Jakarta dan 32 Kota di AS Terancam Tenggelam, Jadi Sorotan Media Asing
9 Maret 2024 17:00 WIB
·
waktu baca 3 menit
Jakarta dan 32 Kota di AS Terancam Tenggelam, Jadi Sorotan Media Asing
32 kota di Amerika Serikat, ermasuk New York hinggga Miami terancam tenggelam karena air laut.kumparanSAINS

32 Kota di wilayah pesisir di AS, terancam tenggelam oleh air laut. Masuknya air laut ini bukan tanpa sebab, yakni gara-gara penurunan permukaan tanah, seperti yang terjadi di Jakarta.
Beberapa kota besar itu yakni New York, Boston San Fransisco hingga Miami. Dalam studi baru di jurnal Nature berjudul ‘Disappearing cities on US coasts.'
Peneliti memodelkan dampak ganda dari naiknya permukaan air laut dan tenggelamnya daratan. Di wilayah pesisir AS, permukaan air laut diperkirakan akan naik hingga 0,3 meter pada tahun 2050 mendatang.
“Penghilangan penurunan permukaan tanah dalam perkiraan banjir sebelumnya, sebagian besar dapat dikaitkan dengan sifat bertahapnya, yang seringkali luput dari perhatian,” kata Leonard Ohenhen, ahli geofisika di Virginia Tech di Blacksburg dilansir Live Science.
“Temuan penelitian kami, meskipun pada tingkat tertentu sudah diantisipasi, mengingat pengetahuan yang ada tentang penurunan permukaan tanah, tetap saja mengejutkan.”
Sejak abad ke-20, perubahan iklim telah mencairkan gletser dan memanaskan air laut. Kondisi ini menyebabkan permukaan air laut naik sekitar 0,13 inci (3,4 milimeter) per tahun dalam tiga dekade terakhir.
Pada saat yang sama, daratan di wilayah pesisir perlahan tenggelam akibat berbagai faktor: kota-kota besar tumbuh semakin tinggi dan berat; daratan pesisir bergeser ke bawah setelah berakhirnya zaman es terakhir. Material seperti gas, air, dan material lainnya terangkat secara massal dari bawah tanah, sehingga membuat tanah di bawah kota menjadi ‘kopong’
Karena inilah, kota-kota pesisir mulai tenggelam sebanyak 0,2 inci (5 mm) per tahun. Angka ini merupakan tiga kali lipat perubahan permukaan laut relatif, di sekitar wilayah yang terkena dampak.
Untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang ancaman yang ditimbulkan oleh kenaikan permukaan air laut, para peneliti memasukkan data akurat yang diperoleh radar yang memetakan penurunan permukaan tanah di sekitar 32 kota di AS di sepanjang pantai Atlantik, Pasifik, dan Teluk ke dalam model bahaya banjir. Mereka kemudian memetakan daerah-daerah yang paling rawan banjir. beresiko.
Dengan menggabungkan peta banjir dengan data populasi dari Sensus AS tahun 2010, para ilmuwan menghasilkan beberapa perkiraan kasar mengenai kerugian manusia dan ekonomi yang disebabkan oleh banjir di masa depan.
Jika tidak ada langkah pencegahan yang diambil, mereka menemukan bahwa 1 dari 50 orang, yang tinggal di 280.000 properti sepanjang pantai AS, akan terkena dampak. Kerugian yang tidak proporsional juga akan ditanggung oleh kelompok minoritas dan berpendapatan rendah.
Untuk menghindari hal ini, AS perlu membatasi ekstraksi gas alam dan air tanah untuk mencegah penurunan permukaan tanah lebih lanjut, serta memperkuat pertahanan pesisir.
Bukan cuma di AS
Kekhawatiran soal penurunan permukaan tanah bukan hanya masalah bagi AS. Tenggelamnya daratan akibat pengambilan air tanah diperkirakan akan berdampak pada 19% populasi dunia pada tahun 2040. World Economic Forum dalam situsnya menulis bahwa Jakarta, kota besar tersebut tenggelam lebih dari 2,5 m dalam satu dekade terakhir per tahun 2018.
Angka tersebut dua kali lipat rata-rata global untuk kota-kota besar di pesisir. BBC melaporkan bahwa jika hal ini terjadi, maka 95% wilayah utara Jakarta akan terendam air pada tahun 2050 dan hal ini akan berdampak langsung pada 1,8 juta dari 10 juta penduduk kota ini.
