CEO Telkom: AI Dorong Permintaan Data Center, NeutraDC Sambut Kolaborasi
30 Oktober 2025 17:26 WIB
Β·
waktu baca 3 menit
CEO Telkom: AI Dorong Permintaan Data Center, NeutraDC Sambut Kolaborasi
CEO Telkom: AI dorong permintaan data center. Lewat kolaborasi, NeutraDC Batam siap jawab tren & jadi hub digital krusial di Asia Tenggara.kumparanTECH

Telkom Indonesia, melalui kolaborasi strategis dengan anak usahanya NeutraDC, menjawab tren lonjakan pengembangan AI yang menuntut pemenuhan infrastruktur. Mereka mengembangkan hyperscale data center (HDC) di Batam untuk memposisikan Indonesia sebagai hub digital krusial di Asia Tenggara.
Direktur Utama Telkom Indonesia, Dian Siswarini, menyatakan permintaan pusat data mengalami percepatan luar biasa berkat perkembangan AI (kecerdasan buatan). Data center di Batam telah sampai di tahap Topping Off.
"Kami melihat permintaan terhadap data center sangat dipercepat oleh perkembangan AI. Siapa yang menyangka perkembangan ini akan seperti ini lima tahun lalu? Saya rasa tidak ada yang bisa memprediksi," ujarnya dalam acara Topping Off Ceremony NeutraDC Hyperscale Data Center di Kawasan Industrial Terpadu Kabil, Batam, Kamis (30/10).
Fasilitas baru yang merupakan hasil kolaborasi antara NeutraDC (Telkom), Nxera (Singtel), dan Medco Power ini dirancang untuk memenuhi permintaan yang terus meningkat tersebut. Dian menekankan kolaborasi menjadi kunci untuk merealisasikan proyek berskala besar.
"Di Telkom, kami percaya bahwa hanya melalui kolaborasi, segala sesuatu akan terwujud," tegasnya, menyoroti kemitraan dengan Nexera dan Medco.
Pusat data di Batam ini merupakan bagian dari rencana besar Telkom untuk mengakselerasi pengembangan data center di seluruh negeri, guna menjawab permintaan eksponensial dari segmen enterprise, hyperscalers, dan platform global. Tahap awal fasilitas ini akan memiliki kapasitas 18 megawatt (MW) dan berpotensi untuk dikembangkan hingga 54 MW yang terbagi dalam tiga kampus (fasilitas bangunan).
Gedung pertama (BTM-1) dari fasilitas HDC NeutraDC Nxera Batam ditargetkan mulai beroperasi pada semester pertama 2026. Dian menyimpulkan proyek ini adalah komitmen TelkomGroup bersama mitra untuk menghadirkan fondasi digital berkelas dunia bagi Indonesia.
"Hanya melalui kolaborasi, mimpi besar seperti menjunjung tinggi kedaulatan digital dan membangun infrastruktur digital dapat terlaksana dengan baik," tutupnya.
CFO Singtel Digital InfraCo dan Nxera, Cyndi Pei, mendukung upaya Telkom itu dan menyatakan fasilitas ini akan memainkan peran penting dalam mendukung konektivitas AI. Ia menambahkan kekuatan AI sangat bergantung pada fondasi infrastruktur yang berkualitas tinggi, berkelanjutan, dan andal.
CEO NeutraDC, Andreuw Th.A.F, menjelaskan kedekatan Batam dengan Singapura memungkinkannya menangkap "limpahan" (overflow) dari negara tersebut. Sekitar 80% permintaan untuk fasilitas di Batam ini diperkirakan datang dari luar Indonesia.
βNah, ini posisi Batam sebagai overflow itu sangat penting sehingga kita juga punya Singapura, data center di Singapura. Jadi meng-connect, kalau ada Sijori (Singapur-Johor-Riau), kita ada Sijari, Singapura-Jakarta-Riau. Nah, ini yang positioning kita sehingga data center interkonektivitas terjadi. Jadi kita bukan cuma bermain di data center, tapi data center ekosistem. Dan ekosistemnya itulah seluruh Telkom Group,β jelasnya.
Sementara itu, CEO NeutraDC Nxera Batam, Indrama Y.M. Purba, menyebut kampus data center mereka sudah dilengkapi dengan teknologi pendingin liquid cooling dan kekuatan lantai yang mumpuni untuk menopang server GPU berat yang esensial untuk komputasi AI.
Pembangunan ini juga sejalan dengan misi nasional untuk transformasi digital. Senior Director Danantara, Bhimo Aryanto, menyebut proyek ini sebagai simbol kolaborasi dan kepercayaan diri terhadap masa depan digital Indonesia, selaras dengan visi Indonesia Emas 2045.
"Infrastruktur digital seperti fasilitas ini sangat krusial. Ini memastikan pertumbuhan didukung oleh infrastruktur yang aman, terukur, dan berkelanjutan," ujarnya.
