Michael S Sunggiardi, ‘Bapak Warnet Indonesia’, Meninggal Dunia di Usia 66 Tahun

28 Oktober 2025 14:25 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Michael S Sunggiardi, ‘Bapak Warnet Indonesia’, Meninggal Dunia di Usia 66 Tahun
Michael Sunggiardi, 'Bapak Warnet Indonesia', meninggal dunia. Simak profil dan rekam jejak sang perintis akses internet kerakyatan di era awal internet Indonesia.
kumparanTECH
Michael S. Sunggiardi meninggal. Foto: Instagram/@internetsehat.id
zoom-in-whitePerbesar
Michael S. Sunggiardi meninggal. Foto: Instagram/@internetsehat.id
Kabar duka menyelimuti dunia teknologi Indonesia. Ir. Michael Santosa Sunggiardi, seorang pegiat yang berjasa besar dalam demokratisasi internet di Indonesia dan dijuluki sebagai ‘Bapak Warnet Indonesia', telah berpulang ke Rumah Tuhan pada Senin, 27 Oktober 2025, di usia 66 tahun.
Menurut pesan resmi dari pihak keluarga, Michael Sunggiardi menghembuskan napas terakhirnya pada pukul 10.30 WIB. Jenazah disemayamkan di Rumah Duka Sinar Kasih Bogor, Ruang Anggrek, Jalan Batutulis No. 38, Bogor. Serangkaian ibadah akan dilangsungkan, termasuk Misa Requiem dan tutup peti pada Selasa, 28 Oktober 2025, hingga prosesi kremasi pada Kamis, 30 Oktober 2025.
Kabar meninggalnya Michael Sunggiardi dikonfirmasi oleh sejumlah sahabat dan rekan dekatnya di komunitas teknologi informasi (TI). Donny B.U. dari ICT Watch dan Fajar Eri Dianto, Ketua Dewan Pembina RelawanTIK, membenarkan kabar tersebut.
"Semalam saya ke Bogor dan dapat berita sekitar penyakit yang beliau derita, beliau meninggal hari Senin," ujar Fajar saat dihubungi kumparan pada Selasa (28/10).

Sumbangsih bagi Akses Internet Kerakyatan

Gelar 'Bapak Pegiat Warnet Indonesia' yang disematkan kepada Michael Sunggiardi bukan tanpa alasan. Ia merupakan salah satu pionir penyebaran akses internet di Indonesia pada era awal, terutama melalui model warung internet (warnet).
Ketika koneksi internet masih menjadi barang langka dan mahal, warnet yang ia rintis menjadi gerbang utama bagi jutaan rakyat Indonesia untuk mengenal dunia maya, membuka akses informasi, dan memulai literasi digital.
Perannya diakui oleh para pegiat TI sebagai fondasi penting dalam perkembangan ekosistem digital Tanah Air.
"Bagi kami RelawanTIK, beliau adalah segalanya, juga bagi rekan penggiat dan penggiat IT di Indonesia," kenang Fajar.
Selain sebagai perintis warnet, Michael Sunggiardi juga dikenal sebagai salah satu pendiri dan mentor utama di komunitas RelawanTIK. Ia berperan aktif sejak awal ikut membidani pendirian organisasi hingga mengawal pergerakannya.
Di bawah bimbingannya, RelawanTIK berhasil meraih penghargaan sebagai Champion dari International Telecommunication Union (ITU), sebuah badan khusus PBB, selama lima tahun berturut-turut.
Fajar, yang menjabat sebagai Ketua Umum RelawanTIK hingga awal 2025, bersaksi bahwa Michael adalah sosok panutan yang memperkenalkannya pada dunia pendampingan masyarakat.
"Beliau yang mengenalkan bagaimana membangun komunitas sampai dengan kami berani menjaminkan pada masyarakat bahwa teknologi itu adalah aman, nyaman, dan bermanfaat," tuturnya.
Salah satu hal yang paling dikenang Fajar dari sosok Michael adalah prinsip dan konsistensinya.
"Beliau enggak mentoleransi ketidakkonsistenan, apalagi yang berhubungan dengan teknologi terapan untuk masyarakat," tegasnya.

Warisan yang Terus Berlanjut

Semangat mendiang berlanjut melalui BoNet, bisnis yang ia dirikan di Bogor. Berawal dari salah satu warnet perintis di Indonesia, BoNet kini telah bertransformasi menjadi perusahaan yang bergerak di bidang layanan solusi IT.
Tongkat estafet kepemimpinan di BoNet telah dipercayakan kepada Hanny, yang merupakan staf terpercaya dan dianggap sebagai anak oleh almarhum menurut rekan Michael.
Menariknya, Hanny juga merupakan penerus Fajar Eri Dianto sebagai Ketua Umum RelawanTIK periode saat ini. Hal ini menunjukkan betapa besar kepercayaan Michael pada generasi penerusnya untuk melanjutkan cita-citanya.
Kepergian Michael Sunggiardi meninggalkan duka yang mendalam. Namun warisannya dalam membuka gerbang digital bagi Indonesia akan selalu dikenang. Selamat jalan, Bapak Warnet Indonesia.
Trending Now