Ngeri! Telinga Pria Ini Dipenuhi Belatung Pemakan Daging
7 Desember 2022 15:02 WIB
ยท
waktu baca 3 menit
Ngeri! Telinga Pria Ini Dipenuhi Belatung Pemakan Daging
Telinga pria ini dipenuhi belatung pemakan daging, sampai gendang telinganya bolong. kumparanSAINS

Kejadian mengerikan menimpa seorang pria di Portugal. Bagaimana tidak, telinga orang itu dipenuhi dengan belatung pemakan daging.
Peristiwa bermula ketika pria berusia 64 tahun yang tidak disebutkan namanya itu pergi ke rumah sakit karena mengeluhkan sakit, gatal dan berdarah di bagian telinga. Dia mengalami gejala selama lima hari. Dokter Rumah Sakit Pedro Hispano di kota Matosinhos melaporkan kasus tersebut di The New England Journal of Medicine yang terbit pada 24 November 2022.
Hasil pemeriksaan fisik menunjukkan, terdapat banyak larva yang bergerak menghalangi saluran telinga pasien. Dokter menggunakan penjepit telinga untuk mengeluarkan larva dari telinga. Mereka juga menemukan bagian kecil gendang telinga pasien telah dimakan oleh belatung tersebut.
Menurut Catarina Rato, salah satu dokter yang merawat pasien, larva yang ditemukan di telinga pasien adalah spesies Cochliomyia hominivorax. C. hominivorax, juga dikenal sebagai lalat screwworm Dunia Baru adalah lalat parasit yang membutuhkan inang lain untuk bertelur. Larva yang menetas akan memakan daging inangnya. Infeksi yang disebabkan oleh larva ini disebut myiasis.
Menurut Departemen Pangan dan Pertanian California, setiap lalat betina bisa bertelur hingga 400 buah dalam daging hewan, biasanya yang berdarah panas. Setelah itu, telur akan menetas menjadi larva. Larva akan menggali ke dalam jaringan, memakan daging inangnya, masuk lebih dalam ketika luka lebih parah, ini bisa merusak jaringan dan menyebabkan infeksi. Kasus seperti ini bisa berakibat fatal jika tidak segera ditangani.
Setelah makan selama lima hingga tujuh hari, larva akan bergerak menuju tanah, menggali ke dalam tanah dan bermetamorfosis menjadi kepompong selama tiga hingga lima hari lagi sebelum akhirnya menjadi lalat. Lalat jenis ini biasanya bisa ditemukan di Amerika Tengah dan Selatan, serta beberapa pulau Karibia seperti Jamaika dan Kuba.
Adapun lansia yang mengalami myiasis di Portugal dirawat dengan tetes telinga antibiotik, larutan asam borat dan antibiotik oral. Obat tetes, antibiotik dan steroid diberikan untuk menghindari infeksi bakteri dan meredakan peradangan dan pembengkakan, sedangkan asam borat berguna untuk menciptakan lingkungan asam di telinga sehingga mencegah pertumbuhan mikroba.
Myasis pada manusia umumnya terjadi pada masyarakat yang tinggal di daerah tropis dan subtropis, terutama di wilayah dengan ekonomi buruk. Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS, jika tidak segera diobati, infeksi ini bisa menyebabkan risiko besar.
Infeksi ini bisa terjadi di seluruh bagian tubuh, tidak hanya di telinga. Pada 2020, dokter pernah melaporkan kasus seorang bayi yang memiliki 55 larva di tali pusarnya. Dalam kasus ini bayi diobati dengan ivermectin di area yang terinfeksi. Ini bertujuan untuk melumpuhkan parasit dan membunuh larva.
Laporan juga mengatakan ada beberapa daerah yang paling rentan terinfeksi parasit, di antaranya mulut, luka terbuka, kulit kepala, dan beberapa lubang di tubuh seperti telinga, hidung, dan alat kelamin. Jika larva mati atau membusuk di jaringan dalam, pembedahan mungkin diperlukan untuk mengeluarkan larva di dalam tubuh.
"Aural myiasis adalah entitas klinis yang langka dan unik," kata Rato. "Faktor risiko yang paling umum adalah otitis media kronis [infeksi telinga berulang], diabetes, alkoholisme, status sosial ekonomi rendah, dan berenang di perairan yang tergenang."
