China Kirim Misi Darurat Buat Jemput 3 Astronot yang Terdampar di Luar Angkasa

26 November 2025 8:00 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
China Kirim Misi Darurat Buat Jemput 3 Astronot yang Terdampar di Luar Angkasa
China luncurkan misi darurat Shenzhou-22 nirawak. Tujuannya menjemput 3 astronot yang 'terdampar' di stasiun luar angkasa Tiangong akibat pesawat rusak dihantam puing.
kumparanSAINS
Roket pembawa Long March-2F, yang membawa pesawat ruang angkasa Shenzhou-20 dan tiga awak astronot, lepas landas dari Pusat Peluncuran Satelit Jiuquan di Gurun Gobi, Tiongkok barat laut pada 24 April 2025. Foto: Pedro PARDO / AFP
zoom-in-whitePerbesar
Roket pembawa Long March-2F, yang membawa pesawat ruang angkasa Shenzhou-20 dan tiga awak astronot, lepas landas dari Pusat Peluncuran Satelit Jiuquan di Gurun Gobi, Tiongkok barat laut pada 24 April 2025. Foto: Pedro PARDO / AFP
China resmi meluncurkan misi antariksa darurat pertama pada Selasa (25/11). Langkah cepat ini diambil untuk mengatasi risiko keselamatan serius di stasiun luar angkasa milik mereka, Tiangong. Di sana tiga astronot mereka bertugas tanpa memiliki pesawat yang layak untuk membawa mereka pulang ke Bumi.
Pesawat ruang angkasa Shenzhou-22 berangkat tanpa awak (nirawak), diluncurkan menggunakan roket Long March-2F dari Pusat Peluncuran Satelit Jiuquan di barat laut China. Badan Antariksa Berawak China (CMSA) mengonfirmasi keberhasilan peluncuran tersebut.
"Pesawat ruang angkasa berhasil memisahkan diri dari roket dan memasuki orbit yang direncanakan, misi peluncuran sukses total," tulis CMSA dalam pernyataan resminya dalam laporan mengutip laporan Reuters.
Misi penyelamatan ini sendiri dipicu oleh insiden yang terjadi awal bulan ini. Pada 5 November, pesawat Shenzhou-20, yang seharusnya membawa pulang trio astronot sebelumnya, dinyatakan tidak layak terbang.
CMSA menyebut penyebabnya karena jendela kapsul pengembalian Shenzhou-20 mengalami keretakan, yang diduga kuat akibat hantaman puing-puing antariksa (space debris).
Kondisi ini memaksa otoritas China mengambil keputusan cepat pada 14 November. Mereka menggunakan satu-satunya pesawat yang layak terbang yang tersisa di stasiun saat itu, yakni Shenzhou-21 (yang baru saja tiba membawa kru baru menggantikan kru Shenzhou-20: Wang Jie, Chen Zhongrui, dan Chen Dong), untuk memulangkan kru lama lebih awal.
Keputusan tersebut membuat tiga astronot Shenzhou-21 (Zhang Lu, Wu Fei, dan Zhang Hongzhang) yang saat ini tinggal di Tiangong "terdampar".
Mereka tidak memiliki pesawat cadangan untuk mengevakuasi diri jika terjadi keadaan darurat di stasiun luar angkasa sehingga kedatangan Shenzhou-22 diharapkan segera menghilangkan risiko keselamatan tersebut.
Astronot untuk misi luar angkasa Shenzhou-20 China melambaikan tangan dalam upacara keberangkatan ke pesawat luar angkasa Shenzhou-20 di Pusat Peluncuran Satelit Jiuquan di gurun Gobi, China, Kamis (24/4/2025). Foto: Pedro Pardo/AFP

Bawa Suku Cadang dan Makanan Segar

Shenzhou-22 tidak hanya datang sebagai 'sekoci penyelamat'. Pesawat ini membawa kargo penting berupa suku cadang untuk Tiangong, serta peralatan khusus untuk memperbaiki retakan jendela pada pesawat Shenzhou-20 yang masih terparkir di stasiun. Selain itu, pesawat ini juga mengangkut buah-buahan dan sayuran segar bagi para kru.
Setelah tiba dan bersandar (docking) di stasiun luar angkasa, Shenzhou-22 akan tetap berada di sana hingga sekitar April 2026, jadwal akhir misi ketiga astronot saat ini. Pesawat inilah yang nantinya akan digunakan untuk mengangkut kru Shenzhou-21 kembali ke Bumi setelah misi mereka selesai.
Pejabat CMSA, He Yuanjun, mengatakan kepada CCTV menyebut berkat kesiapsiagaan mereka, otoritas China hanya butuh waktu 16 hari untuk mengeksekusi prosedur peluncuran darurat ini.
"Peluncuran darurat ini adalah yang pertama bagi China, namun saya berharap ini akan menjadi yang terakhir dalam perjalanan umat manusia di luar angkasa," ujar He.
Trending Now