Suzuki Capai Babak Baru, Fronx dan Satria Buatan Cikarang Mulai Diekspor
18 November 2025 12:45 WIB
ยท
waktu baca 3 menit
Suzuki Capai Babak Baru, Fronx dan Satria Buatan Cikarang Mulai Diekspor
Suzuki capai babak baru, model Fronx dan Satria buatan Cikarang mulai rambah pasar ekspor. #kumparanOTO #dailyupdatekumparanOTO

Presiden Direktur PT Suzuki Indomobil Motor (SIM) dan PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) Minoru Amano mengatakan, kegiatan ekspor tersebut merupakan bagian dari 55 tahun dedikasi, inovasi berkelanjutan, dan kerja sama erat dengan pemerintah Indonesia.
"Pencapaian ini adalah hasil dari perjalanan panjang sejak tahun pertama kami di Indonesia pada 1970. Kami tumbuh dengan basis produksi domestik yang kuat, berjalan berdampingan dengan masyarakat Indonesia," terang Amano di Suzuki Cikarang Plant, Jawa Barat, Selasa (18/11).
"Dengan total investasi lebih dari Rp 22 triliun, kami terus tumbuh bersama bangsa ini dan lebih dari 4.700 karyawan Indonesia menunjukkan semangat, keterampilan, dan kerja keras mereka setiap hari," sambungnya.
Besaran investasi tersebut digunakan untuk pengembangan fasilitas di Tambun dengan kapasitas produksi 128 ribu motor pertahun (Tambun 1) dan 92 ribu mobil per tahun (Tambun 2). Juga fasilitas di Cikarang dengan kapasitas produksi 107 ribu unit mobil per tahun.
"Kami telah memproduksi lebih dari 11,8 juta sepeda motor dan lebih dari 3,2 juta mobil. Kami akan terus menyediakan kendaraan yang dapat memenuhi kebutuhan pelanggan. Pencapaian industri ini menunjukkan kekuatan industri manufaktur Indonesia," terang Amano.
Adapun kegiatan ekspor Suzuki yang telah diinisiasi sejak 1993 telah membukukan angka lebih dari 800 ribu unit mobil dan 1,5 juta sepeda motor, yang telah menyasar ke lebih 100 negara tujuan di Asia, Amerika Latin, Eropa, dan Oceania.
"Pencapaian ini menegaskan bahwa kendaraan yang diproduksi di Indonesia telah memenuhi standar kualitas Suzuki global. Untuk itu kami terus memperkuat Indonesia sebagai pusat produksi kendaraan untuk kawasan Asia Tenggara," ungkapnya.
Adapun rencana ekspor Suzuki Fronx dalam wujud utuh (CBU) maupun terurai (CKD) sebanyak 30 ribu unit hingga 2027 dengan total ekspor per tahunnya 10 ribu unit, ke Kamboja, Laos, Malaysia, Filipina, Thailand, da Vietnam. Proyeksinya pengapalan ini berkontribusi 30 persen dari total ekspor kendaraan roda empat Suzuki Indonesia.
Sama halnya dengan Suzuki Satria series dengan rencana jumlah ekspor lebih dari 150 ribu unit (CBU & CKD) sampai 2027, yang estimasi kontribusinya terhadap total ekspor motor Suzuki sebesar 60 persen.
Pada momen yang sama, Wakil Menteri Perindustrian Faisol Riza mengapresiasi langkah Suzuki sebagai cerminan industri manufaktur yang kokoh dalam mendukung pertumbuhan ekonomi, penyerapan tenaga kerja, dan masa depan cerah industri otomotif dalam negeri.
"Capaian ini menegaskan bahwa Suzuki Indonesia adalah basis produksi strategis setelah Jepang dan India, sejalan dengan program nasional memperkuat industri yang inklusif hingga ke tingkat usaha kecil," ujar Faisol dalam sambutannya.
Suzuki Fronx yang memiliki kandungan lokal 63 persen dan Suzuki Satria mencapai 82 persen, juga membuktikan bahwa kedua produk tersebut diproduksi yang sebagian besar komponennya berasal dari pemasok lokal.
"Sejak peluncuran program Low Carbon Emission Vehicle pada 2021, Suzuki juga telah mengambil peran aktif mengembangkan teknologi ramah lingkungan dan kendaraan rendah emisi, juga menegaskan bahwa model Fronx tercatat sebagai bagian dari program mild hybrid, sejalan dengan visi pemerintah memperkuat transisi menuju industri otomotif berkelanjutan," tuntasnya.
