Jensen Huang: Ibu Mengajari Saya Bahasa Inggris, Walau Ia Tak Bisa Bahasanya

17 November 2025 12:00 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Jensen Huang: Ibu Mengajari Saya Bahasa Inggris, Walau Ia Tak Bisa Bahasanya
CEO Nvidia, Jensen Huang, menceritakan ibunya mengajarinya bahasa Inggris meski tidak bisa berbicara bahasa tersebut.
kumparanTECH
Jensen Huang, CEO Nvidia. Foto: Jung Yeon-je/AFP
zoom-in-whitePerbesar
Jensen Huang, CEO Nvidia. Foto: Jung Yeon-je/AFP
Jensen Huang menceritakan pelajaran hidup yang ia pegang sejak kecil. CEO Nvidia itu mengatakan ibunya mengajarinya bahasa Inggris meski tidak bisa berbicara bahasa tersebut. Ia menyebut pengalaman ini sebagai fondasi cara kerjanya di Nvidia.
Dalam sesi diskusi di Cambridge Union, Huang menjelaskan ibunya yang berbahasa utama Hokkien menyiapkan dirinya dan kakaknya sebelum pindah ke Amerika Serikat. Ia berkata sang ibu memakai kertas dan kamus untuk mengajari mereka. Tindakan itu menunjukkan sikap tekun yang memengaruhi cara Huang menghadapi tantangan di industri teknologi.
Huang, yang lahir di Taiwan, berangkat ke Amerika Serikat pada usia 9 tahun. Ia kemudian mendirikan Nvidia pada 1993 dan membawa perusahaan itu melantai di bursa pada 1999. Kapitalisasi pasar Nvidia kini mencapai 5 triliun dolar AS, seiring meningkatnya permintaan teknologi kecerdasan buatan (AI).
CEO NVIDIA Jensen Huang menyampaikan pemaparan dalam acara diskusi pada Indonesia AI Day di Jakarta, Kamis (14/11/2024). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
Huang menegaskan kemampuan 'tahan banting' memberi dampak besar pada perjalanannya. Ia mengaku bisa berada di posisi sekarang karena pendekatan tetap bertahan dan terus bergerak dalam menghadapi berbagai tantangan bisnis.
"Dalam banyak hal, hal itu membentuk Nvidia dan juga diri saya. Saya melihat hampir semua hal dari sudut pandang, 'Seberapa sulit sebenarnya?'" akunya, mengutip Times of India.
"Bertahan di dalam permainan sebenarnya adalah sebagian besar dari semuanya. Saya bisa melakukan apa yang saya lakukan hari ini karena saya tidak merasa bosan dan saya tidak dipecat. Menurut saya, itulah keajaibannya. Itu 100% bagian terpenting."
Budaya kerja Nvidia mencerminkan pengaruh itu. Laporan Business Insider menyebut Huang membangun organisasi yang datar untuk mengurangi politik kantor. Ia langsung memimpin hingga 36 bawahan agar komunikasi lancar.
Ilustrasi Nvidia. Foto: PhotoGranary02/Shutterstock
Vice President Nvidia, Vladimir Troy, menyampaikan di LinkedIn bahwa pejabat perusahaan, termasuk VP, tetap terbang dengan kelas ekonomi. Bahkan, tidak ada fasilitas khusus dan asisten eksekutif bagi karyawan sekelas VP.
"Tidak ada perlakuan khusus. Semua orang setara untuk fokus pada misi dan berkarya," ujar Troy.
Seorang mantan VP mengatakan struktur manajemen tetap dihargai. Namun Huang percaya pemimpin harus terus belajar dan turun tangan bila dibutuhkan. Dalam praktiknya beberapa pejabat memang memiliki asisten. Huang sendiri kadang memakai jet pribadi seperti CEO teknologi lain.
Kisah keluarga juga memberi pengaruh bagi pemimpin perusahaan lain. Pavel Durov, pendiri dan CEO Telegram, pernah menyampaikan orang tuanya memiliki peran besar dalam membentuk ketekunan dan etos kerjanya.
Trending Now