Bermain Game Punya Efek Tak Terduga pada IQ Anak, Apa Itu?
17 Desember 2024 13:14 WIB
Β·
waktu baca 2 menit
Bermain Game Punya Efek Tak Terduga pada IQ Anak, Apa Itu?
Para peneliti menemukan hubungan bermain game dengan kecerdasan pada anak-anak.kumparanSAINS

Para peneliti menemukan hubungan antara bermain game dengan kecerdasan pada anak-anak. Studi menyimpulkan bermain game dapat meningkatkan IQ anak, temuan yang cukup bertentangan dengan narasi yang beredar bahwa game bisa bikin anak bodoh.
βMedia digital mendefinisikan masa kanak-kanak di zaman modern, tapi efek kognitifnya tidak jelas dan masih diperdebatkan,β tulis para peneliti dari Belanda, Jerman, dan Swedia dalam makalah yang terbit di Science Reports.
βKami percaya bahwa penelitian dengan data genetik dapat mengklarifikasi klaim kausal dan mengoreksi peran predisposisi genetik yang biasanya tidak diperhitungkan.β
Para peneliti mengamati catatan streaming video pada 9.855 anak di AS berusia 9 hingga 10 tahun. Rata-rata anak menghabiskan 2,5 jam sehari untuk menonton TV atau video game, dengan rincian 1 jam bermain video game, dan setengah jam bersosialisasi melalui internet.
Dua tahun kemudian, ilmuwan kembali melihat data 5.000 anak-anak yang terlibat dalam studi sebelumnya. Selama periode ini, anak-anak yang lebih banyak menghabiskan waktu bermain game mengalami peningkatan IQ sebesar 2,5 poin di atas rata-rata.
Peningkatan poin IQ ini didasarkan pada kinerja anak-anak menyelesaikan tugas yang mencakup pemahaman membaca, pemrosesan visual-spasial, dan tugas yang fokus pada memori, pemikiran fleksibel, dan pengendalian diri.
Penting untuk dicatat, meski penelitian ini hanya mengamati anak-anak di AS dan jenis gamenya tidak dibedakan, studi ini tetap merupakan wawasan berharga tentang hubungan antara bermain game dan IQ.
βHasil penelitian kami mendukung klaim bahwa waktu streaming video secara umum tidak mengganggu kemampuan kognitif anak-anak, dan sebaliknya bermain video game justru dapat membantu meningkatkan kecerdasan,β kata Torkel Klingberg, ahli saraf dari Karolinska Institute di Swedia pada 2022 saat penelitian ini diterbitkan.
Ini bukanlah studi pertama yang menemukan adanya hubungan antara waktu yang dihabiskan anak-anak untuk bermain game dengan perkembangan kemampuan kognitif mereka.
Peneliti mengatakan, ukuran sampel yang kecil, metode penelitian yang berbeda, dan kurangnya pertimbangan terhadap pengaruh genetik dan sosial-ekonomi telah menyebabkan laporan yang saling bertentangan ihwal dampak waktu streaming video.
Artinya, ada banyak faktor yang berperan, baik dalam hal bagaimana kecerdasan dapat berkembang dan dibentuk, maupun dalam berbagai cara di mana waktu streaming video dapat memengaruhi tubuh dan kebiasaan kita, sehingga diperlukan lebih banyak penelitian.
βKami tidak meneliti dampak perilaku layar pada aktivitas fisik, tidur, kesejahteraan, atau kinerja sekolah, jadi kami tidak mengatakan apa pun tentang itu,β kata Klingberg. βKami sekarang akan mempelajari dampak faktor lingkungan lainnya dan bagaimana dampak kognitif berhubungan dengan perkembangan otak anak.β
