Meutya Hafid: AI Berpotensi Ciptakan 90 Juta Pekerjaan Baru di Dunia
31 Oktober 2025 18:52 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
Meutya Hafid: AI Berpotensi Ciptakan 90 Juta Pekerjaan Baru di Dunia
Menkomdigi Meutya Hafid sebut AI berpotensi ciptakan 90 juta peluang kerja baru, melampaui jumlah pekerjaan yang hilang. Indonesia sambut AI dengan optimis.kumparanTECH

Kekhawatiran kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) akan menggerus lapangan pekerjaan manusia menjadi perbincangan hangat di seluruh dunia. Namun, Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid membawa perspektif optimistis dan menegaskan bahwa AI justru berpotensi menciptakan lebih banyak peluang pekerjaan baru.
Meutya Hafid menyoroti dua sisi dari perkembangan teknologi ini. Meskipun ada prediksi AI akan menggantikan sekitar 85 juta pekerjaan pada 2025, ia menekankan ada data lain yang tak kalah penting: Lahirnya lowongan pekerjaan baru.
"Dikabarkan kecerdasan artifisial akan menggantikan sekitar 85 juta pekerjaan pada tahun 2025. Ini angka yang menakutkan di dunia. Tapi di saat yang bersamaan, kita juga membaca literatur yang mengatakan bahwa AI juga bisa atau berpotensi menciptakan 90 juta pekerjaan baru di berbagai bidang di dunia," ujar Meutya Hafid di dalam acara kumparan AI for Indonesia 2025 di Djakarta Theater, Kamis (23/10).
Peluang-peluang baru ini, menurutnya, akan muncul di sektor-sektor seperti data scientist dan berbagai bidang lain yang membutuhkan kolaborasi antara manusia dan kecerdasan buatan.
Meutya menambahkan, Indonesia termasuk negara yang menyambut AI dengan optimisme. Ia mengutip berbagai survei yang menunjukkan masyarakat Indonesia tidak merasa takut, melainkan siap merangkul teknologi ini.
"Indonesia dinilai sebagai negara yang embracing AI with grace. Gak takut," tegasnya.
Sikap ini sejalan dengan potensi ekonomi AI yang luar biasa. Mengacu pada data global, AI diproyeksikan akan memberikan kontribusi hingga 15,7 triliun dolar AS terhadap ekonomi global pada 2030.
Oleh karena itu, pemerintah memandang penting untuk mengambil langkah hati-hati dan strategis. Alih-alih melihat AI sebagai pengganti, pemerintah ingin memposisikan teknologi ini sebagai "pembantu manusia".
Untuk memastikan arah pengembangan AI yang tepat, Komdigi telah menyusun Peta Jalan AI Nasional yang akan segera disahkan dalam bentuk Peraturan Presiden (Perpres). Regulasi ini diharapkan bisa terbit pada 2026 mendatang.
"Rasanya diwaspadai perlu, tapi ditakuti sekali tidak. Dan ini bukan sebagai menkomdigi, tapi sebagai orang yang melakukan atau mengumpulkan literatur-literatur dari berbagai survei, rasanya kita bisa cukup confident sebagai negara bahwa tidak. Ini insya Allah tidak akan kemudian menggerus tanpa mengganti pekerjaan-pekerjaan yang saat ini ada," pungkasnya.
