menurun dibanding periode yang sama tahun lalu.
Total distribusi dari pabrikan ke diler (Wholesales) mencapai 62.071 unit, turun 15,1 persen dibanding September 2024 yang menembus 73.108 unit.
Sementara itu, penjualan dari diler ke konsumen (retail) juga terkoreksi 12,2 persen. Pada September 2025 tercatat 63.723 unit, maka pada tahun sebelumnya penyaluran ke konsumen mencapai 72.601 unit, selisih 8.878 unit.
Namun begitu, masih ada sedikit catatan positif di tengah tren pelemahan tersebut. Dibanding Agustus 2025 yang mencatat wholesales 61.777 unit, penjualan September naik tipis 0,5 persen. Hanya saja, penjualan retail justru turun 4,2 persen dari 66.518 unit menjadi 63.723 unit.
