Lenovo Kenalkan Qira, AI Personal yang Bisa Jadi 'Kembaran Digital' Pengguna

9 Januari 2026 8:00 WIB
ยท
waktu baca 4 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Lenovo Kenalkan Qira, AI Personal yang Bisa Jadi 'Kembaran Digital' Pengguna
Lenovo resmi rilis Qira di CES 2026. AI personal lintas perangkat ini dirancang jadi 'kembaran digital' pengguna. Simak keunggulan teknologi masa depan ini di sini.
kumparanTECH
CEO Lenovo, Yuanqing Yang (YY) di Lenovo Tech World @CES 2026, Las Vegas, Amerika Serikat. Foto: Reza Aditya Ramadhan/kumparan.
zoom-in-whitePerbesar
CEO Lenovo, Yuanqing Yang (YY) di Lenovo Tech World @CES 2026, Las Vegas, Amerika Serikat. Foto: Reza Aditya Ramadhan/kumparan.
Pameran teknologi tahunan terbesar di dunia, CES 2026 yang digelar di Las Vegas, Amerika Serikat, menjadi panggung bagi Lenovo untuk mendefinisikan ulang masa depan kecerdasan buatan (AI). Tidak lagi sekadar alat bantu atau chatbot, Lenovo memperkenalkan Qira, sebuah ekosistem Personal Ambient Intelligence yang dirancang untuk bekerja lintas perangkat.
Jurnalis kumparan, berkesempatan menjadi satu-satunya perwakilan media dari Indonesia yang diundang langsung oleh Lenovo untuk menyaksikan peluncuran teknologi revolusioner ini di The Sphere, Las Vegas.
Dalam sesi tanya jawab, CEO Lenovo, Yuanqing Yang (YY), menegaskan Qira adalah langkah besar perusahaan untuk memberikan AI yang benar-benar personal bagi setiap individu.
โ€œTahun ini kami ingin memperkenalkan konsep Personal AI atau AI yang dipersonalisasi. Saya percaya di masa depan setiap orang akan memiliki AI-nya sendiri. Qira adalah AI pribadi Anda. Ketika ia mengenal Anda semakin baik, ia akan menjadi 'Kembaran Digital' (Personal AI Twin) Anda,โ€ ujar Yuanqing Yang di hadapan media.
Berbeda dengan AI PC atau AI Phone yang diperkenalkan tahun-tahun sebelumnya, di mana kecerdasan terbatas pada satu perangkat, Qira hadir sebagai sistem yang cair. Ia tertanam di level sistem dan bergerak mengikuti pengguna, mulai dari PC, smartphone (sebagai Motorola Qira), tablet, hingga perangkat wearable.
Chief Technology Officer (CTO) Lenovo, Tolga Kurtoglu, menjelaskan perbedaan utama Qira dengan asisten AI sebelumnya seperti Moto AI.
โ€œPerbedaan utamanya adalah konektivitas lintas platform. Qira tidak terkekang oleh satu model atau satu agen di satu perangkat tertentu. Kami membangun kemampuan orkestrasi model (Model Orchestration) yang memungkinkan Qira mengambil data dari cloud, edge, atau server rumahan untuk memberikan pengalaman yang sangat personal,โ€ jelas Tolga.
Chief Technology Officer of Lenovo Tolga Kurtoglu. Foto: Reza Aditya Ramadhan/kumparan
Dalam rilis resminya, Lenovo menyebut Qira memiliki kemampuan Perception (membangun basis pengetahuan gabungan dari interaksi pengguna), Action (bertindak atas nama pengguna bahkan saat offline), dan Presence (muncul secara natural saat dibutuhkan tanpa harus membuka aplikasi khusus).
Tak hanya teori, kemampuan ini diterjemahkan dalam fitur nyata sehari-hari. Misalnya fitur "Catch Me Up" yang mampu merangkum notifikasi penting saat pengguna meninggalkan perangkat, atau "Creator Zone" yang memanfaatkan Generative AI untuk membantu pekerja kreatif membuat visual secara instan di perangkat mereka.
Qira pun disebut dapat bekerja dengan berbagai model AI. โ€œKami tidak percaya bahwa satu model AI tunggal akan menjadi jawaban untuk semua pertanyaan. Ide dasarnya adalah memiliki arsitektur terbuka. Qira menjadi orkestrator di balik layar yang menghubungkan berbagai penyedia model terbaik ke perangkat Anda," ujar Tolga.
Untuk mewujudkan hal ini, Lenovo menggandeng ekosistem mitra industri terkemuka. Mulai dari Microsoft Azure untuk koordinasi lintas PC, Stability AI untuk pembuatan gambar, hingga integrasi dengan Notion dan Perplexity untuk pencarian data yang mendalam.
Kehadiarannya sendiri berangkat dari keyakinan Lenovo terkait tren AI di masa depan. Salah satu poin menarik yang disampaikan Yuanqing Yang adalah prediksinya mengenai pergeseran tren komputasi AI.
Jika selama dua hingga tiga tahun terakhir 80 persen daya komputasi dunia habis digunakan oleh perusahaan model besar (seperti OpenAI atau Google) untuk melatih (training) AI, masa depan akan berbalik.
โ€œSaya pikir di masa depan, angka itu akan terbalik. Mungkin 80 persen akan digunakan untuk inferencing (penggunaan/penerapan AI), dan hanya 20 persen untuk training. Lenovo ingin memimpin tren ini. Gelombang keempat komputasi adalah AI Inferencing, dan itulah mengapa kami fokus pada infrastruktur serta aplikasi yang mendukung hal tersebut,โ€ papar YY.
Meski demikian muncul kekhawatiran perihal keamanan dan privasi di tengah tren ini. Lenovo pun memastikan Qira dibangun dengan prinsip Hybrid AI. Data pribadi pengguna diproses secara lokal di perangkat (on-device) untuk menjaga privasi, namun tetap bisa terhubung ke cloud yang aman jika membutuhkan daya komputasi lebih besar.
โ€œKami mematuhi regulasi keamanan dan privasi yang sangat ketat. Qira hanya bekerja dengan izin Anda. Jika Anda ingin mendapatkan nilai tambah dari AI, Anda memilih untuk opt-in (bergabung). Jika tidak, itu sepenuhnya pilihan Anda,โ€ tegas Tolga menjawab keraguan para skeptis AI.
Lenovo Tech World @CES 2026, Las Vegas, Amerika Serikat. Foto: Reza Aditya Ramadhan/kumparan

Kapan Tersedia?

Qira dijadwalkan meluncur pada perangkat Lenovo terpilih mulai Kuartal 1 (Q1) 2026, dan akan segera menyusul ke jajaran smartphone lewat Motorola. Lenovo juga mengungkapkan rencana jangka panjang untuk melokalisasi bahasa Qira, termasuk potensi dukungan Bahasa Arab dan bahasa lainnya seiring dengan investasi mereka di pasar berkembang.
โ€œSaya tidak melihat dunia tanpa AI di masa depan. Ini adalah tentang melepaskan potensi manusia (unleashing human potential),โ€ tutup Tolga.
Trending Now