XPeng Bikin Harga Denza Bekas Terkoreksi

15 Januari 2026 7:00 WIB
Β·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
XPeng Bikin Harga Denza Bekas Terkoreksi
Salah satu pedagang mobil bekas mengungkapkan, kehadiran Xpeng X9 mempengaruhi harga jual mobil listrik bekas Denza D9. #kumparanOTO
kumparanOTO
Mobil listrik Denza D9. Foto: Dok. kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Mobil listrik Denza D9. Foto: Dok. kumparan
Pasar mobil listrik premium bekas mulai menunjukkan dinamika baru. Kehadiran merek asal China lain seperti XPeng disebut ikut menekan pergerakan harga Denza D9 di bursa mobil bekas, termasuk di sentra perdagangan WTC Mangga Dua, Jakarta.
Penggawa lapak mobil bekas di WTC Mangga Dua, Peter, mengungkapkan bahwa harga Denza bekas mengalami koreksi cukup terasa sejak XPeng resmi masuk pasar Indonesia. Menurutnya, sebelum kompetitor baru tersebut hadir, Denza masih relatif mudah dilepas dengan harga tinggi.
β€œDulu Denza D9 masih bisa dijual di angka sekitar Rp 900 jutaan. Tapi setelah XPeng masuk, harganya langsung kena pengaruh,” ujar Peter kepada kumparan baru-baru ini.
Mencoba mobil listrik XPeng X9. Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparan
Saat ini, Denza D9 lansiran 2025 di pasar mobil bekas umumnya dijual di kisaran Rp 850 juta hingga Rp 870 jutaan. Angka tersebut turun dibandingkan periode sebelumnya, meski usia kendaraan terbilang masih sangat muda.
Peter menilai, salah satu faktor yang membuat konsumen mulai melirik XPeng adalah dimensi dan kelapangan kabin yang ditawarkan. Meski banderol XPeng juga tidak murah, value yang dirasakan konsumen dinilai cukup kompetitif di kelas mobil listrik premium.
β€œXPeng itu kabinnya lebih luas, terus modelnya futuristik. Jadi walaupun harganya lumayan, orang jadi punya pembanding,” kata dia.
Mencoba mobil listrik XPeng X9. Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparan
Dampaknya terasa langsung pada kecepatan penjualan. Sebelumnya, Peter bilang Denza bekas bisa terjual kurang dari 10 hari, kini waktu tunggu semakin panjang.
Peter mengaku sudah menyimpan satu unit Denza selama hampir tiga minggu belum terjual dari showroom-nya.
β€œSekarang sudah tiga minggu masih pegang unitnya. Biasanya nggak sampai 10 hari sudah keluar,” ungkapnya.
Selain faktor merek dan harga, warna kendaraan juga tetap memegang peranan penting, bahkan di segmen mobil listrik premium. Menurut Peter, warna hitam dan putih masih menjadi favorit utama konsumen Denza D9.
Mobil listrik Denza D9. Foto: Dok. kumparan
β€œWarna tetap ngaruh. Hitam sama putih paling gampang. Ada juga biru gelap, tapi peminatnya lebih spesifik,” jelasnya.
Kondisi ini menunjukkan bahwa persaingan di segmen mobil listrik premium tak hanya memanas di pasar mobil baru, tetapi juga mulai terasa di pasar mobil bekas. Masuknya pemain baru dengan spesifikasi dan value berbeda membuat konsumen semakin selektif, sekaligus menekan stabilitas harga merek yang lebih dulu hadir.
Sebagai catatan XPeng X9 dijual dalam tiga pilihan varian yakni Standard Range yang dijual Rp 990 jutaan, kemudian Long Range Pro dengan harga Rp 1,059 miliar, dan tipe tertinggi yakni Long Range Pro+ Rp 1,099 miliar on the road (OTR) Jakarta.
Sementara Denza D9 ang mejadi sub-brand premium dari BYD dipasakan dengan harga Rp 950 juta OTR Jakarta.
Trending Now