Siasat Hindari Antrean Panjang Servis Mobil Jelang Libur Nataru

17 Desember 2025 15:30 WIB
ยท
waktu baca 5 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Siasat Hindari Antrean Panjang Servis Mobil Jelang Libur Nataru
Hindari antrean panjang servis mobil jelang mudik libur Nataru, ini alasannya. #kumparanOTO #dailyupdate
kumparanOTO
Bengkel mobil Suzuki. Foto: dok. Suzuki Indomobil Sales
zoom-in-whitePerbesar
Bengkel mobil Suzuki. Foto: dok. Suzuki Indomobil Sales
Jelang masa liburan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026, kepolisian memprediksi aktivitas mudik tetap tinggi sebelum tanggal 20 Desember 20205. Bagi yang berencana melakukan perjalanan dengan mobil pribadi, sudah tentu perlu melakukan ritual wajib berupa servis.
Service Advisor Suzuki Buana Trada Pulogadung, Endy mengatakan umumnya terjadi lonjakan antrean kendaraan yang hendak melakukan pemeriksaan teknis sebelumnya digunakan pemiliknya untuk perjalanan mudik.
"Angka booking sudah ada kenaikan dan lonjakan. Biasanya hari reguler itu rata-rata di tempat kami ada 40 unit masuk, kalau libur panjang atau weekend bisa tembus 50-an unit atau 60 unit lebih," buka Endy kepada kumparan di Jakarta Timur belum lama ini.
Menurutnya, menetapkan jadwal servis berkala jauh sebelum puncak arus mudik memberikan keuntungan tersendiri yakni soal jumlah antrean kendaraan yang masuk, hingga persiapan tindakan yang tidak terduga.
Bengkel Siaga Suzuki. Foto: dok. Suzuki
"Sebaiknya lebih awal, takutnya saat pemeriksaan rutin ternyata ditemukan komponen yang memang harus ganti. Hanya saja mungkin pemilik belum sadar selama pakai dan ternyata juga suku cadang itu mungkin butuh waktu untuk datang ke bengkel," imbuh Endy.
Jarak pemeriksaan kendaraan dengan jadwal keberangkatan mudik yang jauh, memberi jangka waktu persiapan kendaraan yang lebih matang. Endy bilang, di bengkel resmi tempat ia mengabdi diberlakukan standar pemeriksaan di 24 titik.
"Jadi masih ada spare waktu tunggu dan pengerjaan sebelum mobilnya benar-benar siap untuk dipakai perjalanan jauh. Misalnya kita merasa rasa remnya masih biasa aja, ternyata pas diperiksa kanvas rem sudah tipis," terangnya.
"Untuk item pemeriksaan standar kami itu ada 24 titik pengecekan. Mulai dari lampu-lampu, cairan, tekanan angin pada ban, kemudian kondisi suspensi semuanya kita periksa. Ke bengkel resmi bisa hanya sekadar cek-cek saja," jelas Endy.
Senada dengan Endy, Service Dept. PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) Hariadi menambahkan, setidaknya ada cukup banyak poin penting yang harus diperhatikan sebelum pemilik menggunakan mobil untuk mudik.

Kondisi ban

Mencoba ban mobil terbaru Bridgestone Turanza 6 di Bridgestone Proving Ground Track Karawang, Jawa Barat. Foto: Sena Pratama/kumparan
Hariadi menjelaskan, kondisi ban jadi salah satu komponen penting yang wajib dicek. Bila kondisinya tidak bagus dan dipaksakan bisa berdampak fatal, pengerjaan spooring dan balancing adalah prosedur paling standar dilakukan.
โ€œCek kondisi ban mulai dari tekanan ban, alur ban apakah masih ada atau sudah tipis. Umur ban bisa dicek kode produksinya untuk menjaga kondisi apakah layak pakai atau sudah retak, benjol, ban tidak rata,โ€ kata Hariadi kepada kumparan.

Kondisi oli

ilustrasi oli mesin Foto: Istimewa
Berikutnya, Hariadi menyarankan untuk melakukan pemeriksaan pelumas berupa oli mesin, filter oli, hingga oli transmisi bila untuk kendaraan dengan jenis transmisi otomatik maupun manual.
โ€œCek terakhir ganti oli kapan, disarankan untuk filter oli diganti setiap 5 ribu kilometer. Apalagi bila digunakan untuk perjalanan jauh, ini sangat penting,โ€ ujarnya.

