Penjelasan Air Jernih Hijau Zamrud Sungai Batang Ombilin Pasca Banjir Sumatera

4 Desember 2025 13:24 WIB
ยท
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Penjelasan Air Jernih Hijau Zamrud Sungai Batang Ombilin Pasca Banjir Sumatera
Sebuah video viral menunjukkan kondisi Sungai Batang Ombilin di Sumbar berwarna biru jernih agak hijau pasca bencana banjir yang melanda Sumbar. Begini penjelasan ilmiahnya menurut ahli.
kumparanSAINS
Penampakan Sungai Batang Ombilin, Sumatera Barat, yang airnya berwarna biru jernih kehijauan. Foto: @nuurulhid/Instagram
zoom-in-whitePerbesar
Penampakan Sungai Batang Ombilin, Sumatera Barat, yang airnya berwarna biru jernih kehijauan. Foto: @nuurulhid/Instagram
Media sosial dihebohkan dengan beredarnya sebuah video yang memperlihatkan aliran Sungai Batang Ombilin, Sumatera Barat, yang airnya berwarna hijau zamrud, kontras dengan bayangan air berwarna cokelat yang biasanya muncul pascabencana banjir.
Banyak warganet yang takjub bahkan menyebutnya sebagai cara alam memulihkan dirinya sendiri. Namun, tak sedikit pula yang ragu dan menduga video tersebut adalah hasil rekayasa kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), mengingat 3 provinsi di Sumatera baru saja dilanda bencana longsor dan banjir.
Bagaimana penjelasan ilmiah di balik fenomena ini?
Peneliti Ahli Utama Oseanografi dan Lingkungan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), M. Reza Cordova, menjelaskan bahwa fenomena air sungai yang berubah menjadi biru bening atau hijau zamrud tersebut sangat mungkin terjadi secara alami. Ada faktor geografis yang mendukung kondisi tersebut. Sungai Batang Ombilin menerima limpasan air langsung dari Danau Singkarak yang memang memiliki karakteristik warna biru kehijauan.
"Fenomena air Sungai Batang Ombilin yang tampak biru kehijauan seperti di Swiss itu sepertinya memang sangat mungkin terjadi secara alami. Apalagi sungai ini menerima limpasan langsung dari Danau Singkarak," ujar Reza kepada kumparan, Rabu (4/12).
Reza memaparkan mekanisme ilmiah di balik perubahan warna ini. Hujan lebat dan banjir yang terjadi sebelumnya justru berperan dalam "membersihkan" sungai. Saat fase banjir mulai surut, sedimen-sedimen kasar yang biasanya membuat air keruh sudah terbilas terbawa arus deras.
Kondisi ini menyisakan air yang didominasi oleh aliran dari danau yang lebih jernih dengan sedimen tersuspensi yang lebih sedikit.
"Akhirnya cahaya matahari masuk lebih dalam. Nah, saat itu ada pembiasan cahaya di spektrum warna biru atau hijau zamrud," jelas Reza.
Fenomena serupa, menurut Reza, juga terjadi di belahan dunia lain. Ia mencontohkan sungai-sungai di Selandia Baru yang tampak biru karena pantulan cahaya pada partikel mineral halus (glacial flour). Hal yang sama juga pernah diamati di Mindanao (Filipina) serta beberapa sungai di Sabah dan Sarawak pascahujan.

Bukan AI, Tapi Tetap Perlu Waspada

Menanggapi keraguan publik apakah video tersebut hasil generate AI, Reza menegaskan alam memang memiliki variasi visual yang kadang cukup ekstrem. Namun, ia mengapresiasi skeptisisme masyarakat sebagai bentuk check and recheck.
"Masyarakat kalau menyangka itu AI bagus, karena ini check and recheck. Sering kali memang alam sendiri punya variasi yang cukup ekstrem, terutama setelah hujan besar dan banjir," ungkapnya.
Kendati terlihat indah dan memukau, Reza mengingatkan agar masyarakat dan instansi terkait tidak terburu-buru menyimpulkan air tersebut aman sepenuhnya. Perubahan warna yang mencolok tetap perlu diwaspadai dan diperiksa secara ilmiah.
Warna biru kehijauan bisa saja dipengaruhi faktor lain, seperti mineral terlarut, peningkatan fitoplankton atau alga, hingga kemungkinan masuknya polutan akibat limpasan hujan ekstrem.
"Ini semua perlu kajian ya, tanpa data saya baru bisa menduga. Akan lebih aman jika instansi teknis di Sumbar nanti bisa melakukan pengambilan sampel dan analisis kualitas air, sebelum menyimpulkan bahwa fenomena ini sepenuhnya alami dan tidak berisiko," pungkas Reza.
Ia pun berharap kondisi cuaca segera stabil dan wilayah terdampak banjir dapat segera pulih. โ€œSemoga Aceh, Sumut dan Sumbar lekas kembali pulih.โ€
Trending Now