Tur Gua Berujung Petaka, 12 Orang Terinfeksi Jamur Kotoran Kelelawar
19 Mei 2025 12:00 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
Tur Gua Berujung Petaka, 12 Orang Terinfeksi Jamur Kotoran Kelelawar
Enam orang dewasa dan enam orang anak asal AS menunjukkan gejala histoplasmosis setelah mengikuti tur di Gua Venado yang penuh kelelawar di Kosta Rika.kumparanSAINS

Satu keluarga asal AS terjangkit infeksi paru-paru serius bernama histoplasmosis, usai pulang dari liburan di Kosta Rika. Penyakit ini disebabkan oleh jamur Histoplasma yang hidup di tanah dan kotoran kelelawar, dan dapat berakibat fatal jika tidak ditangani dengan cepat.
Centers for Disease Control and Prevention (CDC) melaporkan kasus ini terungkap pada 17 Januari 2025, setelah enam orang dewasa dan enam orang anak menunjukkan gejala infeksi tersebut setelah mengikuti tur di Gua Venado yang penuh kelelawar. Situs itu sebelumnya pernah dikaitkan dengan wabah serupa yang menjangkiti 51 orang.
"Semua (pasien) melaporkan melihat kelelawar dan melakukan kontak langsung dengan kotoran kelelawar saat merangkak dan melewati ruang sempit di dalam gua," tulis CDC dalam laporannya, mengutip IFLScience.
Gejala mulai muncul antara 8 hingga 19 hari setelah kunjungan pada 24 Desember 2024. Para pasien mengalami demam, sakit kepala, keringat malam, nyeri otot, kelelahan, gangguan pernapasan, hingga gejala pencernaan. Salah satu orang dewasa bahkan sempat dirawat di rumah sakit karena hasil rontgennya menunjukkan kemungkinkan kanker paru-paru.
Untungnya, satu bulan setelah terpapar, seluruh pasien dilaporkan mulai membaik. Satu-satunya anggota keluarga yang tidak terinfeksi ternyata tidak ikut dalam tur gua tersebut.
Pihak CDC bekerja sama dengan Departemen Kesehatan di Georgia, Texas, dan Washington untuk menyelidiki lebih lanjut. Mereka menekankan pentingnya tenaga medis menanyakan riwayat perjalanan pasien, karena dalam kasus ini, informasi krusial tersebut tidak terungkap selama pemeriksaan awal.
Sebagai respons, CDC bersama Kedutaan Besar AS dan Kementerian Kesehatan Kosta Rika kini tengah mengupayakan agar risiko histoplasmosis dicantumkan dalam formulir pelepasan tanggung jawab pada tur wisata goa. Sebuah peringatan kesehatan juga telah dikeluarkan sejak Maret 2025.
Jamur Histoplasma umum ditemukan di tanah, terutama daerah lembap, dan dapat menyebar melalui udara saat spora jamur dari kotoran burung atau kelelawar terhirup.
Meskipun banyak orang tidak mengalami gejala, histoplasmosis dapat menjadi mematikan, terutama bagi mereka dengan sistem imun yang lemah. Dalam kasus parah, penyakit ini dapat memicu gejala pneumonia dan menyebar ke otak dan sumsum tulang belakang, yang menyebabkan meningitis.
