ATSI: Target Pemerataan Internet 100 Mbps Masih Hadapi Tantangan di Luar Jawa
29 September 2025 18:16 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
ATSI: Target Pemerataan Internet 100 Mbps Masih Hadapi Tantangan di Luar Jawa
ATSI menegaskan bahwa tantangan terbesar dalam menyediakan internet cepat 100 Mbps merata di Indonesia ada pada pemerataan infrastruktur di Indonesia.kumparanTECH

Asosiasi Telekomunikasi Seluler Indonesia (ATSI) menilai target pemerataan internet cepat 100 Mbps di Indonesia masih menghadapi tantangan. Ketua Umum ATSI sekaligus Direktur Utama Telkom, Dian Siswarini, menegaskan bahwa tantangan terbesar ada pada pemerataan infrastruktur di luar Pulau Jawa.
Untuk mencapai kecepatan internet 100 Mbps diperlukan jaringan kabel serat optik (fiber optic) yang mumpuni, tidak hanya backbone tetapi juga akses. Sedangkan pembangunan infrastruktur telekomunikasi di luar Jawa masih lebih mahal karena infrastruktur dasar seperti listrik dan transportasi belum merata.
Dian menambahkan, operator juga harus mempertimbangkan struktur biaya dan daya beli masyarakat. Selain itu, jika layanan internet 100 Mbps disalurkan melalui seluler, maka dibutuhkan dukungan perangkat 5G.
Sementara itu, Direktur Eksekutif ATSI, Marwan O. Baasir, menekankan pentingnya klasifikasi dalam pengukuran kecepatan internet. Menurutnya, speed test sebaiknya dipisahkan antara pengguna broadband pemula, mobile broadband, dan fixed broadband.
Kalau digabung menjadi satu angka rata-rata, seolah-olah kecepatan internet rendah. Padahal, di banyak kota besar, kecepatan internet sudah sangat tinggi.
"Usulan ATSI, pengukuran parameter pada speed test atau kecepatan hendaknya diklasifikasi, tidak digabung atau di-average menjadi satu, sehingga speed kita kelihatan jelas,โ ujar Marwan di sela acara Rapat Umum Anggota ATSI 2025 di Jakarta, Senin (29/9).
ATSI menegaskan dukungannya terhadap upaya pemerataan layanan internet berkecepatan tinggi di Indonesia. Meski begitu, asosiasi meminta agar kebijakan dan pengukuran kualitas layanan dilakukan secara komprehensif agar lebih mencerminkan kondisi di lapangan.
