Nvidia Gandeng Hyundai, Samsung, SK, & Naver, Perluas Kolaborasi AI di Korea
3 November 2025 10:30 WIB
·
waktu baca 4 menit
Nvidia Gandeng Hyundai, Samsung, SK, & Naver, Perluas Kolaborasi AI di Korea
Nvidia mengumumkan serangkaian kerja sama besar dengan raksasa teknologi Korea Selatan.kumparanTECH

CEO Nvidia, Jensen Huang, melakukan kunjungan ke Korea Selatan untuk pertama kalinya dalam 15 tahun terakhir. Dalam kunjungannya, ia mengumumkan serangkaian kerja sama besar dengan raksasa teknologi Korsel, seperti Hyundai Motor Group, Samsung, SK Group, dan Naver.
Langkah ini diumumkan bersamaan dengan KTT APEC 2025, ketika Nvidia dan pemerintah Korea Selatan resmi menjalin kemitraan strategis baru untuk memperkuat infrastruktur kecerdasan buatan (AI) nasional serta kemampuan “physical AI”, yaitu integrasi kecerdasan buatan dengan sistem fisik seperti pabrik, robot, dan kendaraan.
Langkah tersebut datang beberapa hari setelah Amerika Serikat menandatangani perjanjian teknologi dengan Jepang dan Korsel untuk memperkuat kolaborasi di bidang teknologi masa depan, termasuk AI, semikonduktor, komputasi kuantum, bioteknologi, dan 6G.
Pemerintah Korsel akan mengamankan lebih dari 260.000 GPU terbaru milik Nvidia untuk memenuhi kebutuhan kecerdasan buatan yang terus meningkat. Sekitar 50.000 GPU akan digunakan untuk proyek publik seperti pengembangan model dasar AI nasional dan pembangunan pusat data AI nasional.
Sementara itu, lebih dari 200.000 GPU lainnya akan dialokasikan ke perusahaan besar seperti Samsung, SK Group, Hyundai Motor Group, dan Naver, guna mendorong inovasi manufaktur berbasis AI dan pengembangan model AI khusus industri.
Samsung dan Nvidia Bangun “AI Mega Factory”
Samsung mengumumkan akan membangun pabrik raksasa berbasis AI bersama Nvidia. Pabrik ini akan mengintegrasikan kecerdasan buatan di setiap tahap produksi, mulai dari semikonduktor hingga perangkat mobile dan robotik.
Dengan dukungan lebih dari 50.000 GPU Nvidia dan platform Omniverse, fasilitas tersebut akan membentuk jaringan pintar yang mampu menganalisis, memprediksi, dan mengoptimalkan proses produksi secara real-time.
Samsung dan Nvidia, yang telah bermitra selama lebih dari 25 tahun, kini juga bekerja sama mengembangkan HBM4, memori generasi baru yang dirancang untuk mendukung aplikasi AI masa depan.
Selain itu, Nvidia akan berkolaborasi dengan Samsung, tiga operator telekomunikasi Korsel (SK Telecom, KT, dan LG Uplus), serta lembaga penelitian ETRI untuk mengembangkan AI-RAN, teknologi yang menggabungkan stasiun basis seluler dengan AI untuk meningkatkan performa jaringan sekaligus menghemat daya baterai.
Hyundai dan Nvidia Bangun “AI Factory” untuk Mobilitas Masa Depan
Sementara itu, Hyundai Motor Group dan Nvidia juga memperkuat aliansi mereka. Keduanya akan membangun infrastruktur AI dan mengembangkan teknologi “physical AI” untuk mendorong kemajuan di bidang mobil otonom, pabrik pintar, dan robotika.
Nvidia menyebut, kemitraan ini akan menggunakan 50.000 GPU Blackwell untuk melatih, menguji, dan menerapkan model AI terintegrasi, serta mendirikan pusat riset AI di Korsel guna memperkuat industri AI nasional.
“AI sedang merevolusi setiap aspek industri,” kata Jensen Huang. “Dalam transportasi saja—dari desain kendaraan hingga manufaktur dan mengemudi otonom— AI dan platform komputasi Nvidia mengubah cara dunia bergerak. Bersama Hyundai, kami membangun mobil dan pabrik cerdas yang akan membentuk masa depan industri mobilitas bernilai triliunan dolar.”
SK Group Bangun AI Cloud, Naver Kembangkan “Physical AI”
SK Group, induk dari SK Hynix, menggandeng Nvidia untuk membangun cloud AI industri pertama di Asia yang dipimpin oleh perusahaan swasta. Cloud ini akan memanfaatkan simulasi dan platform digital twin Nvidia, serta dibuka untuk lembaga pemerintah, institusi publik, dan startup lokal.
Sementara Naver Cloud akan bekerja sama dengan Nvidia untuk mengembangkan platform “Physical AI” generasi baru, yang menghubungkan dunia digital dan fisik.
Infrastruktur AI ini akan diterapkan di berbagai sektor, mulai dari semikonduktor, perkapalan, energi, hingga bioteknologi, untuk mempercepat adopsi solusi AI yang dioptimalkan bagi lingkungan industri nyata.
“Seperti halnya industri otomotif yang beralih menuju kendaraan berbasis software (SDV), kini kita memasuki era ‘Physical AI’, di mana AI beroperasi langsung di lapangan dan dalam sistem industri,” ujar Hae-jin Lee, pendiri Naver.
Kolaborasi Nvidia dengan para raksasa teknologi Korsel menegaskan tren global baru, perpaduan antara AI dan perangkat keras di berbagai sektor industri. Langkah-langkah ini memperlihatkan bagaimana perusahaan teknologi dunia saling berkolaborasi untuk membangun generasi berikutnya dari sistem cerdas.
