Skema Subsidi Motor Listrik 2025 Dikabarkan Telah Rampung
7 September 2025 10:00 WIB
·
waktu baca 4 menit
Skema Subsidi Motor Listrik 2025 Dikabarkan Telah Rampung
Skema subsidi motor listrik diklaim telah rampung, kata Menperin. #kumparanOTO #dailyupdatekumparanOTO

Perkembangan wacana subsidimotor listrik untuk periode tahun 2025 menemui titik terang. Terbaru, Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengeklaim skema program bantuan pemerintah itu sudah siap.
Kendati begitu, pihaknya mengaku masih perlu menunggu keputusan dari Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian (Kemenko Perekonomian) perihal besaran nilai insentif termasuk dengan jadwal pelaksanaannya.
"Sudah selesai, dan begitu Lapangan Banteng (Kemenko) menetapkan nilainya dan lain sebagainya, kita sudah siap," ucap Agus ditemui di Kompleks Parlemen MPR/DPR Senayan, Jakarta pekan ini, mengutip Antara.
Dirinya menambahkan, wacana skema insentif motor listrik dapat terlaksana untuk tahun ini atau bahkan tahun depan. Menyoal besaran nilai, Agus lagi-lagi bilang hal tersebut merupakan kewenangan dari Kemenko Perekonomian.
Skema potongan Rp 7 juta awalnya diberikan dengan kuota 200 ribu unit untuk periode 2023. Hanya saja yang terserap cuma 5,7 persen. Disinyalir persyaratan yang ketat dan dikhususkan pada penerima manfaat tertentu yang mengakibatkan penyerapan tak maksimal.
Pada akhirnya, total penjualan motor listrik subsidi selama 2023 angkanya 11.532 unit. Tahun 2024 skema serupa dilanjutkan dengan kuota lebih sedikit yaitu 50 ribu unit, meski akhirnya ditambah jadi 10 ribu unit jelang program selesai dan menutup penjualan sebanyak 62.541 unit.
Realisasi wacana subsidi motor listrik tahun ini molor terus
Pelaksanaan wacana subsidi motor listrik tahun ini terbilang molor. Terakhir kali dijanjikan terbit pada bulan Agustus kemarin, sampai dengan memasuki bulan September iming-iming itu tak kunjung turun.
Kilas balik, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto pertama kali memberi sinyal program subsidi pembelian motor listrik akan diadakan kembali untuk tahun 2025. Guna percepatan adopsi kendaraan elektrik murni di Indonesia.
“Subsidi (motor listrik) harusnya masih tetap,” ucap Airlangga ditemui di kantor Kemenko Perekonomian di Jakarta pada awal Februari lalu dikutip dari Antara.
Namun, saat itu Airlangga belum dapat membeberkan rincian waktu realisasinya. Dirinya hanya menekankan bahwa rencana subsidi sudah mendapat persetujuan dari pemerintah sehingga disebutnya tidak akan mengganggu program lainnya.
“Mungkin (untuk diperpanjang), karena sudah setuju semua. Jadi program tidak terganggu. Ya, segera begitu PMK (Peraturan Menteri Keuangan) keluar ya (kebijakannya) jalan,” katanya waktu itu.
Selang beberapa bulan, tepatnya pada Agustus isu itu kembali mencuat. Adalah Wakil Menteri Perindustrian, Faisol Riza yang mengatakan kebijakan itu diharapkan bisa segera terbit pada bulan Agustus kemarin.
“Insentif (motor listrik) kemungkinan Agustus, yang motor ini masih menunggu satu rakor (rapat koordinasi) lagi di Kemenko Ekonomi,” tutur singkat Faisol Riza ketika ditemui di Kompleks Parlemen Senayan awal pekan Juni lalu.
Diakui Faisol, soal wacana skema pemberian insentif tersebut dikatakan masih tahap ranah diskusi oleh pemerintah. Hanya saja dia memastikan nilai insentif yang diketok akan sama dengan sebelumnya.
“Skemanya lagi didiskusikan nilai totalnya sama, nilai total insentifnya subsidinya sama. Cuma apakah disamakan dengan skema yang lalu atau ada perubahan atau tidak nanti kita putuskan,” terangnya.
Pada paruh pertama tahun 2025, penjualan motor listrik dilaporkan anjlok dibanding periode Januari-Juli tahun lalu. Ini disampaikan Sekretaris Jenderal Asosiasi Industri Sepeda Motor Listrik Indonesia (Aismoli), Hanggoro Ananta.
"Ini sebenarnya sudah sejak awal tahun mereka banyak yang bilang (penjualan) drop hampir 70 persen. Faktornya ya karena kemarin kan ada bantuan pembelian lalu sekarang sedang tidak ada, pasti dari market behavior berbeda," ucap Hanggoro kepada kumparan.
Menilik laman Sistem Informasi Bantuan Pembelian Kendaraan Bermotor Listrik Roda Dua atau Sisapira mencatatkan penyerapan motor listrik sebanyak 11.532 unit selama 2023 dan 62.541 unit selama tahun 2024.
"Kalau kami hitung semester I itu mungkin sekitar 11-12 ribu unit, selama tahun 2024 bisa mencapai antara 60-70 ribu unit. Tapi jelas kan tidak begitu bisa dibandingkan apple-to-apple karena tahun lalu ada subsidi," timpal Ketua Aismoli, Budi Setyadi.
Angka distribusi yang menurun drastis tersebut membuat asosiasi memprediksi penjualan motor listrik hingga tutup tahun 2025 hanya berkisar 20-30 ribu unit. Artinya ada perbedaan cukup signifikan dibanding perolehan tahun 2024 sebesar 52-68 persen.
