5 Penyebab Pria Lebih Mudah Kelelahan Setelah Usia 30 Tahun
17 Desember 2025 18:16 WIB
Β·
waktu baca 4 menit
5 Penyebab Pria Lebih Mudah Kelelahan Setelah Usia 30 Tahun
Setelah memasuki usia 30 tahun, hormon testosteron pria akan menurun dan memengaruhi stamina. Apa dampaknya? kumparanSAINS

Saat pria masih berusia 20-an, aktivitas padat seperti bekerja, lalu dilanjutkan dengan hangout atau berolahraga di malam hari bukan jadi masalah besar. Namun setelah memasuki usia 30, banyak pria mulai merasakan perubahan pada staminanya.
Ya, badan jadi lebih cepat lelah meski aktivitas tidak sepadat dulu, mudah ngos-ngosan, hingga tubuh terasa lebih βberatβ untuk digerakkan. Sering mengalaminya?
Anda tidak sendiri. Secara alami, pria memang akan mengalami penurunan energi dan vitalitas setelah memasuki usia 30 tahun. Ada alasan ilmiah di balik ini, terutama terkait perubahan hormon, otot, dan sistem metabolisme tubuh, lho.
Tanda Awal dan Penyebab Penurunan Energi Pria di Usia 30 Tahun
Penurunan vitalitas pria sering kali dimulai dengan perubahan kecil, bahkan tidak selalu disadari. Misalnya, merasa lelah meskipun sudah tidur cukup, suasana hati yang lebih sensitif, hingga sulit berkonsentrasi.
Dari sinilah pentingnya memahami apa saja penyebab menurunnya energi pada pria usia 30-an agar langkah pencegahan bisa dilakukan lebih awal. Lantas, apa saja penyebabnya?
1. Menurunnya Kadar Testosteron
Hormon testosteron pada pria berperan besar dalam menjaga stamina, massa otot, dorongan seksual, hingga kestabilan emosi. Namun seiring bertambahnya usia, produksi hormon ini alami akan menurun secara bertahap.
Dilansir Mayo Clinic (2023), kadar testosteron umumnya berkurang sekitar satu persen setiap tahunnya memasuki usia 30 tahun. Penurunan inilah yang membuat pria lebih mudah lelah, bahkan menurunnya gairah seksual.
2. Massa Otot Berkurang
Setelah usia 30, tubuh pria juga mulai kehilangan massa otot. Menurut jurnal yang dilansir Harvard Health Publishing (2022), setelah usia 30, pria akan mulai kehilangan 3-5 persen massa otot per dekade. Bila ditotal, kebanyakan pria akan kehilangan sekitar 30 persen massa ototnya selama hidup mereka.
Ketika massa otot berkurang, aktivitas sehari-hari seperti mengangkat barang atau berolahraga akan membuat tubuh mudah lelah. Saat cedera otot, pria juga membutuhkan waktu lebih lama untuk pulih.
3. Gaya Hidup Kurang Aktif
Rutinitas kerja yang padat, waktu duduk lebih lama, serta minimnya aktivitas fisik membuat tubuh jarang bergerak secara optimal. Nah, kebiasaan kurang aktif ini dapat memperlambat metabolisme tubuh dan menurunkan daya tahan otot, lho.
Kurang gerak juga dapat memengaruhi keseimbangan hormon, termasuk testosteron yang berperan dalam menjaga stamina. Dalam jangka panjang, hal ini bisa membuat tubuh kurang bertenaga dan mudah kehilangan fokus.
4. Stres dan Kelelahan Mental
Pria berusia 30-an rentan terhadap berbagai masalah kesehatan mental. Namun berdasarkan laman organisasi kesehatan mental Australia, Beyond Blue, hanya 37 persen laki-laki yang mendapatkan dukungan terkait masalah kesehatan mentalnya.
Ketika seseorang mengalami stres atau tekanan emosional terus-menerus, otak akan terus aktif dalam waktu lama, sehingga memaksa tubuh bekerja βlebih kerasβ, bahkan saat tidak melakukan aktivitas fisik. Ditambah, hormon stres seperti kortisol pun ikut meningkat dan menyebabkan gangguan tidur.
5. Kekurangan Asupan Nutrisi
Tubuh membutuhkan energi dari makanan untuk menjalankan fungsinya. Ketika asupan nutrisi tidak mencukupi, proses pembentukan energi dalam tubuh juga menjadi tidak optimal. Akibatnya, tubuh lebih cepat lelah, terasa lemas, dan daya tahan menurun meski aktivitas yang dilakukan tidak terlalu berat.
Selain memenuhi asupan nutrisi yang disarankan serta menerapkan gaya hidup lebih sehat, menjaga energi agar tetap stabil di umur 30-an juga bisa dilakukan dengan mengonsumsi suplemen tambahan dengan kandungan alami yang dibutuhkan oleh pria.
Salah satu solusi berbasis alami yang bisa menjadi alternatif untuk menjaga energi pria adalah EROJAN. Diproduksi oleh Wellous Indonesia, EROJAN merupakan obat tradisional berbahan tanaman herbal yang diformulasikan khusus untuk pria, seperti Eurycoma longifolia Radix Ekstrak (Tongkat Ali), Butea superba Radix Ekstrak, Lepidium meyenii Radix Ekstrak (Maca), Tribulus terrestis Fructus Ekstrak, Epimedium brevicornum Folium Ekstrak (Horny Goat Weed) dan Cuscuta chinensis Herba Ekstrak.
Tanaman herbal tersebut memiliki fungsinya masing-masing untuk stamina pria, di antaranya:
Suplemen ini cocok untuk pria yang aktif berolahraga, memiliki mobilitas tinggi, maupun mereka yang ingin menjaga performa tubuh tetap optimal. Bagi pria berusia di atas 30 tahun, produk juga ini dapat menjadi suplemen pendamping untuk membantu menjaga stamina sekaligus mendukung keseimbangan hormon testosteron agar tubuh tetap bertenaga dan siap menghadapi rutinitas sehari-hari.
EROJAN telah terdaftar resmi di BPOM serta mengantongi sertifikasi Halal Indonesia, sehingga dapat dikonsumsi sesuai aturan pakai. Untuk informasi lebih lanjut mengenai EROJAN, Anda bisa mengunjungi erojanofficialid.com atau akun Instagram resmi @erojanofficial.id.
