Ini Toilet Rp 338 Miliar untuk Buang Air di Luar Angkasa

8 Oktober 2020 10:06 WIB
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ini Toilet Rp 338 Miliar untuk Buang Air di Luar Angkasa
Para peneliti NASA membuat sebuah toilet super mewah dengan harga Rp 342 miliar yang akan dikirim ke Stasiun Luar Angkasa (ISS). #kumparanSAINS
kumparanSAINS
Toilet yang dikirim ke Stasiun Luar Angkasa (ISS). Foto: YouTube/ESA
zoom-in-whitePerbesar
Toilet yang dikirim ke Stasiun Luar Angkasa (ISS). Foto: YouTube/ESA
Bumi adalah planet paling sempurna untuk didiami seluruh makhluk hidup. Air, tanah, dan udara menjadi penunjang kehidupannya. Begitupun juga gravitasi yang membuat manusia bisa berpijak dengan sempurna di permukaan.
Berkat itu semua, manusia dapat melakukan berbagai aktivitas tanpa kesulitan, termasuk makan, minum, dan aktivitas lainnya. Tetapi di luar angkasa, semua aktivitas yang kamu lakukan akan jauh lebih sulit. Bahkan, perlu alat bantu khusus yang dibuat dengan teknologi canggih untuk menunjang aktivitas selama di luar angkasa.
Selain membuat pena khusus yang dirancang dapat bekerja di lingkungan nol gravitasi, kali ini para ilmuwan National Aeronautic Space Administration (NASA) berhasil merancang toilet super mewah seharga 23 juta dolar AS (sekitar Rp 338 miliar) untuk digunakan di Stasiun Luar Angkasa (ISS). Kok bisa harga toilet luar angkasa sangat mahal?
Toilet luar angkasa sebelumnya dibuat di Rusia, punya ukuran besar dan bobot yang sangat berat. Kini, toilet yang baru dirancang memiliki berat yang jauh lebih ringan, sekitar 45 kilogram dan dengan bentuk 65 persen lebih kecil dari toilet sebelumnya.
Toilet baru ini juga dibuat dengan mempertimbangkan anatomi wanita serta didesain untuk menampung lebih banyak limbah. Toilet juga dirancang agar limbah tidak keluar dari pesawat dan melayang di luar angkasa.
Selain itu, toilet baru juga bisa menangani urine diproses dengan aman berkat sistem daur ulang pesawat ruang angkasa. Kendati begitu, NASA tidak akan mengganti toilet dalam waktu dekat ini dan diperkirakan akan tetap digunakan hingga akhir masa pakai Stasiun Luar Angkasa.
Trending Now