Asal Usul Kucing Bisa Berbulu Oranye dan Kenapa Umumnya Berjenis Kelamin Jantan?

19 Mei 2025 18:39 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Asal Usul Kucing Bisa Berbulu Oranye dan Kenapa Umumnya Berjenis Kelamin Jantan?
Setelah 100 tahun mencari dan lama jadi teka-teki, peneliti akhirnya mengetahui alasan bulu kucing ada yang berwarna oranye.
kumparanSAINS
Ilustrasi manten kucing. Foto: sweet marshmallow/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi manten kucing. Foto: sweet marshmallow/Shutterstock
Setelah lebih dari 100 tahun lamanya, peneliti kini mengetahui asal usul kucing berwarna oranye. Mereka menemukan mutasi genetik dari gambaran genom kromosom X seekor kucing.
Sebagian besar kucing oranye punya jenis kelamin jantan. Kucing jantan hanya membawa satu kromosom X (yang lainnya adalah Y). Mereka membawa salinan mutasi yang menyebabkan bulu oranye, mereka akan menjadi oranye sepenuhnya.
Kucing betina memiliki dua kromosom X โ€“ dan sangat tidak mungkin keduanya akan membawa mutasi bulu oranye, oleh karena itu hanya ada sedikit kucing betina yang sepenuhnya berwarna oranye. Namun, mereka mungkin masih membawa mutasi tersebut pada salah satunya, yang menyebabkan beberapa kucing betina memiliki bulu belang-belang oranye atau bulu bercorak kura-kura.
"Corak merah dan hitam ini terbentuk karena, pada awal perkembangan, satu kromosom X di setiap sel dimatikan secara acak," jelas ahli genetika Universitas Kyushu sekaligus penulis utama penelitian, Hiroyuki Sasaki dalam sebuah pernyataan dilansir IFL Science.
"Saat sel membelah, mereka menciptakan area dengan gen warna bulu aktif yang berbeda, sehingga menghasilkan corak warna kulit yang berbeda."
Bulu oranye muncul akibat aktivitas penghapusan kecil di wilayah non-coding gen ARHGAP36. Perubahan kecil ini tidak memengaruhi protein yang dikodekan oleh gen tersebut, hanya saja aktivitasnya yang meningkat.
Bulu berdiri juga dapat diamati ketika kucing bertengkar Foto: Vshivkova/Shutterstock
Menariknya, ARHGAP36 tidak diekspresikan dalam sel pada pigmen tikus, sel pigmen manusia, atau sel pigmen kucing dari kucing non-oranye," kata Christopher Kaelin, ilmuwan senior genetika di Stanford Medicine dan penulis utama studi lainnya.
"Mutasi pada kucing oranye mengaktifkan ekspresi ARGHAP36 dalam jenis sel, sel pigmen yang biasanya tidak diekspresikan."
Sasaki dan tim berikutnya akan mempelajari fungsi ARHGAP36 pada tingkat molekuler. Hal itu berguna tidak hanya untuk menelusuri awal mula bulu kucing bermutasi jadi oranye, tetapi juga mengidentifikasi keberadaannya pada manusia, karena kita juga memiliki gen ini.
Kapan dan di mana mutasi pada ARHGAP36 muncul? "Ini adalah sesuatu yang muncul pada kucing domestik, mungkin pada awal proses domestikasi," kata Kaelin.
"Kami tahu itu karena ada lukisan yang berasal dari abad ke-12 yang memperlihatkan gambar kucing calico yang jelas. Jadi, mutasi ini sudah cukup lama."
Kedua penelitian tersebut diterbitkan dalam jurnal 'Current Biology, berjudul A deletion at the X-linked ARHGAP36 gene locus is associated with the orange coloration of tortoiseshell and calico cats' dan 'Molecular and genetic characterization of sex-linked orange coat color in the domestic cat.'
Trending Now