Arkeolog Temukan Harta Karun Ratusan Koin Emas dan Perak Berusia 2.500 Tahun

11 Oktober 2025 16:00 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Arkeolog Temukan Harta Karun Ratusan Koin Emas dan Perak Berusia 2.500 Tahun
Para arkeolog di Republik Ceko menemukan harta karun berupa koin emas dan perak, serta perhiasan emas.
kumparanSAINS
Koin emas dari periode La Tène dalam budaya Celtic di Eropa Tengah berusia 2.000 tahun lalu. Foto: Museum and Gallery of Northern Pilsen
zoom-in-whitePerbesar
Koin emas dari periode La Tène dalam budaya Celtic di Eropa Tengah berusia 2.000 tahun lalu. Foto: Museum and Gallery of Northern Pilsen
Para arkeolog di Republik Ceko menemukan harta karun berupa koin emas dan perak, perhiasan emas, serta berbagai artefak lain berusia sekitar 2.500 tahun. Harta kartun itu berasal dari masa periode Keltik di wilayah tersebut.
Penemuan terjadi di sebuah lokasi arkeologi yang dirahasiakan di wilayah Pilsen, Ceko bagian barat. Dalam lima tahun terakhir, tim peneliti menggali situs tersebut dan menemukan berbagai benda berharga peninggalan bangsa Keltik kuno.
“Tujuan utama proyek ini adalah menyelamatkan temuan arkeologi yang rentan hilang karena penambang ilegal, aktivitas pertanian, dan faktor alam,” kata Jan Mařík, Direktur Institut Arkeologi dari Akademi Ilmu Pengetahuan Republik Ceko, dikutip Live Science.
Pemerintah setempat sengaja tidak mengungkap lokasi pasti situs yang berada di daerah pedesaan utara Pilsen, untuk menghindari pemburuan liar menggunakan detektor logam.
Foto-foto yang dirilis menunjukkan para arkeolog tengah menggali koin emas dan perak kecil dengan ukiran rumit bergambar hewan, serta potongan perhiasan emas. Selain itu, mereka juga menemukan berbagai artefak logam lain, seperti potongan batangan emas dan perak, gesper, peniti, gelang, liontin, hingga figur kuda dari perunggu.
Beberapa artefak kini dipamerkan di Museum Mariánská Týnice, sebuah desa kecil yang dulunya menjadi tujuan ziarah umat Kristen sejak abad pertengahan karena adanya biara besar dari ordo Cistercian di sana.
Kepingan koin emas yang ditemukan di sebuah lokasi arkeologi yang dirahasiakan di wilayah Pilsen, Ceko bagian barat. Foto: Museum and Gallery of Northern Pilsen
Yang membuat penemuan ini semakin menarik, banyak koin emas dan perak yang ditemukan ternyata berasal dari pencetak yang sebelumnya tidak diketahui. Temuan ini menantang pengetahuan arkeolog selama ini tentang sistem mata uang bangsa Keltik di kawasan tersebut.
Menariknya, para peneliti tidak menemukan tanda-tanda pemukiman permanen di lokasi itu. Hal ini mengindikasikan bahwa tempat tersebut mungkin dulunya berfungsi sebagai pasar musiman atau tempat pesta rakyat.
“Kemungkinan besar, ini adalah area dengan aktivitas yang bersifat musiman, di mana orang-orang secara tak sengaja menjatuhkan benda-benda kecil seperti koin,” jelas David Daněček, arkeolog dari Institut Arkeologi Republik Ceko.
Keberadaan emas dan perak di lokasi juga mendukung teori itu.
“Barang-barang tersebut mungkin digunakan sebagai alat tukar sendiri, atau bisa juga ditambang di bawah pengawasan penguasa wilayah setempat,” tambahnya.
Tak semua harta karun langsung ditampilkan ke publik. Beberapa artefak paling berharga masih disimpan di tempat rahasia.
kepingan emas yang ditemukan di wilayah Pilsen, Ceko bagian barat. Foto: Museum and Gallery of Northern Pilsen
“Benda-benda unik disimpan di tempat aman dan baru akan diperlihatkan setelah evaluasi ilmiah seluruh temuan selesai,” ungkap Pavel Kodera, Direktur Museum Mariánská Týnice.
Selama ini, bangsa Keltik sering diasosiasikan dengan Eropa Barat seperti Irlandia. Namun temuan dan catatan sejarah menunjukkan bahwa peradaban Keltik justru pernah tersebar luas di benua Eropa, mulai dari Semenanjung Iberia, Anatolia (Turki kuno), hingga wilayah yang kini menjadi Republik Ceko.
Fase awal budaya Keltik dikenal sebagai Kebudayaan Hallstatt (sekitar 1200 - 450 SM), sementara puncaknya disebut Kebudayaan La Tène (sekitar 450 - 50 SM) yang berkembang di Prancis, Jerman, dan kawasan sekitarnya.
Ini bukan kali pertama Ceko menjadi lokasi penemuan besar peninggalan Keltik. Pada Juli lalu, para arkeolog juga menemukan ratusan koin dan lebih dari 1.000 perhiasan dari pemukiman Keltik berusia 2.200 tahun di wilayah Bohemia.
Penemuan-penemuan ini menegaskan bahwa Eropa Tengah pernah menjadi pusat penting peradaban Keltik kuno yang kaya budaya, perdagangan, dan keindahan seni logam yang memukau hingga kini.
Trending Now