Alasan Orang AS Lebih Suka Makan Telur Ayam daripada Telur Kalkun
30 Mei 2025 13:09 WIB
ยท
waktu baca 3 menit
Alasan Orang AS Lebih Suka Makan Telur Ayam daripada Telur Kalkun
Orang Amerika Serikat yang notabene banyak peternak kalkun juga jarang lho makan telur kalkun. kumparanSAINS

Pernah makan telur kalkun? Atau jangankan makan, pegang saja belum? Tak usah khawatir, kamu nggak sendirian. Orang Amerika Serikat yang notabene banyak peternak kalkun juga jarang lho makan telur unggas yang satu ini.
Ada alasan di balik semuanya. Menurut Oregon Department of Fish and Wildlife, di alam liar, induk kalkun akan membangun sarang di tanah di suatu tempat yang terlindungi di hutan. Ia kemudian mulai bertelur selama dua minggu. Selama waktu tersebut, satu telur dapat keluar setiap 24 hingga 32 jam sekali, biasanya menghasilkan 9 hingga 13 telur.
Banyak hal yang harus dilakukan oleh induk kalkun yang baru. Ketika telur-telur itu menetas, anak-anak kalkun akan tetap berada di bawah tubuh induknya. Induk kalkun sesekali keluar untuk makan dan kembali ke sarang untuk mengerami telur yang belum menetas. Nah, bagi peternak kalkun, ini saja tidak cukup.
Kenapa kita tidak makan telur kalkun, malah telur ayam?
Di AS, ada sekitar 2.500 peternak kalkun. Jumlah kalkun yang banyak membuat telur kalkun juga banyak, tapi mereka tidak memasok telur-telur itu ke pasar. Selain karena harganya tidak sepadan, ada alasan lain di balik hal ini.
Ayam yang sehat dapat bertelur hampir setiap hari. Perputaran telur kalkun dibilang lama, selama 32 jam. Ya, lebih lama dibanding ayam biasa. Ditambah lagi, kalkun membutuhkan waktu tujuh bulan untuk mencapai usia bertelur dibandingkan ayam dengan masa tunggu selama lima bulan. Selain itu, kalkun bukanlah sumber menarik bagi peternak unggas yang ingin menjual telur.
Kalau kamu belum pernah melihat kalkun akhir-akhir ini, foto di atas mungkin bisa mengingatkanmu betapa besarnya mereka. Memelihara kalkun tidaklah murah. Ini karena mereka membutuhkan ruang dan makanan ekstra untuk tumbuh. Secara finansial, hal itu tidak menguntungkan dibandingkan dengan unggas peliharaan lain di pasar telur.
Apakah telur kalkun bisa dimakan?
Tentu saja telur kalkun bisa dimakan. Menurut Modern Farm, telur kalkun memiliki rasa yang sangat mirip dengan telur ayam. Hanya saja, sedikit lebih besar dengan cangkang yang lebih keras dan selaput lebih tebal.
Kalau telur penguin bagaimana? Menarik untuk dibahas. Menurut Robert Headland, rekan senior Scott Polar Research Institute di University of Cambridge, Inggris, rasa telur penguin agak amis karena krill merupakan bagian utama dari makanannya. Donald Morrison, yang tinggal di Kepulauan Falklands, mengatakan bahwa telur penguin membuat pavlova yang renyah, dan kalau direbus, telurnya terasa lebih istimewa.
Telur ayam kaya akan ovalbumin, telur penguin mengandung 25 persen penalbumin, yang membantu mereka bertahan hidup di suhu beku di wilayah tersebut.
Jadi, masih penasaran mau coba telur kalkun atau penguin? Mending nggak usah, lebih baik makan telur ayam saja, Gais.
