LLM Sahabat AI Model 70B Bisa 5 Bahasa: Indonesia, Jawa, Sunda, Batak, Bali

2 Juni 2025 15:14 WIB
ยท
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
LLM Sahabat AI Model 70B Bisa 5 Bahasa: Indonesia, Jawa, Sunda, Batak, Bali
Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) dan GoTo meluncurkan pembaruan pada Sahabat-AI.
kumparanTECH
Ilustrasi Sahabat AI. Foto: Aditya Panji/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Sahabat AI. Foto: Aditya Panji/kumparan
Indosat Ooredoo Hutchison (IOH) dan GoTo meluncurkan pembaruan pada Sahabat-AI, Senin (2/6). Large Language Model (LLM) versi terbaru kini mendukung lima bahasa, baik bahasa nasional maupun daerah.
Jadi, Sahabat-AI tidak hanya dapat menjawab perintah dalam bahasa Indonesia. Model kecerdasan buatan (AI) ini juga mampu merespons prompt pengguna dalam bahasa daerah. Berikut lima bahasa yang sudah didukung Sahabat-AI:
Sahabat-AI merupakan ekosistem LLM yang bersifat terbuka (open-source), memungkinkan pengembang di perusahaan rintisan (startup), akademisi, dan instansi pemerintah menciptakan chatbot sendiri dengan Sahabat-AI sebagai 'otaknya'.
"Sahabat AI ini kita buka sebagai open source sehingga teman-teman lain, perusahaan-perusahaan lain, atau mahasiswa dan universitas, bisa download, bisa mengunduh model ini dan juga bisa menggunakannya di tempat masing-masing," ujar Patrick Walujo, CEO GoTo, dalam peluncuran LLM Sahabat AI Model 70B di Museum Nasional Indonesia, Jakarta, Senin (2/6).
Indosat dan GoTo merilis pertama kali Sahabat-AI pada November 2024 lalu, dengan parameter 8 dan 9 miliar. Pembaruan kali ini membawa parameter 70 miliar untuk LLM mereka.
Dengan model AI berparameter 70 miliar, Sahabat-AI dapat menawarkan akurasi yang lebih baik dan mendukung layanan chat, memungkinkan pengguna untuk mengajukan pertanyaan dan menerima jawaban yang relevan dalam proses bahasa alami.
Peluncuran LLM Sahabat AI Model 70B di Museum Nasional Indonesia, Jakarta, Senin (2/6). Foto: Aditya Panji/kumparan
Sahabat-AI sendiri merupakan bagian upaya Indosat dalam memberdayakan Indonesia melalui ekosistem LLM open-source yang dikembangkan secara lokal. Dibuat oleh dan untuk masyarakat Indonesia, inisiatif ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat kedaulatan digital Indonesia, melestarikan kekayaan bahasa dan warisan budaya, serta membuka peluang baru untuk pertumbuhan sosial ekonomi dan inovasi yang berdampak luas bagi masyarakat.
Ekosistem LLM ini didukung oleh AI Singapore dan Tech Mahindra, menggunakan perangkat lunak NVIDIA AI Enterprise, termasuk NVIDIA NeMo, untuk melatih model ini dan meningkatkan pemahaman bahasa secara umum.
Sejumlah universitas di Indonesia, seperti Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, Institut Teknologi Bandung, dan Institut Pertanian Bogor, turut berkontribusi untuk mengoptimalkan Sahabat-AI sesuai konteks lokal dan relevansi budaya Indonesia.
Selain bisa diunduh secara gratis, keunggulan lain dari Sahabat AI adalah dia merupakan model efisien dan ringan, karena dijalankan dengan hanya menggunakan 2x H100 GPU. Semua data dan infrastruktur GPU yang digunakan untuk menjalankan LLM Sahabat-AI juga disimpan di Indonesia atau di server milik pengguna sendiri, sehingga menjamin privasi data dan latensi rendah.
"Jadi kita punya GPU, kita punya data center, sehingga ini bisa dipakai bukan hanya untuk Indosat, atau pelanggannya Indosat. Bukan hanya untuk Goto, atau pelanggannya Goto, tapi juga untuk seluruh masyarakat Indonesia. Itu yang menjadi kunci kenapa kita memulai kegiatan ini," papar Danny Buldansyah, Director & Chief Business Officer Indosat Ooredoo Hutchison.
Saat ini, LLM Sahabat-AI sudah diunduh lebih dari 35.000 kali di platform Hugging Face.
Trending Now