20 Tahun Hilang, Buku Catatan Charles Darwin Ditemukan, Apa Isinya?
9 April 2022 14:38 WIB
·
waktu baca 3 menit
Dua buku catatan milik ilmuwan terkenal Charles Darwin akhirnya ditemukan setelah lebih dari 20 tahun hilang secara misterius. Isi catatan itu termasuk coretan pertama tentang ‘pohon kehidupan’ yang ia gambarkan beberapa dekade lalu sebelum merumuskan teori evolusi lewat seleksi alam.
Buku catatan itu merupakan bagian dari Arsip Darwin di Perpustakaan Cambridge University di Inggris, berisi jurnal, manuskrip, dan lebih dari 1.500 surat yang ditulis oleh Darwin. Jurnal-jurnal itu awalnya disimpan di Special Collections Strong Rooms dengan tingkat keamanan yang sangat tinggi. Catatan itu kemudian diambil dari tempatnya pada 2000 untuk pemotretan.
Petugas perpustakaan mengira buku catatan Darwin telah dikembalikan ke tempat asalnya setelah sesi pemotretan berakhir. Namun, dalam pemeriksaan rutin yang dilakukan pada Januari 2001, buku catatan itu ternyata hilang. Staf perpustakaan awalnya curiga buku catatan di simpan di tempat lain, tapi sampai tahun 2020 buku tak pernah ditemukan dan diduga telah dicuri.
Kini, kedua catatan itu muncul kembali. Catatan itu ditemukan di luar pintu kantor lantai empat di gedung berlantai 17 oleh pustakawan pada 9 Maret 2022. Jurnal dibungkus menggunakan plastik, dimasukkan ke dalam kotak dan tas berwarna merah muda cerah, dengan sebuah catatan bertuliskan “Librarian Happy Easter X”.
“Rasa lega saya saat kembalinya notebook dengan selamat sangat mendalam dan hampir tidak mungkin diungkapkan secara memadai,” kata Jessica Gardner, seorang pustakawan di Perpustakaan Universitas Cambridge, mengatakan dalam pernyataan sebagaimana dikutip Live Science. “Saya sedih mengetahui kehilangan mereka, dan kegembiraan saya saat mereka kembali sangat besar.”
Buku catatan Darwin ditemukan dalam keadaan yang sangat baik. Sementara berdasarkan analisis tinta, catatan tersebut sudah dipastikan asli. Notebook tersebut adalah bagian dari “Buku Catatan Transmutasi”, kumpulan jurnal di mana Darwin pertama kali memaparkan gagasannya tentang bagaimana hewan bertransmutasi atau berubah dari waktu ke waktu sebagai hasil adaptasi yang disebabkan oleh mutasi genetik pada DNA. Itu ditulis pada 1837, saat ia berusia 28 tahun.
Fitur menonjol dari catatan B adalah sketsa pohon kehidupan yang belum sempurna, bagaimana spesies berubah dari nenek moyangnya dari waktu ke waktu, di atasnya ditulis “Saya pikir”. Ini terjadi lebih dari 20 tahun sebelum Darwin menerbitkan teori evolusi dalam buku “On the Origin of Species” pada 1859.
Pihak perpustakaan berencana akan menyimpan catatan Darwin dengan Arsip lainnya di Perpustakaan Cambridge University, disimpan di samping arsip ilmuwan terkenal lain seperti Sir Isaac Newton dan Stephen Hawking. Sebagai informasi, ketiga ilmuwan dimakamkan di tempat yang sama, berdampingan satu sama lain di Westminster Abbey, di London, Inggris.
Adapun pencuri catatan Darwin, sampai saat ini belum diketahui meski polisi sudah menyelidikinya.
