Bos Meta AI Alexandr Wang: Remaja Harus Luangkan Waktu Belajar Vibe-Coding AI

4 Oktober 2025 10:30 WIB
Β·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Bos Meta AI Alexandr Wang: Remaja Harus Luangkan Waktu Belajar Vibe-Coding AI
Chief AI Officer Meta, Alexander Wang, menyerukan remaja untuk fokus penuh pada β€œvibe-coding” guna menguasai keterampilan AI yang akan mendominasi masa depan teknologi.
kumparanTECH
Salah satu Pendiri Scale AI, Alexandr Wang. Foto: Brian Snyder/REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Salah satu Pendiri Scale AI, Alexandr Wang. Foto: Brian Snyder/REUTERS
Chief AI Officer Meta, Alexandr Wang, baru-baru ini menyerukan agar anak muda sepenuhnya fokus menghabiskan waktu pada apa yang ia sebut sebagai β€œvibe-coding”.
Vibe-coding merujuk pada sebuah pendekatan pengembangan peranti lunak, seorang pemrogram lebih banyak memberikan instruksi dalam bahasa alami, seperti bahasa Inggris atau Indonesia, kepada kecerdasan buatan (AI) untuk menghasilkan kode.
Menurut Wang, remaja yang memimpikan karier teknologi yang menguntungkan harus memanfaatkan peluang untuk mengasah keterampilan dengan membenamkan diri dalam alat pembuat kode bertenaga AI.
"Jika kamu berusia 13 tahun, kamu harus menghabiskan seluruh waktumu untuk vibe-coding. Begitulah seharusnya kamu menjalani hidup," kata Wang dalam wawancara di podcast TBPN, dikutip The Times of India.
Wang menjelaskan jika remaja mendedikasikan 10.000 jam untuk berlatih menggunakan perangkat AI, hal itu akan memberikan keuntungan besar. Kemampuan AI dalam menulis kode saat ini adalah sebuah momen terobosan.
Ilustrasi etika menggunakan teknologi. Foto: A9 STUDIO/Shutterstock
Ia bahkan membuat prediksi berani bahwa dalam lima tahun mendatang, model AI akan mampu menulis "seluruh kode" yang pernah ia kerjakan.
"Tidak mungkin untuk meremehkan seberapa besar saya telah terindikasi oleh pengkodean AI. Saya pikir pada dasarnya, peran seorang insinyur sekarang sangat berbeda dibandingkan sebelumnya," ujar Wang.
Proses menulis kode berbasis AI juga disebut "vibe-coding", melibatkan penggunaan kecerdasan buatan untuk menghasilkan kode peranti lunak asli hanya dengan mengetikkan perintah dan instruksi.
Aplikasi pengodean AI, seperti Replit dan Cursor, memungkinkan untuk menulis kode atau bahkan mengembangkan aplikasi baru tanpa keahlian pengkodean atau rekayasa komputer.
Wang juga membahas perannya di Lab AI Meta, menyebutnya sebagai pengalaman yang luar biasa. Ia mengatakan membangun lab AI dalam 60 hari saja sudah merupakan kegiatan yang luar biasa. Meta memiliki semua yang dibutuhkan untuk mencapai kecerdasan super dan tidak ada hambatan.
"Tim kami lebih kecil dan lebih berbakat daripada lab lainnya. Lab lainnya, mungkin 10 kali lebih besar, dan tim kami terdiri dari sekitar 100 ilmuwan AI," ungkap Wang.
Logo Meta, rebranding perusahaan Facebook. Foto: Carlos Barria/Reuters
Sebelumnya, Alexandr Wang bergabung dengan Meta pada Juni 2025, ditunjuk menjadi Chief AI Officer untuk memimpin unit Meta Superintelligence Labs (MSL) yang akan memayungi seluruh inisiatif AI perusahaan.
Raksasa media sosial tersebut kemudian mengakuisisi startup pelabelan data ScaleAI dengan nilai investasi sebesar 14,3 juta dolar AS atau Rp 238 miliar (kurs Rp 16.664). Wang saat itu merupakan pendiri, sekaligus CEO dari ScaleAI.
Wang yakin remaja era ini sebaiknya mengikuti pendekatan seperti salah satu pendiri Microsoft, Bill Gates, dengan meluangkan waktu sebanyak mungkin untuk mempelajari cara menggunakan alat pengodean AI.
Reporter: Muhamad Ardiyansyah
Trending Now