Penemuan Fosil Megaraptor Baru: Diduga Mati Usai Santap Buaya Purba

29 September 2025 10:09 WIB
ยท
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Gambar ini menunjukkan ilustrasi seniman dari dinosaurus baru yang ditemukan, Joaquinraptor casali, dengan kaki depan kerabat buaya purba di mulutnya. Foto: Andrew McAfee, Carnegie Museum of Natural History via AP
zoom-in-whitePerbesar
Gambar ini menunjukkan ilustrasi seniman dari dinosaurus baru yang ditemukan, Joaquinraptor casali, dengan kaki depan kerabat buaya purba di mulutnya. Foto: Andrew McAfee, Carnegie Museum of Natural History via AP
Ahli paleontologi telah menemukan spesies baru dinosaurus megaraptor di Argentina. Dinamai Joaquinraptor casali oleh ilmuwan, predator ini tampaknya mati saat sedang memakan buaya, hal ini berdasarkan penemuan tulang kaki yang ditemukan di mulutnya.
Megaraptor adalah jenis dinosaurus karnivora yang tampak seperti versi raksasa raptor yang terkenal di Jurassic Park.
Berdasarkan jurnal Nature Communications, para peneliti memperkirakan Joaquinraptor memiliki panjang lebih dari 7 meter dari hidung hingga ekor, dan berat lebih dari 1.000 kilogram.
Tanpa adanya tyrannosaurus di wilayah tersebut, Joaquinraptor kemungkinan besar akan menikmati hidup di puncak rantai makanan.
Temuan fosil ini mencakup beberapa bukti tentang pola makan megaraptor sejauh ini, yang tampaknya meliputi nenek moyang buaya purba.
"Menariknya, kami menemukan humerus di antara tulang rahang bawah Joaquinraptor, yang menunjukkan (meskipun tidak membuktikan) bahwa megaraptor baru itu mungkin telah memakan buaya tersebut ketika mati," kata Lucio Ibiricu, paleontolog di Patagonian Institute of Geology and Paleontology (IPGP), mengutip Science Alert.
Tulang-tulang dinosaurus baru yang ditemukan dengan cakar yang kuat di Chubut, Argentina. Foto: Marcelo Luna/via AP
Para peneliti mengakui bahwa tulang kaki itu bisa saja sampai di sana dengan cara lain, seperti tersapu ke dalam mulut megaraptor yang sudah mati itu.
Namun, mengingat tulang itu tidak hanya menyentuh beberapa gigi predator tersebut, tetapi juga terdapat bekas gigitan, kemungkinan besar ada semacam interaksi. Kedua makhluk itu mungkin juga berebut sumber makanan lain.
Peneliti memperkirakan usia megaraptor Joaquinraptor ini saat mati dengan mempelajari struktur mikro tulangnya. Joaquinraptor ini tampaknya telah matang secara seksual, tetapi belum sepenuhnya dewasa.
"Berdasarkan struktur mikro fragmen tibia Joaquinraptor dan letak LAG (garis pertumbuhan terhenti) yang ditemukan di sana, dan dengan asumsi bahwa LAG sesuai dengan struktur yang diendapkan setiap tahun, usia minimum spesimen Joaquinraptor ini adalah 19 tahun," ujar Ibiricu.
Meskipun ahli paleontologi hanya menemukan potongan rahang, tengkorak, tungkai depan, kaki, dan beberapa ruas tulang ekornya, ini merupakan salah satu spesimen megaraptor terlengkap yang pernah ditemukan.
Selain menambahkan spesies baru ke dalam daftar dinosaurus yang hidup di Patagonia kuno, Joaquinraptor membantu ilmuwan mengisi beberapa celah dalam kelompok yang masih kurang dipahami.
Pemandangan udara dari lokasi penemuan tulang-tulang dinosaurus baru dengan cakar besar di Chubut, Argentina. Foto: Marcelo Luna/via AP
Pada masanya, megareptor tampaknya membawa evolusi ke arah yang berbeda, alih-alih mengejar ukuran dan kekuatan, mereka mempertahankan perawakan cepat mereka dan menumbuhkan tangan yang besar dan kuat.
"Megaraptor, di antara aspek lainnya, dicirikan oleh tungkai depan yang berkembang pesat dan dilengkapi cakar hipertrofi pada jari pertama dan kedua," kata Ibiricu.
"Jadi, cakarnya mungkin memainkan peran ekologis yang penting. Misalnya, megaraptorida mungkin menggunakan cakar ini untuk mengakses jaringan lunak atau untuk membantu menangkap dan memanipulasi mangsa."
Trending Now