Waspada Social Jet Lag, Pemicu Gangguan Tidur di Usia Muda

10 September 2025 19:26 WIB
ยท
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Waspada Social Jet Lag, Pemicu Gangguan Tidur di Usia Muda
Social jet lag bisa memicu gangguan tidur pada remaja dan dewasa muda. Hal itu terjadi karena ritme sirkadian yang tidak berkesesuaian dengan jadwal sosial mereka.
kumparanSAINS
Sebuah produk dipamerkan di stan Samsung Health saat World Sleep Congress 2025, Singapura, Selasa (9/9/2025). Foto: Thomas Bosco/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Sebuah produk dipamerkan di stan Samsung Health saat World Sleep Congress 2025, Singapura, Selasa (9/9/2025). Foto: Thomas Bosco/kumparan
Fenomena social jet lag, bisa memicu gangguan tidur di kalangan remaja dan dewasa muda. Social jet lag merupakan ketidaksesuaian antara jam biologis dengan jadwal sosial seseorang.
Dokter Spesialis Kesehatan Tidur, dr. Andreas Prasadja, mengungkap bahwa banyak jam tidur para remaja muda yang biasanya pukul 09.00 hingga 10.00 malam didominasi oleh kegiatan sosial. Tentu hal ini berpengaruh pada jam sirkadian tubuh.
โ€œKalau remaja, dewasa, muda itu kan jam 9, jam 10 justru penuh dengan vitalitas. Nah masalahnya dalam tanda kutip, social jet lag itu di mana internal clock (mereka) tidak sesuai dengan jadwal sosialnya,โ€ terangnya dalam acara World Sleep Congress 2025 di Singapura.
Menurut riset konsumen yang dilakukan Samsung pada 2021-2022 dan 2022-2023, pun menyebutkan secara global, rata-rata orang tidur lebih lama 44 menit pada akhir pekan guna mengejar waktu tidur yang dikorbankan atau social jetlag pada hari-hari kerja. Di Asia menurut riset pada periode 2022-2023, angka social jet lagnya adalah 41 menit.Kendati demikian, kini publik mulai sadar akan pentingnya menjaga dan membedakan antara jam tidur atau istirahat dan jam sosialnya. Faktor yang paling mempengaruhi jam tidur seseorang di malam hari biasanya bermedia sosial.
Seseorang biasanya mengandalkan perangkat wearables dalam membantu mereka memperbaiki kualitas tidur. Perangkat seperti smartwatch atau smart ring, bisa membantu evaluasi harian dan membangun kebiasaan yang lebih sehat, salah satunya Samsung Galaxy Watch 8 Series.
Meski demikian, keberadaan perangkat itu juga harus disertai oleh pentingnya disiplin pra-tidur. Yakni, tidak bermain gadget dan menciptakan kondisi yang tenang.
โ€œSebelum tidur kalau mau lihat gadget dulu, silakanlah. Cuma diredupkan, blue light screen-nya aktif. Dan you have to be very disciplined. Waktunya tidur, tidur. Waktunya wind down, ya mungkin hanya musik. Baca, mungkin 15 menit, setengah jam saja," tegasnya.
Sebuah produk dipamerkan di stan Samsung Health saat World Sleep Congress 2025, Singapura, Selasa (9/9/2025). Foto: Thomas Bosco/kumparan

Fitur Galaxy Watch 8 untuk kualitas tidur lebih baik

Samsung punya fitur Bedtime Guidance untuk menganalisis pola tidur terbaru pengguna, mendeteksi jam biologis alami tubuh. Fitur ini bisa merekomendasikan waktu tidur terbaik agar pengguna merasa lebih segar dan siap menjalani hari.
Galaxy Watch 8 Series juga punya fitur Sleep Apnea untuk deteksi dini tanda-tanda obstructive sleep apnea (OSA) tingkat sedang hingga berat. Bagi pengguna berusia di atas 22 tahun yang belum pernah didiagnosis OSA, jam tangan pintar ini dapat melakukan pemantauan selama dua malam dan memberi peringatan awal agar pengguna segera berkonsultasi ke tenaga medis.
Fitur Sleep Coaching di Samsung Health menyajikan panduan sederhana dan mudah diikuti, mulai dari jadwal tidur-bangun, wind-down routine, hingga pengingat kebiasaan malam. Personalisasi gaya โ€œhewan tidurโ€ membantu pengguna memahami karakter pola tidur mereka secara intuitif dan menjaga motivasi dari hari ke hari.
Sejumlah pengunjung berada di stan Samsung Health saat World Sleep Congress 2025, Singapura, Selasa (9/9/2025). Foto: Thomas Bosco/kumparan
Fitur-fitur pendukung lain, seperti High Stress Alert, latihan pernapasan terpadu, serta Energy Score yang merangkum data tidur, aktivitas, dan detak jantung setiap pagi, membantu pengguna menerjemahkan data mentah menjadi langkah harian yang praktis.
Sementara itu, Antioxidant Index memberi konteks gaya hidup yang lebih luas, mendorong pilihan makan yang lebih sehat yang turut memengaruhi kualitas tidur.
Dengan kombinasi sensor cerdas, analitik berbasis AI, dan ekosistem Samsung Health, Galaxy Watch 8 Series bisa menjadi pelatih tidur personal yang proaktif buat penggunanya. Bukan sekadar pelacak tidur, tetapi sekaligus untuk membantu pengguna mencapai tidur yang lebih konsisten, dalam, dan menyegarkan.
Trending Now