Nvidia Jadi Perusahaan Pertama Bernilai Rp 83.240 Triliun

1 November 2025 10:50 WIB
ยท
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Nvidia Jadi Perusahaan Pertama Bernilai Rp 83.240 Triliun
Nvidia resmi jadi perusahaan pertama dengan valuasi 5 triliun dolar AS (sekitar Rp 83.240 triliun), menandai tonggak baru dalam industri teknologi global.
kumparanTECH
Kantor perusahaan Nvidiadi Taiwan. Foto: AlmondYue/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Kantor perusahaan Nvidiadi Taiwan. Foto: AlmondYue/Shutterstock
Perusahaan raksasa teknologi Nvidia, menjadi perusahaan pertama yang bernilai 5 triliun dolar AS atau Rp 83 kuadriliun atau Rp 83.240.368.770.730.500 (kurs Rp 16.648,1), hanya tiga bulan setelah menjadi yang pertama berhasil menembus 4 triliun dolar AS atau Rp 66 kuadriliun.
Associated Press (AP) melaporkan kenaikan valuasi itu dipicu oleh tren kecerdasan buatan (AI) yang secara luas, dipandang sebagai pergeseran tektonik terbesar dalam teknologi sejak hadirnya iPhone pertama 18 tahun lalu.
Namun, ada kekhawatiran akan kemungkinan gelembung AI. Para pejabat di Bank of England telah mengisyaratkan risiko bahwa harga sama teknologi yang melonjak akibat ledakan AI akan meledak. Hal yang sama juga disuarakan oleh kepala Dana Moneter Internasional (IMF).
Keinginan yang tinggi terhadap chip Nvidia menjadi alasan utama mengapa harga saham perusahaan ini meroket begitu pesat sejak awal 2023. Pada Rabu (29/10) waktu AS, saham Nvidia ditutup pada harga 207,04 dolar AS atau Rp 3,4 juta dengan 24,3 miliar lembar saham beredar, sehingga kapitalisasi pasarnya mencapai 5,03 triliun dolar AS.
CEO Nvidia, Jensen Huang, telah meremehkan kekhawatiran akan pecahnya gelembung, dengan mengatakan bahwa chatbot AI generatif yang hanya "menarik" ketika pertama kali muncul kini menjadi sangat berguna dan menguntungkan.
Jensen Huang, CEO Nvidia. Foto: Rick Wilking/Reuters
Huang menuju Korea Selatan saat para pemimpin dari negara-negara ekonomi utama di kawasan Pasifik, termasuk Amerika Serikat, China, dan Jepang, yang berkumpul untuk menghadiri pertemuan Tahunan Kerja Sama Ekonomi Asia-Pasifik.
Pada Selasa (28/10) lalu, Huang telah mengungkapkan pesanan chip senilai 500 miliar dolar atau Rp 8 kuadriliun. Perusahaan juga mengumumkan kemitraan dengan Uber untuk robotaxi dan investasi 1 miliar dolar atau Rp 16 triliun di Nokia.
Selain itu, Nvidia bekerja sama dengan Departemen Energi untuk membangun tujuh superkomputer AI baru. Pada bulan lalu, Nvidia mengumumkan akan menginvestasikan 100 miliar dolar AS atau Rp 1 kuadriliun di OpenAI.
Pada Agustus 2025, Huang menyebut Nvidia sedang mendiskusikan potensi chip komputer baru yang dirancang untuk China dengan pemerintah Trump.
Di bulan yang sama, Trump juga mengumumkan kesepakatan dengan produsen chip Nvidia dan AMD untuk mencabut kontrol ekspor atas penjualan chip canggih ke China dengan imbalan pemotongan pendapatan sebesar 15%.
Nvidia juga mengumumkan investasi 5 miliar dolar AS atau Rp 83 triliun di Intel, dan akan berkolaborasi dengan perusahaan semikonduktor itu.
Reporter: Muhamad Ardiyansyah
Trending Now