Sistem rem

Ilustrasi penggantian kampas rem mobil. Foto: Autoindustriya.com
Saat melakukan servis di bengkel resmi, ada baiknya meminta untuk dicek bagian pengereman. Karena pemeriksaannya harus dibongkar, jadi lebih baik dicek sebelum mudik.
โ€œMaksudnya dicek di bengkel resmi apakah sudah tipis alur kanvas remnya, disc remnya, apakah ada bunyi sekalian cek sistem ABS. Sedangkan untuk minyak rem juga harus dicek, kapan terakhir diganti. Disarankan setiap dua tahun sekali ganti minyak rem,โ€ kata Hariadi.

Sistem kelistrikan

com-Ilustrasi mengecek aki mobil. Foto: Shutterstock
Bagian kelistrikan kendaraan tak kalah penting, utamanya pemeriksaan kondisi baterai atau aki. Jangan sampai komponen ini bermasalah agar mobil tidak susah saat akan dinyalakan.
โ€œIni sangat wajib, mengecek tegangan aki, kondisi aki, cairan aki bila kurang harus ditambahkan, cek umur baterai, biasanya umurnya sekitar 1,5-2 tahun. Kemudian cek lampu-lampu depan, belakang, dan sein karena penerangan ini sangat penting selama di perjalan khususnya di malam hari,โ€ lanjutnya.

Sistem pendingin mesin dan kabin

Proses flushing AC mobil. Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparan
Lalu pastikan kondisi radiator dalam keadaan baik, guna menghindari gejala over heat akibat dari panas mesin. Pemilihan pelumas pendingin mesin sesuai rekomendasi atau spesifikasi yang dianjurkan juga tak kalah penting.
โ€œCek air radiator masih cukup atau kurang. Sebaiknya tambahkan coolant sesuai speknya untuk membantu proses pendinginan mesin. Pengisian air radiator harus sesuai dengan batas ukuran tempatnya saja. Selanjutnya cek motor kipas pendingin, apakah normal, tidak ada bunyi atau berat," tambahnya.

Suspensi dan kaki-kaki

Suspensi Toyota Prius terbaru. Foto: dok. Toyota Motor Corporation
Shock absorber juga salah satu hal yang diperiksa, bagian ini berpengaruh selama di perjalanan. Bila kondisinya telah rusak atau aus akan mengakibatkan mobil mudah tidak stabil saat melalui jalan yang berlubang atau tidak rata.
โ€œCek apakah shock masih bekerja normal, tidak ada suara abnormal saat melewati jalan rusak. Lalu periksa apakah ada kebocoran di bagian shock. Biasanya disarankan penggantian bila ditemukan kebocoran suspensi,โ€ tegasnya.

Karet dan cairan wiper

Wiper mobil Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparan
Mengingat kondisi cuaca yang tidak menentu, Hariadi menyarankan kepada calon pemudik untuk mengecek kondisi karet wiper. Jangan sampai ketika hujan lebat pandangan jadi terganggu karena kinerja komponen tersebut tidak maksimal.
โ€œCadangan karet wiper ini juga perlu, atau dicek kondisinya apakah sudah getas atau retak, cek terakhir ganti kapan. Amannya setahun sekali ganti wiper-nya,โ€ jelas Hariadi.

Perlengkapan dan alat-alat pendukung kendaraan

Ilustrasi segitiga pengaman mobil. Foto: CHOKCHAI POOMICHAIYA/Shutterstock
Pastikan alat-alat penunjang mulai dari kunci-kunci baut, ban serep hingga obat-obatan. Persiapan ini guna antisipasi ketika mengalami keadaan darurat.
โ€œCadangan komponen mulai dari ban serep, tanda segitiga darurat, kotak obat, lampu cadangan, sekring harus dipersiapkan. Bila memungkinkan membawa pompa ban elektrik bisa digunakan sebagai pertolongan pertama ketika ban kempis atau bocor,โ€ kata Hariadi.
Trending Now