Indosat, Arsari, Northstar, Kolaborasi Bangun 'Jalan Tol' AI Indonesia
23 Desember 2025 14:20 WIB
ยท
waktu baca 3 menit
Indosat, Arsari, Northstar, Kolaborasi Bangun 'Jalan Tol' AI Indonesia
Indosat, Arsari & Northstar kolaborasi membentuk FiberCo bangun 86 ribu km fiber optik. Perkuat infrastruktur AI dan backbone digital menuju Indonesia Emas.kumparanTECH

Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) resmi menggandeng Arsari Group dan Northstar Group untuk membentuk perusahaan patungan (joint venture) yang fokus pada penyediaan infrastruktur serat optik. Langkah strategis ini bertujuan memperkuat tulang punggung digital Indonesia, khususnya dalam menyongsong era artificial intelligence (AI).
Penandatanganan perjanjian investasi ini berlangsung di Kantor Pusat IOH Jakarta, Selasa (23/12). Turut hadir dalam acara tersebut CEO Arsari Group, Hashim Djojohadikusumo; Presiden Komisaris Indosat dan Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi), Nezar Patria; serta Co-Founder Northstar Group, Patrick Walujo.
Melalui kerja sama ini, Indosat akan mengalihkan aset serat optiknya ke entitas baru ("FiberCo") dengan nilai transaksi mencapai Rp 14,6 triliun. Indosat tetap memegang kendali strategis dengan mempertahankan kepemilikan sekitar 45 persen di FiberCo.
President Director and CEO Indosat Ooredoo Hutchison, Vikram Sinha, menegaskan infrastruktur fisik adalah kunci utama dalam ekosistem digital. Ia mengibaratkan kecerdasan buatansebagai mesin canggih yang membutuhkan jalan yang mulus agar bisa berjalan maksimal.
"AI adalah mesinnya, tetapi fiber (serat optik) adalah jalannya. Dan inilah yang sedang kita bangun bersama hari ini," ujar Vikram dalam sambutannya.
Vikram menambahkan bahwa kolaborasi ini merupakan bentuk tanggung jawab bersama dalam mendukung visi pemerintah mencapai pertumbuhan ekonomi 8 persen menuju Indonesia Emas.
"Keseluruhan visi Indonesia Emas dengan pertumbuhan ekonomi 8% adalah tanggung jawab kita bersama untuk bekerja mewujudkan misi tersebut," tegasnya.
Sementara itu, Deputy CEO and COO Arsari Group, Aryo P.S. Djojohadikusumo, menyatakan bahwa investasi Arsari bukan sekadar penyediaan modal, melainkan komitmen jangka panjang untuk membangun fondasi daya saing nasional. Menurutnya, infrastruktur digital yang mumpuni akan berdampak langsung pada sektor riil.
"Infrastruktur fiber optic yang kuat akan meningkatkan produktivitas ekonomi, baik bagi UKM yang mengakomodasi teknologi digital, maupun bagi perusahaan besar yang menerapkan smart manufacturing dan pengambilan keputusan berbasis data," kata Aryo.
Aryo juga menekankan kemitraan ini dibangun di atas kepercayaan dan disiplin institusional demi tujuan pembangunan nasional.
"Kemitraan ini dibangun atas dasar kepercayaan, institutional discipline, dan komitmen bersama terhadap tujuan pembangunan nasional. Kemitraan ini harus dipandang sebagai platform untuk puluhan tahun ke depan, bukan sekadar proyek jangka pendek," tambahnya.
Nantinya, FiberCo akan mengoperasikan jaringan serat optik sepanjang lebih dari 86 ribu kilometer yang mencakup jaringan backbone, kabel laut domestik, hingga akses penghubung menara telekomunikasi. Sekitar 45 persen jaringan ini berada di Pulau Jawa dan 55 persen sisanya tersebar di luar Jawa, yang akan dioperasikan dengan model open-access (akses terbuka).
Menutup sambutannya, Aryo sempat melemparkan pantun jenaka yang menggambarkan semangat kolaborasi kedua entitas ini di penghujung tahun.
"Arsari dan Indosat bersama bangun fiber, Demi Indonesia yang daulat di dunia digital," bunyi pantun yang disampaikan Aryo, disambut tepuk tangan hadirin.
