Lizzy Howell, Penari Balet Plus Size yang Berhasil Dobrak Stereotip

20 Januari 2017 9:36 WIB
clock
Diperbarui 14 Maret 2019 21:19 WIB
comment
5
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Lizzy Howell, Penari Balet Plus Size yang Berhasil Dobrak Stereotip
kumparanSTYLE
Penari balet Plus Size. (Foto: Instagram @lizzy.dances)
zoom-in-whitePerbesar
Penari balet Plus Size. (Foto: Instagram @lizzy.dances)
Seorang remaja 15 tahun bernama Lizzy Howell sukses mematahkan stereotip bahwa seorang penari balet adalah ia yang bertubuh langsing dan proporsional. Lizzy, remaja asal Milford, Delaware, Amerika Serikat memiliki tubuh plus size namun tetap lincah menari balet.
Dalam akun Instagramnya, ia mengunggah video dirinya yang melakukan "fouettes" atau gerakan berputar. Di video tersebut, Lizzy melakukan beberapa fouettes yang ditonton oleh teman-temannya.
"Menjadi seorang penari balet memiliki kesulitan masing-masing," tulisnya sambil memberikan motivasi dalam postingannya di Instagram.
Selain kritikan tentang tubuhnya, ia juga mempunyai pseudotumor cerebri, kondisi di mana seseorang mengalami gejala tumor otak. Mereka dapat mengalami hal-hal seperti sakit kepala, pandangan yang buram dan pusing.
Ia juga menyebutkan bahwa penyakit pseudotumor cerebri menyebabkannya kehilangan kesempatan untuk menari saat beberapa acara. Ketika ia menderita kegelisahan yang mendalam, ia lebih rentan untuk terkena depresi.
Meski menghadapi banyak hal sulit, ia mendapatkan banyak dukungan dari para followersnya di Instagram. Sejak itu, ia menggunakan sosial media untuk mempromosikan keahliannya menari. Saat ini ia sedang menjalankan kolaborasi dengan Dancing for You, sebuah organisasi untuk penari untuk orang-orang yang difabel.
Meskipun ia menyadari bahwa dirinya tidak memenuhi standar penari balet, tapi Lizzy tidak peduli. "Aku sudah diberitahu beberapa kali oleh para guru bahwa saya tidak akan bisa meningkatkan kemampuan menari saya jika tidak menurunkan berat badan, tapi aku tidak peduli dan ingin terus menari, " ungkapnya.
Kritikan yang diterimanya ia abaikan dan terus berusaha untuk menari lebih baik. Menurutnya, menari balet berhasil mengurangi kegelisahannya dan membuatnya lebih bahagia.
"Selama beberapa tahun, aku belajar untuk tidak peduli terhadap apa yang orang-orang pikirkan tentangku! Jika orang ingin menjatuhkanmu, biarkan mereka dan tunjukkan bahwa kamu bisa melakukannya," katanya dengan semangat.
Trending Now