Cara Lenovo Bantu Bisnis Adopsi AI di Tengah Krisis RAM Global

14 Januari 2026 10:04 WIB
Β·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Cara Lenovo Bantu Bisnis Adopsi AI di Tengah Krisis RAM Global
Lewat pendekatan berbasis outcome dan model layanan fleksibel seperti TruScale, Lenovo siap membantu bisnis tetap melaju mengadopsi AI di tengah krisis RAM global.
kumparanTECH
Fan Ho, Ed & GM, Solutions & Services Group Lenovo Asia Pasific; Tom Butler, Vice President, Commercial Portfolio & Product Management Lenovo Asia Pasific; Budi Janto, General Manager Lenovo Indonesia; dan Kumar Mitra, Executive Director & General Manager Infrastructure Solutions Group Lenovo Asia Pasific saat konferensi pers Lenovo Tech Day 2026 di Hotel Fairmont Jakarta, Selasa (13/1). Foto: Muhammad Fikrie/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Fan Ho, Ed & GM, Solutions & Services Group Lenovo Asia Pasific; Tom Butler, Vice President, Commercial Portfolio & Product Management Lenovo Asia Pasific; Budi Janto, General Manager Lenovo Indonesia; dan Kumar Mitra, Executive Director & General Manager Infrastructure Solutions Group Lenovo Asia Pasific saat konferensi pers Lenovo Tech Day 2026 di Hotel Fairmont Jakarta, Selasa (13/1). Foto: Muhammad Fikrie/kumparan
Ambisi korporasi untuk mengadopsi kecerdasan buatan (AI) tahun ini menghadapi tembok tebal. Komponen paling krusial untuk pemrosesan AI, yakni memori (RAM), dilaporkan mengalami kelangkaan parah dengan kapasitas produksi global yang diklaim sudah habis terpesan untuk 12 bulan ke depan.
Menghadapi tekanan harga komponen meroket dan keterbatasan stok, Lenovo menilai pendekatan tradisional dalam membangun infrastruktur yang berfokus pada spesifikasi teknis tidak lagi relevan. Perusahaan teknologi itu kini mendorong bisnis untuk memulai pendekatan berbasis hasil.
"Kami tidak lagi bertanya, β€˜Spesifikasinya apa?’ Tapi justru, β€˜Apa hasil yang ingin Anda capai?’,” kata Kumar Mitra, Executive Director & General Manager Infrastructure Solutions Group Lenovo Asia Pasifik, di sela acara Lenovo Tech Day 2026 di Jakarta, Selasa (13/1).
Dengan memahami hasil yang diinginkan, Lenovo dapat melakukan penyesuaian solusi yang tepat guna. Hal ini memastikan solusi tersebut masuk akal secara biaya tanpa mengorbankan efektivitas, sehingga organisasi tidak perlu membeli perangkat spek tinggi di saat harga komponen sedang tinggi.
Fan Ho, Ed & GM, Solutions & Services Group Lenovo Asia Pasific; Tom Butler, Vice President, Commercial Portfolio & Product Management Lenovo Asia Pasific; Budi Janto, General Manager Lenovo Indonesia; dan Kumar Mitra, Executive Director & General Manager Infrastructure Solutions Group Lenovo Asia Pasific saat konferensi pers Lenovo Tech Day 2026 di Hotel Fairmont Jakarta, Selasa (13/1). Foto: Muhammad Fikrie/kumparan
Selain konsultasi teknis, Lenovo juga menawarkan TruScale, model layanan dengan akses fleksibel ke portofolio teknologi melalui pembayaran sesuai penggunaan (pay-as-you-go). Layanan ini memungkinkan skalabilitas tanpa investasi modal besar di muka.
Selain TruScale, Lenovo juga menawarkan skema leasing untuk membantu pelanggan bisnis mengatur pengeluaran OPEX (biaya operasional berkala) dan CAPEX (belanja modal) secara lebih seimbang.
"Kita selalu utamakan consumer sama customers kita di depan. Jadi, kita lihat juga mereka butuhnya apa. Kita enggak akan misalnya bilang, "Eh, karena price increase, kita turunin ini." No. Mereka butuhnya apa, jadi tergantung dari situ," ucap Budi Janto, General Manager Lenovo Indonesia.
Trending Now