Daftar Password Paling Sering Dipakai di 2025, Mudah Ditebak dan Gampang Dibobol

12 November 2025 18:25 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Daftar Password Paling Sering Dipakai di 2025, Mudah Ditebak dan Gampang Dibobol
Studi baru dari Comparitech mengungkap daftar password paling banyak dipakai di 2025. Kata kunci ini mudah untuk dibobol.
kumparanTECH
Ilustrasi lupa memasukan password. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi lupa memasukan password. Foto: Shutterstock
Sebuah studi terbaru yang dirilis tahun ini mengungkapkan fakta yang mengkhawatirkan tentang kebiasaan buruk dalam membuat password (kata kunci). Mereka menyebut kata kunci yang kurang dari 12 karakter dengan pola umum memiliki kerentanan yang tinggi untuk dibobol.
Comparitech menganalisis lebih dari 2 miliar password yang berasal dari akun nyata yang bocor di berbagai forum di Telegram hingga media lainnya. Hasil penelitian mereka menunjukkan, kata sandi seperti ‘123456’, ‘admin’, dan ‘password’ secara konsisten menempati peringkat teratas sebagai yang paling sering digunakan.
Berikut 10 password paling umum di 2025 menurut Comparitech:
Detail daftar kata kunci paling banyak digunakan tahun ini bisa disimak tabel berikut:
Temuan mereka ini menunjukkan, meski kesadaran akan keamanan siber terus meningkat, banyak pengguna masih memilih kenyamanan daripada keamanan. Mereka menyebut pengguna banyak menggunakan pola umum menggunakan angka, kata-kata yang sederhana, dan kata yang mengulang.
Seperempat dari 1.000 kata sandi teratas disebut hanya terdiri dari angka. Urutan angka yang mudah ditebak seperti ‘123’ ditemukan pada 38,6% kata sandi, sementara urutan mundur seperti ‘321’ muncul sebanyak 2%.
Demikian pula, urutan huruf sederhana seperti ‘abc’ ditemukan pada 3,1% kata sandi. Penggunaan karakter tunggal yang diulang juga merupakan praktik umum, dengan ‘111111’ menempati peringkat ke-18 dan ‘********’ berada di peringkat ke-35.
Kata-kata umum juga menjadi pilihan favorit. Sekitar 3,9% dari 1.000 kata sandi teratas mengandung variasi dari kata ‘pass’ atau ‘password’, dan 2,7% mengandung variasi kata ‘admin’. Kata-kata populer lainnya termasuk ‘qwerty’ (1,6%) dan ‘welcome’ (1%).
Ilustrasi peretasan data. Foto: Shutterstock
Menariknya, kata ‘minecraft’ muncul sebagai kata sandi ke-100 yang paling umum, dengan hampir 70.000 kemunculan.
Tak hanya itu, temuan unik lainnya adalah ‘India@123’, password ini menempati peringkat ke-53. Hal itu menunjukkan bagaimana pengguna terkadang menggabungkan elemen umum dengan referensi geografis, namun tetap menghasilkan kata sandi yang lemah.

Minimal Panjang Password 12 Karakter

Berdasarkan laporan ini, panjang kata sandi minimal 12 karakter secara signifikan dapat mengurangi kemungkinan password diretas. Namun, data menunjukkan mayoritas pengguna mengabaikan saran ini.
Sebanyak 65,8% dari kata sandi yang dianalisis memiliki kurang dari 12 karakter, sementara 6,9% memiliki kurang dari 8 karakter. Hanya 3,2% yang menggunakan 16 karakter atau lebih.
Artinya, fakta bahwa kata sandi kesembilan yang paling umum adalah ‘123’, hanya terdiri dari tiga angka, menyoroti betapa rentannya banyak akun.
Ilustrasi hacker. Foto: Shutterstock
Kata sandi yang umum dapat ditebak dengan mudah, sementara kata sandi yang pendek rentan terhadap serangan brute-force, atau peretas mencoba semua kombinasi yang memungkinkan untuk membobolnya.
Sebaliknya, kata sandi yang kuat hampir tidak mungkin untuk dipecahkan. Selain harus memiliki setidaknya 12 karakter, sandi juga perlu berisi kombinasi huruf kecil dan besar, angka, serta simbol. Begitupun, harus cukup acak dan tidak mengandung pola yang mudah dikenali.
Meski demikian, kekuatan kata sandi bukanlah satu-satunya benteng pertahanan. Pengguna sangat dianjurkan untuk mengaktifkan otentikasi dua faktor (2FA) sebagai lapisan keamanan tambahan. Sistem ini sangat berguna untuk mencegah pengambilalihan akun, bahkan jika kata sandi telah disusupi.
Trending Now