Ilmuwan Temukan Hiu Paus Raksasa Pertama dengan Tulang Belakang Bengkok

25 September 2025 8:00 WIB
Β·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilmuwan Temukan Hiu Paus Raksasa Pertama dengan Tulang Belakang Bengkok
Para ilmuwan dikejutkan dengan temuan seekor hiu paus yang memiliki punggung bengkok.
kumparanSAINS
Hiu paus dengan punggung bengkok membentuk huruf S. Foto: NOAA/Eric Hoffmayer
zoom-in-whitePerbesar
Hiu paus dengan punggung bengkok membentuk huruf S. Foto: NOAA/Eric Hoffmayer
Para ilmuwan yang tengah memantau populasi hiu paus (Rhincodon typus) di perairan Amerika Serikat dikejutkan dengan temuan seekor individu yang memiliki punggung bengkok, melengkung seperti huruf S ke arah ekornya.
Hiu paus ini diduga mengalami kondisi langka bernama kyphoscoliosis, menjadikannya kasus pertama kelainan tulang belakang yang pernah tercatat pada spesies ikan terbesar di dunia tersebut.
Hiu paus berukuran 6 meter ini pertama kali terlihat pada 2010 oleh peneliti dari National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) di Teluk Meksiko bagian utara. Tiga tahun kemudian, hewan yang sama kembali terpantau, dan tim memasang penanda satelit di tubuhnya untuk memantau pergerakan serta perilakunya.
Hasilnya, dalam 98 hari penanda tersebut aktif, hiu paus ini menempuh perjalanan sejauh 2.062 km, menunjukkan bahwa kelainan tulang belakang tidak menghentikan naluri alaminya untuk bermigrasi jauh. Tak hanya itu, ia juga terlihat makan telur ikan di permukaan laut, sama seperti hiu paus lain di sekitarnya.
Kasus kelainan tulang belakang sebenarnya pernah ditemukan pada beberapa jenis hiu lain. Namun, ini adalah kali pertama pada hiu paus.
Hiu paus bisa tumbuh hingga 18 meter, menjelajah samudra dengan lambat sambil menyaring plankton dan ikan kecil sebagai makanannya. Meski disebut β€œpaus”, hewan ini bukan mamalia laut, melainkan ikan terbesar non-cetacea yang masih hidup hingga kini.
Hiu paus dengan punggung bengkok membentuk huruf S. Foto: NOAA/Eric Hoffmayer
Para peneliti menduga, gaya hidup hiu paus yang bergerak lamban membuat kelainan tulang belakang ini tidak banyak mengganggu kelangsungan hidupnya.
β€œMeski deformitas tulang belakang mengubah bentuk tubuh dan menambah hambatan saat berenang, hiu paus tidak memerlukan kecepatan tinggi seperti hiu pelagis lain karena mereka penyaring makanan,” tulis peneliti dalam laporannya sebagaimana dikutip IFL Science.
Kyphoscoliosis pada manusia adalah kondisi tulang belakang melengkung abnormal dalam dua bidang, yakni samping (koronal) dan depan-belakang (sagital).
Penyebabnya beragam. Ada yang lahir dengan kondisi ini (kongenital), ada pula yang berkembang karena penyakit seperti distrofi otot, cerebral palsy, atau kelainan jaringan ikat. Selain itu, bisa juga dipicu infeksi, trauma, tumor, atau degenerasi tulang belakang.
Meski kasus hiu paus ini masih misterius, tapi para peneliti menduga ia lahir dengan kelainan tersebut. Meski kemungkinan trauma akibat tabrakan kapal atau jeratan alat tangkap ikan di usia muda tidak sepenuhnya bisa dikesampingkan, foto dan video yang dianalisis tidak menunjukkan bekas luka atau pola bintik yang terganggu.
Hal ini memperkuat dugaan bahwa kelainan tersebut bersifat kongenital, yang berkembang perlahan seiring waktu. Adapun temuan ini telah dipublikasikan dalam Journal of Fish Biology.
Trending Now