Wuling Loyalty Program untuk Pemilik Air EV dan BinguoEV, Jawab Petisi?
8 September 2025 13:58 WIB
·
waktu baca 3 menit
Wuling Loyalty Program untuk Pemilik Air EV dan BinguoEV, Jawab Petisi?
Wuling Motors Indonesia menghadirkan Loyalti program sebagai layanan purna jual bagi konsumen. #kumparanOTOkumparanOTO

PT Wuling Motors Indonesia meluncurkan layanan purna jual bertajuk ‘Loyalty Program’ di laman resmi wuling.id pada Minggu (31/8/2025). Program ini hadir dengan fokus menyediakan layanan bagi pemilik mobil listrik Wuling, khususnya Air EV dan BinguoEV.
“Merupakan program loyalitas bagi konsumen setia mobil listrik Wuling yang menjadi bagian dalam perkembangan elektrifikasi di Indonesia. Adapun latar belakangnya untuk memberikan benefit yang sesuai dengan kebutuhan mobilitas modern yang terus bertumbuh,” tulis Wuling di laman resminya.
Lebih lanjut, pabrikan juga menyebut program ini mampu mendampingi para pemilik Air EV dan BinguoEV untuk kemudahan akses pengisian daya, sekaligus meningkatkan rasa bebas khawatir dan mempermudah dalam kepemilikan mobil listrik Wuling.
Loyalty Program untuk Wuling Air EV mencakup Lifetime Core EV Components Warranty, yakni garansi seumur hidup untuk komponen Power Battery, Drive Motor, dan Motor Control Unit. Berkaitan dengan ini, tidak ada penjelasan lebih lanjut yang membedakan antara garansi seumur hidup dalam Loyalty Program ini dengan lifetime warranty sebelumnya yang sudah ada sejak 2022 lalu.
Kemudian untuk pemilik Wuling BinguoEV, para konsumen yang memenuhi kriteria bisa menikmati layanan pengisian daya cepat untuk konektor GB/T secara gratis di titik-titik yang tersedia dengan syarat dan ketentuan berlaku. Selain itu, Wuling juga memberikan harga spesial untuk pembelian DC Adapter dari GB/T ke CCS2.
Lebih lanjut, Wuling tetap berkomitmen akan terus menghadirkan 100 titik DC Charging GB/T. Saat ini, tercatat ada 60 titik pengecasan GB/T yang tersebar di Sumatera, Jawa, Kalimantan, hingga Sulawesi untuk mengakomodasi model mobil listrik denagn port GB/T.
Respons inisiator petisi
Zyovanni Satya Negara selaku inisiator petisi merespons Loyalty Program yang disediakan Wuling. Menurutnya, program tersebut menjadi langkah Wuling Motors Indonesia menyerap aspirasi konsumen mobil listrik Wuling.
“Kami menghargai peluncuran Wuling Loyalty Program sebagai tanda bahwa SGMW mulai menanggapi keresahan konsumen. Namun perlu ditegaskan, program ini belum menyentuh inti masalah,” ungkapnya kepada kumparan.
Salah satu yang menjadi sorotan adalah penawaran khusus untuk pembelian DC Adapter dari GB/T ke CCS2. Sebab, menurutnya perangkat tersebut bukan sebuah aksesori, melainkan perangkat vital agar kendaraan dengan konektor charger GB/T bisa memanfaatkan mayoritas Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di Indonesia yang didominasi CCS2.
“Wuling sudah meninggalkan GB/T, early buyer wajib diberi adapter gratis untuk pengisian di standar SPKLU yang ada di indonesia,” kata Zyovanni.
“Konsumen menuntut adapter ini diberikan gratis, karena menyangkut fungsi dasar kendaraan, bukan pilihan opsional,” imbuhnya.
Selanjutnya, berkaitan dengan penurunan harga yang terjadi pada model BinguoEV, Zyovanni mewakili konsumen tetap menanti Wuling Motors Indonesia memberikan kompensasi finansial sebesar Rp 20-30 juta per unit yang dianggap perlu untuk menutup kerugian konsumen.
Zyovanni memboyong Wuling BinguoEV tipe tertinggi seharga Rp 419 juta on the road (OTR) Jakarta pada Februari 2025 dengan diskon sebesar Rp 30 juta, sehingga harganya menjadi Rp 330 juta. Kemudian, pada saat pameran GIIAS 2025, mobil yang memiliki spesifikasi dan tipe serupa dengan yang ia beli harga barunya turun menjadi Rp 230 juta OTR Jakarta.
Adapun petisi yang ia buat di laman Change.org dengan judul “Kami Dirugikan! Harga Wuling BinguoEV Turun 180 Juta dalam 7 Bulan!” berhasil mendapatkan 1.145 pendukung hingga artikel ini terbit.
