Micron Investasi Rp 159,8 T di Hiroshima, Bangun Industri Chip Memori AI Jepang

5 Desember 2025 13:10 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Micron Investasi Rp 159,8 T di Hiroshima, Bangun Industri Chip Memori AI Jepang
Micron mau bangun pabrik chip memori AI, bantu bangkitkan manufaktur semikonduktor atau chip memori AI di Jepang.
kumparanTECH
Ilustrasi Micron. Foto: bluestork/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Micron. Foto: bluestork/Shutterstock
Manufaktur chip, Micron Technology berencana menggelontorkan 9,6 miliar dolar AS atau Rp 159,8 T (kurs Rp 16.648) untuk membangun pabrik chip di Jepang bagian barat. Langkah ini dilakukan untuk mendiversifikasi produksi chip canggih mereka di luar Taiwan.
Menurut laporan Nikkei, berdasarkan sumber yang mengetahui masalah tersebut menyebut bahwa pabrik baru tersebut akan memproduksi chip memori bandwidth tinggi (HBM). Ini adalah komponen pendukung kerja prosesor AI atau kecerdasan buatan, mirip seperti yang dibuat oleh NVIDIA.
Micron akan membangun fasilitas tersebut pada bulan Mei 2026, dengan rencana penjualan HBM tahun 2028, kata Nikkei dilansir Taipei Times.

Jepang Mau Bangkitkan Industri Semikonduktor

Jepang telah mengalokasikan sekitar 5,7 triliun yen atau Rp 611 triliun sejak 2021 untuk membangkitkan lagi manufaktur chip nasional mereka. Jepang juga menyiapkan anggaran tambahan sebesar 252 miliar yen untuk mendukung pengembangan AI dan semikonduktor dalam beberapa tahun ke depan.
Anggaran ini telah disetujui Kabinet Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi pada hari Jumat dan tengah meminta persetujuan parlemen.
Micron tak sendiri, ia bersaing dengan kompetitor lain seperti SK Hynix Inc dari Korea Selatan dan Samsung Electronics dalam manufaktur chip memori jenis HBM. Permintaan chip jenis ini melonjak seiring perusahaan teknologi seperti OpenAI dan Meta Platforms kini berfokus pada pelatihan dan pengoperasian layanan AI.

Bisnis Chip, Makin Laris Makin Langka

Ilustrasi OpenAI. Foto: Shutterstock
Tingginya permintaan chip membuat manufaktur kewalahan dalam membendung pesanan. SK Hynix bulan lalu mengatakan bahwa pihaknya telah menjual seluruh chip memorinya untuk tahun depan.
"Segala sesuatu yang berkaitan dengan memori (canggih maupun konvensional) sangat diminati, sementara pasokannya tertinggal," ujar Sanjeev Rana, kepala riset CLSA Securities Korea dilansir Taipei Times.
"Kita kemungkinan akan melihat kenaikan harga DRAM dan NAND ini berlangsung selama beberapa kuartal ke depan."
Trending Now