Ilmuwan Sulap Ampas Kopi Jadi Campuran Beton Super Kuat
21 Oktober 2025 12:30 WIB
ยท
waktu baca 3 menit
Ilmuwan Sulap Ampas Kopi Jadi Campuran Beton Super Kuat
Ilmuwan Australia menemukan ampas kopi yang dipanaskan dapat membuat beton hingga 30% lebih kuat, menawarkan solusi ramah lingkungan bagi limbah organik dan penambangan pasir.kumparanSAINS

Ilmuwan di Australia menemukan cara baru untuk memanfaatkan ampas kopi yang dibakar dapat membuat beton hingga 30% lebih kuat. Resep pintar ini dapat memecahkan beberapa masalah sekaligus.
Dalam penelitian yang di publikasi di Journal of Cleaner Production, setiap tahun dunia dapat menghasilkan sekitar 10 miliar Kg limbah kopi, yang sebagian besar berakhir di tempat pembuangan sampah.
"Pembuangan limbah organik menimbulkan tantangan lingkungan karena mengeluarkan sejumlah besar gas rumah kaca, termasuk metana dan karbon dioksida yang berkontribusi terhadap perubahan iklim," kata Rajeev Roychand, insinyur Universitas RMIT, mengutip Science Alert.
Selain itu, dengan maraknya pasar konstruksi di seluruh dunia, permintaan terhadap beton yang membutuhkan banyak sumber daya juga semakin meningkat, sehingga menyebabkan munculnya serangkaian tantangan lingkungan lainnya.
Insinyur RMIT, Jie Lie, mengatakan penambangan pasir alam yang terus berlangsung di seluruh dunia, biasanya diambil dari dasar dan tepian sungai untuk memenuhi permintaan industri konstruksi yang terus meningkat pesat.
Hal ini tentunya menjadi dampak besar bagi lingkungan, ada tantangan kritis dan panjang dalam menjaga pasokan pasir berkelanjutan karena keterbatasan sumber daya dan dampak lingkungan dari penambangan pasir.
"Dengan pendekatan ekonomi sirkular, kita dapat mencegah sampah organik berakhir di tempat pembuangan akhir dan juga lebih baik dalam melestarikan sumber daya alam kita seperti pasir," ujar Lie.
Produk organik seperti ampas kopi tidak dapat ditambahkan langsung ke campuran beton karena mengandung bahan kimia yang dapat melemahkan kekuatan bahan bangunan. Jadi dengan menggunakan tingkat energi rendah, tim memanaskan ampas kopi hingga lebih dari 350ยฐC sambil menghilangkan oksigen.
Proses ini disebut pirolisis, yang memecah molekul organik, menghasilkan arang berpori, dan kaya karbon yang disebut biochar yang dapat membentuk ikatan sehingga menyatu dengan matriks semen.
Roychand dan rekannya juga mencoba melakukan pirolisis bubuk kopi pada suhu 500ยฐC, tetapi partikel biochar yang dihasilkan tidak sekuat itu. Para peneliti memperingatkan bahwa mereka masih perlu menilai daya tahan jangan panjang produk semen mereka.
Mereka kini sedang menguji bagaimana semen kopi hibrida bekerja dalam siklus beku atau cair, penyerapan air, abrasi, dan berbagai tekanan lainnya. Tim ini juga berupaya menciptakan biochar dari sumber limbah organik lainnya, termasuk kayu, makanan, dan pertanian.
"Penelitian kami masih dalam tahap awal, tetapi temuan menarik ini menawarkan cara inovatif untuk mengurangi jumlah sampah organik yang berakhir di tempat pembuangan akhir (TPA)," ungkap insinyur RMIT, Shannon Kilmartin-Lynch.
Inspirasi penelitian mereka merupakan dari perspektif masyarakat pribumi, melibatkan negara, memastikan adanya siklus hidup yang berkelanjutan untuk semua material, dan menghindari pembuangan material ke tempat pembuangan akhir untuk meminimalkan dampak terhadap lingkungan.
Reporter: Muhamad Ardiyansyah
