Tarif Impor Naik, Ekspor Mitsubishi dari Indonesia ke Meksiko Bisa Terdampak
21 September 2025 10:00 WIB
Β·
waktu baca 2 menit
Tarif Impor Naik, Ekspor Mitsubishi dari Indonesia ke Meksiko Bisa Terdampak
PT Mitsubishi Motor Krama Yudha Indonesia (MMKI) menilai Meksiko sebagai negara ekspor penting bagi perusahaan. #kumparanOTOkumparanOTO

Salah satunya PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Indonesia (MMKI) selaku perusahaan manufaktur kendaraan Mitsubishi di Indonesia. Presiden Direktur PT MMKI, Takahiro Kato, mengatakan bahwa pasar Meksiko penting untuk MMKI.
βMeksiko adalah salah satu negara tujuan ekspor penting bagi kendaraan yang diproduksi di MMKI,β kata Kato-san kepada kumparan, Jumat (19/9/2025).
Saat ini, pihaknya mengaku tengah mempersiapkan untuk menghadapi kondisi yang ada. βKami sedang mempertimbangkan berbagai langkah sambil memantau situasi terkait dengan masalah ini,β imbuhnya.
Performa ekspor kendaraan Mitsubishi ke Meksiko dalam kurun waktu lima tahun terakhir dimulai pada 2021 silam. Saat itu, PT MMKI mengirim 1.306 unit Mitsubishi Xpander ke Negeri Sombrero.
Kemudian, dilanjut pada 2022 modelnya bertambah dengan Mitsubishi Xpander Cross. Capaian ekspor pun melejit menjadi 5.591 unit, terdiri dari Xpander sebanyak 1.406 unit dan Xpander Cross 4.185 unit.
Tren positif terus mengiringi impor MMKI ke Meksiko, di tahun 2023 perusahaan mengekspor 7.773 unit kendaraan, masih meliputi Xpander dan Xpander Cross. Baru pada 2024, Xpander Cross tak lagi masuk daftar ekspor MMKI ke Meksiko dan digantikan Xforce.
Ekspor perdana Xforce mengantongi jumlah 4.553 unit pada 2024, ditambah Xpander sebanyak 2.112 unit di tahun yang sama. Lanjut ke periode Januari-Agustus 2025, MMKI mengirimkan 5.735 unit Mitsubishi Xforce. Namun, Xpander dan Xpander Cross tak lagi masuk daftar ekspor.
Rencana kenaikan tarif impor Meksiko
Sebelumnya, Pemerintah Meksiko mencanangkan kenaikan tarif impor di sejumlah sektor industri, meliputi otomotif, baja, tekstil, hingga mainan.
Berdasarkan laporan Reuters, Kementerian Ekonomi Meksiko menyebut kebijakan tersebut akan berdampak pada barang impor senilai 52 miliar USD atau setara Rp 856,7 triliun. Tarif impor asal China yang sebelumnya sebesar 20 persen akan dinaikkan ke level maksimum yang diizinkan Organisasi Perdagangan Dunia (WTO).
βMereka sebenarnya sudah ada tarifnya. Yang akan kami lakukan adalah menaikkan ke level maksimum yang diperbolehkan,β ucap Menteri Ekonomi Meksiko, Marcelo Ebrard.
βTanpa Perlindungan tertentu, hampir mustahil bersaing,β imbuhnya.
Menurutnya, kebijakan ini ditujukan guna melindungi 325 ribu lapangan kerja di sektor industri dan manufaktur. Ia menuding mobil-mobil China masuk ke pasar lokal dengan harga di bawah harga acuan.
