Data Center AI Ready NeutraDC Nxera Batam Sudah Topping Off, Beroperasi 2026
30 Oktober 2025 14:53 WIB
ยท
waktu baca 3 menit
Data Center AI Ready NeutraDC Nxera Batam Sudah Topping Off, Beroperasi 2026
BTM-1, gedung pertam dari kampus hyperscale data center NeutraDC Nxera Batam, dirancang sebagai fasilitas AI-ready berstandar global.kumparanTECH

NeutraDC Nxera Batam, perusahaan joint venture antara Telkom Indonesia, Singtel, dan Medco Power, merampungkan pembangunan struktur atap gedung pertama (BTM-1) dari kampus pusat data skala besar berstandar global (hyperscale data center/HDC) di Batam. BTM-1 dijadwalkan beroperasi tahun depan.
Pencapaian tersebut digelar dalam seremoni Topping Off yang berlangsung di Kawasan Industri Terpadu Kabil, Batam, pada Kamis (30/10). Prosesi ini menandai selesainya pembangunan BTM-1 dari total tiga gedung yang akan dibangun di kampus data center seluas 4,7 hektar.
HDC sendiri adalah fasilitas pusat data berukuran sangat besar yang dirancang untuk menangani kapasitas komputasi, penyimpanan, dan jaringan secara masif dan skalabel sesuai kebutuhan yang terus berkembang. Data center ini memiliki kemampuan untuk dengan cepat dan efisien menambah atau mengurangi kapasitas untuk mendukung aplikasi dan layanan digital berskala besar, seperti cloud computing, big data, dan AI.
Pusat data jenis ini biasanya dibangun dengan standar tinggi (Tier 3 atau Tier 4) untuk memastikan ketersediaan layanan yang sangat tinggi dan menggunakan arsitektur modular agar bisa menambah kapasitas dengan mudah tanpa mengganggu operasional.
CEO NeutraDC Nxera Batam, Indrama Yusuf Muda Purba, mengatakan pihaknya sengaja membangun hyperscale data center di Batam karena lokasinya yang strategis. Batam berada di pusat segitiga pertumbuhan Sijori (Singapura-Johor-Riau).
"Lokasinya itu dekat Singapura, which is, kita bisa katakan digital hub di Asia Tenggara. Mostly Indonesia gateway itu coming from Batam and Singapura. So, it is very strategic," katanya.
Kampus hyperscale data center NeutraDC Nxera Batam dirancang sebagai fasilitas AI-ready berstandar global. Tahap pertama, BTM-1, akan memiliki kapasitas IT load sebesar 18 MW, dengan total kapasitas kampus yang direncanakan mencapai 54 MW. Fasilitas ini ditargetkan mulai beroperasi pada 2026.
Proyek ini dibangun dengan komitmen kuat pada keberlanjutan, didukung oleh Medco Power untuk pasokan energi hijau dan menargetkan sertifikasi LEED Gold. Hal ini sejalan dengan visi untuk menciptakan pusat data yang tidak hanya andal, tetapi juga efisien dan ramah lingkungan.
Pembangunan HDC milik NeutraDC Nxera Batam merupakan manifestasi dari kolaborasi kuat lintas sektor. Presiden Direktur Telkom Indonesia, Dian Siswarini, menegaskan bahwa sinergi adalah DNA perusahaan dalam membangun ekosistem digital.
"Di Telkom, kami percaya bahwa hanya melalui kolaborasi hal-hal besar bisa terjadi. Proyek ini bukan akhir dari perjalanan kami, melainkan awal dari babak baru," ujar Dian.
Dalam kesempatan ini, NeutraDC Nxera Batam juga telah menandatangani Master Service Agreement (MSA) dengan tujuh mitra ISP dan telekomunikasi, yaitu Permana Net, Super Sistem Group, LitUp Network Indonesia, Iforte, Telin, Matrix Nap Info, dan Moratelindo. Kemitraan ini menjadikan NeutraDC Nxera Batam sebagai pusat data carrier-neutral yang menawarkan konektivitas beragam, fleksibilitas, dan ketahanan jaringan bagi pelanggan.
"Kolaborasi dengan Nexera dan Medco mencerminkan strategi Telkom dalam membangun ekosistem untuk kolaborasi, bukan hanya infrastruktur," tambahnya.
Dukungan juga datang dari PT Danantara sebagai lembaga pengelola investasi pemerintah. Senior Director Business performances & asset optimization PT Danantara, Bhimo Aryanto, memandang proyek ini sebagai misi nasional yang sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045.
