Pandora Premium Hadir untuk Saingi Spotify
16 Maret 2017 19:30 WIB
Diperbarui 14 Maret 2019 21:17 WIB

Pandora Premium Hadir untuk Saingi Spotify
kumparanTECH

Bisnis streaming musik berlangganan kehadiran pemain baru. Pandora resmi meluncurkan layanan Premium yang menyediakan layanan streaming musik dengan biaya 10 dolar per bulan.
Hal ini membuat Pandora akan bersaing dengan 'raja' streaming musik saat ini, Spotify dan Apple Music.
Perusahaan yang merupakan pionir radio online ini sebelumnya memiliki jutaan pengguna dalam layanan radionya, dan hal inilah yang digunakan sebagai data untuk rekomendasi lagu-lagu yang akan diberikan Pandora setiap harinya.
Program analisis musik dari Pandora bernama Music Genome Project menjadi sesuatu yang berbeda yang ditawarkan Pandora ketimbang platform streaming musik lain. Pandora mempromosikan fitur yang bekerja berdasarkan mesin pencari yang telah ditingkatkan dan daftar lagu atau biasa disebut playlist yang dapat diisi otomatis dengan kebiasaan mendengar para penggunanya.
Misalnya, pengguna cukup membuat sebuah playlist dengan dua lagu, kemudian pilih 'Add Similar Songs' untuk melengkapi playlist tersebut secara otomatis berdasarkan mesin analisis Pandora. Mereka juga mengklaim mesin pencari itu akan terus berkembang dan akurat mengikuti kebiasaan-kebiasaan pengguna.
Rekomendasi lagu dari Pandora termasuk berdasarkan genre yang disukai pengguna, bukan hanya berdasarkan lagu-lagu populer yang sering didengarkan.

Melalui Pandora, pengguna juga dapat mengunduh album dan playlist untuk didengarkan secara offline di lain waktu. Selain itu, pengguna masih bisa menggunakan aplikasinya sebagai layangan streaming radio.
Lalu, apa lagi yang ditawarkan Pandora?
Desain yang menarik menjadi hal yang diunggulkan dari Pandora dalam layanan streaming musiknya, seperti warna latar pemutar musik yang akan berubah-ubah menyesuaikan dengan cover album dari lagu yang sedang didengarkan.
Untuk koleksi lagunya, tak semua album bisa masuk ke Pandora. Mereka mengaku selalu melakukan seleksi dari album-album yang berada di dalam layanan Pandora.

Pandora akan tersedia di Amerika Serikat, Australia, dan Selandia Baru pada 15 Maret 2017. Sementara untuk negara-negara lainnya termasuk Indonesia harus bersabar terlebih dahulu. Pandora masih mempersiapkan aplikasinya untuk diluncurkan di luar tiga negara tersebut ke depannya.
Spotify sendiri baru saja meraih pencapaian besar pada awal Maret ini. Platformstreaming musik populer tersebut kini memiliki 50 juta pelanggan yang tersebar di seluruh dunia. Angka tersebut menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap streaming musik.
Meski fitur yang ditawarkan Pandora cukup menjanjikan, dapatkah mereka benar-benar bersaing dengan Spotify? Karena sejauh ini Apple Music saja sulit untuk mengejar Spotify.
