Tanpa Insentif, Penjualan Motor Listrik 2025 Anjlok 28,5 Persen

5 Januari 2026 6:00 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Tanpa Insentif, Penjualan Motor Listrik 2025 Anjlok 28,5 Persen
Penjualan motor listrik selama 2025 melandai 25,8 persen imbas nihil insentif. #kumparanOTO #dailyupdate
kumparanOTO
Aktivitas komunitas motor listrik Polytron saat kumparan On the Road di kantor kumparan, Minggu (28/12/2025). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Aktivitas komunitas motor listrik Polytron saat kumparan On the Road di kantor kumparan, Minggu (28/12/2025). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
Ketua Umum Asosiasi Kendaraan Motor Listrik Indonesia (Aismoli), Budi Setiyadi mengatakan penjualanmotor listrik sepanjang tahun 2025 berjalan lebih sedikit dibanding capaian tahun 2024. Selisihnya bisa mencapai lebih dari 25 persen.
"Intinya penjualan selama tahun 2025 dengan kemampuan yang cukup kemarin itu ada di sekitar 55 ribu unit. Jadi dibandingkan dengan tahun 2024 itu (ada selisih) 20 ribuan unit," buka Budi dihubungi kumparan akhir pekan lalu.
Data yang diterima kumparan, penyaluran motor listrik sepanjang tahun 2025 berjalan totalnya 55.059 unit, dihimpun hingga 9 Desember. Alias turun 28,5 persen dibanding tahun 2024 yang catatkan angka 77.078 unit.
Di luar tahun 2025, sejatinya sejak 5 tahun terakhir penyerapan motor listrik di dalam negeri secara bertahap mengalami peningkatan. Data terekam paling awal pada 2017 populasinya hanya 32 unit, kemudian pada 2020 menjadi 2.109 unit, tahun 2021 melonjak jadi 10.546 unit.
Suasana test drive motor listrik di PEVS 2025. Foto: Fitra Andrianto/kumparan
Pada 2022 total penjualannya masih belasan ribu unit yakni 17.198 unit. Baru pada tahun 2023 yang mana periode subsidi Rp 7 juta mulai berjalan membuat penjualan motor listrik menjulang jadi 62.409 unit, lalu tahun 2023 menjadi 77.078 unit.
Secara keseluruhan, populasi motor listrik di Indonesia telah mencapai 225.647 unit. Namun tidak dijelaskan apakah statusnya hanya berupa unit baru atau ada campuran dengan konversi dan semacamnya.
Budi tak menampik, melesatnya penjualan motor listrik tiga tahun terakhir tak terlepas dari bantuan pemerintah. Kini pihaknya berharap stimulus untuk motor listrik benar-benar dapat digelar lagi tahun ini.
Deretan motor listrik Honda di IMOS 2024. Foto: Sena Pratama/kumparan
"Kami memahami bahwa pemerintah memiliki prioritas lain seperti program MBG, kemudian baru-baru ini terjadi bencana alam di Sumatera. Kita tunggu seperti apa kebijakannya sembari mencari solusi lain yang tidak bergantung pada pemerintah," imbuh Budi.
Untuk itu, pihaknya akan mendorong pemerintah mendukung kebijakan non-fiskal agar momentum penjualan motor listrik tetap terjaga. Budi memberi contoh soal parkir khusus untuk motor listrik atau bebas ganjil-genap.
"Tetapi intinya pertumbuhan ini menurut saya cukup menggembirakan, wajar karena pemerintah dan masyarakat masih belajar. Kita akan coba banyak lakukan kolaborasi dengan pemerintah atau organisasi nirprofit," pungkasnya.
Trending Now