Lintasarta Wisuda 412 Talenta AI Ready dari Program Laskar AI
14 Agustus 2025 17:22 WIB
ยท
waktu baca 4 menit
Lintasarta Wisuda 412 Talenta AI Ready dari Program Laskar AI
Lintasarta melakukan wisuda 412 lulusan program Laskar AI 2025 angkatan pertama, yang terdiri dari mahasiswa, fresh graduate, dosen, dan profesional teknologi. kumparanTECH

Lintasarta resmi mewisuda 412 peserta lulusan program Laskar AI angkatan pertama dalam acara Graduation Day yang digelar di Gedung Arcadia, Menara Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (14/8).
Lulusan angkatan pertama Laskar AI ini terdiri dari mahasiswa, fresh graduate, dosen, dan para profesional teknologi, yang telah menempuh pelatihan insentif selama satu semester atau 958 jam. Program ini berjalan sejak Februari sampai Juli 2025, hasil kolaborasi Lintasarta, NVIDIA, dan Dicoding.
Program ini merupakan bagian dari gerakan AI Merdeka yang diinisiasi oleh Lintasarta sebagai AI Factory dari Indosat Ooredoo Hutchison (IOH), dengan tujuan membangun talenta digital nasional, membangun ekosistem AI, dan mendorong penerapan AI use case, untuk membentuk kedaulatan AI bagi Indonesia.
"Hari ini kami merayakan pencapaian salah satu tonggak penting dari gerakan AI Merdeka, yaitu Graduation Day, Laskar AI 2025. Kami tidak hanya membuka akses pendidikan berkualitas, tetapi juga menjembatani talenta terbaik Indonesia menuju peluang kerja nyata di sektor digital," kata Bayu Hanantasena, President Director & CEO Lintasarta.
Dari 412 peserta yang lulus, sebanyak 40 peserta menjadi lulusan terbaik dari Laskar AI 2025. Sebanyak 64% berasal dari luar kota besar, 28% adalah perempuan, dan 21% memiliki latar belakang non-IT. Bayu menilai bahwa komposisi ini menunjukkan pemerataan akses pelatihan AI di seluruh Indonesia.
Para peserta ini menunjukkan dedikasi luar biasa, dengan menghasilkan 110 proyek akhir berbasis AI, atau capstone project, yang membuktikan talenta Indonesia mampu bersaing di ruang global. Sebanyak 13 proyek di antaranya diakui sebagai pengganti skripsi oleh perguruan tinggi asal peserta, yang mana itu adalah sebuah pengakuan atas kualitas dan relevansi nyata dari materi yang dipelajari.
Program Laskar AI 2025 sukses menarik minat talenta digital Indonesia. Total ada 13.588 pendaftar, dan peserta yang dipilih awalnya ada 657 peserta, namun pada akhirnya tidak semuanya menyelesaikan pelatihan.
Industri Siap Serap Lulusan Laskar AI
Menurut laporan UNESCO AI Readiness Assessment, pendidikan dan pengembangan keterampilan merupakan salah satu dari lima klaster strategis utama untuk mempersiapkan Indonesia dalam menghadapi perkembangan teknologi AI. Program Laskar AI tidak hanya membekali keterampilan teknis, tetapi juga membuka jalur karier nyata, dengan mengubah peserta dari pembelajar menjadi pelaku industri.
Lulusan ini siap diserap sebagai tenaga kerja di Lintasarta, mitra strategis, dan mitra bisnis lintas sektor. Contohnya, Bank Banten, yang menyatakan komitmen untuk menyerap lulusan Laskar AI. Bank ini membutuhkan talenta AI untuk mendukung digitalisasi dan transformasi yang terus dilakukan.
Direktur Bina Talenta Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI, Heri Kuswanto, mengatakan bahwa inisiatif semacam ini telah melahirkan talenta AI yang unggul dan berdampak.
"Dari sekian banyak lulusan ada sekitar 64% dari kota 3T (tertinggal, terdepan, terluar) yang menunjukkan bahwa efek dari program Laskar AI ini sudah sangat luar biasa," ujar Heri
Dukungan teknologi pada program ini juga didapat dari NVIDIA, selaku perusahaan yang paling agresif dalam pengembangan teknologi AI global. Andry Gunawan, Enterprise Business Country Manager NVIDIA Indonesia, mengatakan pihaknya telah menyediakan banyak teknologi yang dapat diakses semaksimal mungkin dan memiliki kurikulum dari NVIDIA Academy.
"Di NVIDIA, kami percaya bahwa kecerdasan artifisial bukan lagi sekadar teknologi masa depan, tapi juga membangun ekonomi dan negara," ujar Andry.
Laskar AI sendiri merupakan turunan program AI Merdeka dari Lintasarta. Perusahaan juga memiliki program Semesta AI yang merupakan program akselerasi bagi para startup dan Independent Software Vendor (ISV) dengan infrastruktur AI berdaulat GPU Merdeka dan Cloudeka.
Selain itu, Lintasarta juga menjalankan program AI Use Case Activation, sebagai upaya implementasi AI di sektor-sektor prioritas seperti kesehatan, perbankan, keuangan, logistik, sumber daya alam, manufaktur, layanan publik, dan lainnya.
Reporter: Muhamad Ardiyansyah
