Jejak Kaki Neanderthal Berusia 78.000 Tahun Ditemukan di Portugal
25 Juli 2025 14:18 WIB
·
waktu baca 3 menit
Jejak Kaki Neanderthal Berusia 78.000 Tahun Ditemukan di Portugal
Tim peneliti berhasil menemukan lima jalur jejak yang terdiri dari 26 jejak kaki di Monte Clérigo. kumparanSAINS

Menjelang diberlakukannya lockdown COVID-19 pertama pada Maret 2020, pasangan suami istri yang juga ilmuwan, Carlos Neto de Carvalho dan Yilu Zhang, sedang menyusuri pantai Monte Clérigo di selatan Portugal.
Keduanya adalah ahli geologi dan ahli geografi, mendaki formasi bebatuan dan tebing runtuh tua yang terbentang di sepanjang garis pantai. Di sanalah mereka tak sengaja menemukan sesuatu yang luar biasa, jejak kaki Neanderthal kuno.
“Saat itu pagi hari dengan cahaya matahari yang sempurna untuk mengamati jejak,” ujar Neto de Carvalho sebagaimana dikutip Live Science.
Namun petualangan mereka belum usai. Ketika kembali ke lokasi bersama tim untuk mendokumentasikan jejak itu, air laut tiba-tiba naik.
“Kami nyaris terjebak oleh air pasang yang mendadak datang dan harus berenang serta memanjat tebing hampir vertikal setinggi 15 meter dengan membawa seluruh peralatan,” katanya.
Upaya nekat itu membuahkan hasil. Tim peneliti berhasil menemukan lima jalur jejak yang terdiri dari 26 jejak kaki di Monte Clérigo. Penemuan ini memperluas pemahaman para ahli mengenai aktivitas Neanderthal di sepanjang pesisir Atlantik sekitar 78.000 tahun lalu.
Jejak kaki hominin, khususnya yang diyakini berasal dari Neanderthal, sangat langka dalam catatan fosil. Menurut studi yang diterbitkan 3 Juli lalu di jurnal Scientific Reports, jejak kaki Neanderthal sangat mirip dengan manusia modern, sehingga sulit dibedakan tanpa bukti kontekstual yang kuat.
Dalam kasus ini, jejak tersebut diidentifikasi sebagai milik Neanderthal karena pada masa itu manusia modern belum hadir di Eropa. Bukti arkeologis menunjukkan bahwa Homo sapiens baru mulai meninggalkan Afrika sekitar 50.000 tahun lalu, dan sebelum itu hanya ada sedikit upaya yang gagal.
Sebelum temuan ini, hanya ada enam situs jejak kaki Neanderthal yang pernah ditemukan. Kini, dengan penambahan temuan Monte Clérigo dan satu jejak tunggal dari Praia do Telheiro yang juga berada di selatan Portugal, jumlah total situs jejak kaki Neanderthal di Eropa menjadi delapan.
Di Monte Clérigo, jejak kaki kuno tersebut tercetak di sebuah bukit pasir pantai yang kala itu terletak di dekat garis air laut. Berdasarkan pengukuran menggunakan teknik optically stimulated luminescence, yang menghitung waktu terakhir mineral terkena cahaya matahari, jejak tersebut diperkirakan berusia antara 83.000 hingga 73.000 tahun.
Melihat ukuran dan bentuknya, para ilmuwan memperkirakan jejak kaki itu milik seorang pria dewasa Neanderthal yang berjalan naik-turun bukit pasir, ditemani seorang anak berusia sekitar 7–9 tahun dan seorang balita di bawah usia 2 tahun.
“Fakta bahwa di Monte Clérigo jejak kaki balita ditemukan bersama jejak individu yang lebih tua menunjukkan bahwa anak-anak turut serta saat orang dewasa melakukan aktivitas sehari-hari,” tulis tim peneliti.
Karena arah jejak menunjukkan pergerakan bolak-balik dari dan menuju laut, para Neanderthal ini kemungkinan sedang mencari makanan seperti kerang. Namun ada kemungkinan lain, mereka sedang berburu mangsa seperti kuda, rusa, atau kelinci. Beberapa jejak kaki Neanderthal tampak bertumpuk dengan jejak hewan mamalia besar.
“Di situs Monte Clérigo, keberadaan jejak kaki satu pria dewasa, satu anak, dan satu balita yang menuruni lereng curam bukit pasir, memungkinkan kami berspekulasi bahwa lokasi ini dekat dengan area perkemahan mereka,” ungkap peneliti.
Sayangnya, hingga kini belum ditemukan bukti nyata dari keberadaan kamp Neanderthal di area tersebut. Namun, tim peneliti meyakini bahwa keberadaan Neanderthal di lingkungan seperti ini bukanlah kebetulan.
